Mr. Devil Season 2

Mr. Devil Season 2
Kau wanita terindahku


__ADS_3

“Mr. Devil – Season II”


Author by Natalie Ernison


Setelah sekian lama Cullen tak lagi mengusik kehidupan Jasmeen, kini saatnya bagi Cullen untuk bertindak. Apakah kisah percintaan mereka berakhir dengan indah, atau justru semakin banyak tantangan…


“Mansion Kediaman Cullen”


Sepanjang malam, Cullen terus mendekap tubuh Jaes. Seolah-olah tak ingin sedetik pun berjauhan dari sisi Jaes.


“Jika nyonya sudah bangun, cepat bersihkan dan dandani dia dengan baik. Aku akan pergi ke halaman belakang untuk menembak..” titah Cullen pada para pekerjanya.


Baik tuan, nanti kami akan meminta nyonya datang pada tuan… ujar para pekerja dengan penuh antusias.


Mmhhh.. mulai membuka mata, dan memandangi sekeliling.


“Kemana dia..” gumam Jaes sambil melangkah menuju pintu keluar kamar.


“selama pagi nyonya…” sapa para pelayan.


Ohh, selamat pagi… jawab Jaes sambil membenarkan gaun tidurnya.


“Nyonya, tuan berpesan agar nyonya mandi dan kami akan mendandani nyonya…”


Aku akan membersihkan diriku sendiri, kalian tidak perlu melakukannya… tukas Jaes, lalu melangkah kembali menuju kamar yang telah disediakan untuknya.


Jaes telah selesai membersihkan dirinya, lalu keluar mengenakan baju sweater berwarna cerah dengan rambut tergerai indah.


“Nyonya silakan sarapan terlebih dahulu, setelah itu kami akan mengantar nyonya ke lapangan tembak..”


Lapangan tembak? Jaes mengernyitkan dahinya.


“Iya nyonya, tuan sedang latihan menembak.. sepertinya mood tuan sangat baik..” tukas para pelayan sambil tersenyum.


Ohhh, baiklah.. jawab Jaes singkat.


“nyonya, sudah sekian lama nyonya tidak datang kemari, dan kami sangat suka jika nyonyalah yang menjadi nyonya besar di mansion ini..”


Tsk.. aku bahkan hanya wanita yang akan selalu menjadi simpanannya… tukas Jaes sambil menikmati sarapannya.


“Tidak nyonya, tuan hanya memiliki nyonya..”


Lalu nona Khim…


“Ahhh itu..---“ para pelayan sejenak saling pandang, seakan tak berani banyak bicara lagi, meski pun mereka tahu yang sebenarnya.


Kenapa.. apakah kalian tidak bisa menjawabnya.. tukas Jaes dengan tersenyum miring.


“Nyonya, kami tidak berhak banyak bicara. Tetapi, nyonya akan segera tahu…”


>>


“Baiklah nyonya, silakan duduk di sini. Kami akan kembali bekerja…”


Oke, terimakasih… Jaes duduk di sisi area halaman, yang Cullen jadikan lapangan tembak.


Di sana, Cullen terlihat sedang fokus dengan peralatan tembaknya, dengan gaya kasualnya.


“Pria ini sangat tampan, namun aku masih belum mampu memahaminya…” gumam Jaes dengan wajah sedikit tersenyum. Namun ketika Cullen memandang ke  arahnya, ia langsung menghentikan senyumannya, dan seolah-olah bersikap biasa lagi.


Hmm.. Cullen tersenyum miring, dan menghentikan kegiatannya. Ia berjalan menuju tempat Jaes sedang duduk manis.



“Kau sudah makan sayangku..” ujar Cullen sambil mengusap lembut kepala Jaes.


Tsk.. Jaes menepis tangan Cullen dari kepalanya dan merapikan rambutnya yang terlihat berantakan tadi.


“Mengapa sayang? apakah kau takut kamu tak cantik lagi, jika rambutmu berantakan..” Cullen mendekati wajah Jaes, sangat dekat, hingga membuat Jaes menjauhkan wajahnya.


Ini masih pagi, tidakkah tuan Cullen jangan membuat penampilanku rusak.. tukas Jaes dengan mengembungkan kedua pipinya, dan terlihat sangat imut bagi Cullen.


“Kau sangat lucu sayangku.. jangan khawatir, aku bisa membuat penampilanmu jauh lebih rusak lagi..” tukas Cullen sambil mengecup sekilas bibir Jaes.

__ADS_1


Kau… Jaes terkejut dengan kecupan tiba-tiba itu, dan mendengus kesal.



“Apakah kau sudah makan?”


Sudah, sebelum kemari aku sudah sarapan…


“Bagus, good girl.. makanlah daging, agar tubuhmu semakin gemuk dan semakin nyaman untukku ******” hahaha… Cullen tertawa lepas setelah mengatakan hal yang nakal pada Jaes.


Dasar tuan mesum.. gumam Jaes sambil memicingkan matanya.


“apa apa? aku mesum… ohh kau ingin aku mesum di sini sayang..” Cullen mengangkat tubuh Jaes.


Ahkkk… tuan… kau sangat keterlaluan… teriak Jaes karena Cullen pagi-pagi sudah mengerjainya.


Kau sangat keterlaluan tuan… keluh Jaes sambil menyentuh lehernya, bekas kecupan Cullen. Tentu saja Cullen sudah membuat tanda-tanda cinta dipagi hari.


Tuan… ujar Jaes memanggil dengan begitu lembut.


“Kenapa sayangku..” jawab Cullen sambil menyentuh wajah Jaes dengan kedua telapak tangannya.


Hmm… tidak bisakah tuan kurangi sentuhan-sentuhan yang tak perlu ini! tukas Jaes sambil menurunkan kedua tangan Cullen.


“Tidak bisa sayang, sehari saja tak menyentuhmu dan mencumbumu, rasanya aku akan mati..” tukas Cullen dengan seringai senyuman nakalnya


Aku harus pulang dan kembali bekerja, jika tidak, istri tuan akan menindasku..


“Istriku.. kau istriku..” Cullen mengernyitkan dahinya.


Aku hanyalah wanita simpananmu tuan, kapan perlu kau butuh kau bahkan seenaknya menjamahku, bahkan tanpa persetujuanku…


“Apakah kau pikir aku mencintai wanita jalang itu? cihh.. aku bahkan jijik walau hanya menyentuh sedikit..” tukas Cullen sambil mengangkat Jaes ke atas pangkuannya.


Tapi tuan, nyonya Sonya akan kembali menghinaku… Jaes terlihat sendu.


“Apa yang telah wanita iblis itu perbuat padamu? bagian mana yang telah ia sentuh, biar aku patahkan tangannya..”


Tuan, kau sangat kejam! tidak bisakah jangan mengatakan hal kejam…


Tuan.. aku selalu takut setiap bersamamu, aku takut jika setelah kau bosan denganku, maka aku hanya akan menjadi santapan hinamu..


“Kepalamu ini sebenarnya isinya apa? mengapa kau berpikir hal-hal buruk!!” Cullen mengusap kepala Jaes dengan begitu gemasnya.


Tuan.. hentikan.. teriakan Jaes justr semakin memuat Cullen bersemangat mengerjainya.


“Mulutmu ini, sepertinya harus kuhukum…” Hhmmm… lenguh Jaes. Cullen kembali mengecup bibirnya, dan tak kunjung memberinya ruan untuk bernapas.


Memukul dan menjambak rambut milik Cullen. Namun Cullen justru menggelitikinya hingga tertawa selepas kecupan Cullen.


Tuan.. ahhaah… jangan.. hentikan… hahah.. rucau Jaes, tak henti-hentinya ia tertawa akibat ulah jahil Cullen.


“Bisakah kau tingga di mansion ini selamanya..” pinta Cullen sambil mengecup seluruh area wajah Jaes.


Mengapa kau menginginkanku melakukannya? tidakkah banyak wanita diluar sana yang bisa memberimu kepuasan..


“apakah kau berpikir aku hanya mencari kepuasan..” Cullen menyentuh wajah Jaes dengan kedua tangannya dan mengusap-usap pipi Jaes dengan jari jempolnya.


Aku sudah cukup merasakan dipermalukan hanya karena kau orang tak punya, jadi aku tak ingin itu terjadi lagi tuan.. ujar Jaes dengan wajah sendunya.


“Jasmeen, apa yang kau pikirkan tentangku?” ujar Cullen dengan wajah yang sedikit sendu, sama seperti ekspresi wajah saat sang bunda Sonya tak menganggapnya sebagai anak.


Tuan Cullen seorang pria tampan jutawan, yang dipuja oleh semua wanita, Bisa dengan mudah mencari lalu membuang sesuatu yang tak lagi menyenangkan… tukas Jaes dengan kedua mata yang berkaca-kaca.


“Apakah itu yang kau pikirkan tentangku? apakah kau tidak berpikir, bahwa dalam diriku pun ada hati seorang manusia? bundaku seorang manusia serakah, dan ayahku keturunan manusia dan juga kegelapan. Apakah kau pikir aku tak memiliki hati dan perasaan yang rapuh…” Cullen menatap lekat kedua mata Jaes.


Kau bahkan bisa dengan mudahnya mengambil nyawa seseorang dengan begitu kejam, dan kau bahkan dengan seenaknya menindasku sesuka hatimu! apakah tuan tidak berpikir bagaimana perasaaku hmm… aku bahkan..---


Cullen langsung mendekap erat tubuh Jaes dan mengecup bibir Jaes. Ia mengecup setiap tetesan air mata Jaes yang menetes.


Namun...


Tuan tuan… tukas para pekerjanya di sela suasana indahnya.

__ADS_1


“Kalian sialan sekali! merusak suasana indah kami!” tukas Cullen dan membuat para pekerjanya menunduk ketakutan.


Tuan, dengarkan dulu penjelasan mereka.. Jaes menyentuh wajah Cullen dengan sangat lembut dan wajah tersenyum sendu. Senyuman yang sangat langka bagi Cullen.


“Yah.. aku akan mendengarkan penjelasan mereka, namun setelah ini beri aku imbalan dengan..—“ Cullen menatap Jaes hingga bawah.


Tuan… dengus Jaes, ia tahu apa yang sedang Cullen pikirkan untuknya.


Tuan, nyonya Sonya bersama pengawal datang lagi…


“Ohh bagus, aku bisa melampiaskan amarahku..” Cullen mengepal kedua tangannya, dan juga membawa alat tembaknya.


“sayang.. ayo..” ujar Cullen, lalu meraih tangan Jaes.


>>


Hahaha… luar  biasa nona Jasmeen.. sudah tidak puas dengan Zeros, sekarang kembali menjadi jalang anakku.. tukas bunda Sonya dengan pandangan hinanya.


Cullen menggenggam tangan Jaes yang terasa berkeringat, akibat rasa gugupnya bertemu kembali dengan si bunda angkuh itu.


“Bunda apa yang bunda inginkan??”


Bunda! kau memanggilku bunda.. kau hanya anak sialan terkutuk!! aku sangat menyesal melahirkan anak lakna* sepertimu! andai waktu dapat terulang, aku akan langsung melemparmu ke mulut buaya! tukas bunda Sonya, membuat Cullen semakin terlihat marah.



Jaes hanya terdiam, ia bahkan hanya terdiam. Antara rasa simpati dan juga sangat terkejut dengan pernyataan bunda Sonya.


“Baiklah nyonya besar, aku akan memanggil anda nyonya besar..” tukas Cullen yang terlihat menahan rasa pilunya.


Cullen, jika kau bosan dengan jalang ini, kau bisa kirimkan dia ke rumah pelacu*. Aku tahu kau hanya ingin bersenang-senang dengannya.. aku sudah menyiapkan wanita kaya lagi.. hahaha..


Jaes meneguk salivanya dengan susah payah. Ia serasa di tampar dengan begitu keras, dan banyak persepsi yang menumpuk di dalam kepalanya.


“Kau tidak berhak menghina wanitaku! bahkan sekali pun kau ibu yang telah melahirkanku sekali pun, jangan buat aku tidak menahan diriku!!”


Dor dor dor… suara tembakan memenuhi ruangan lantai dasar mansion, bahkan mengenai para pengawal bundanya lagi.


Jaes mendekap erat tubuh Cullen, ia sangat ketakutan setengah mati.


Kau ingin membunuh wanita yang telah melahirkanmu Cullen! dasar anak terkutuk sialan!! umpat sang bunda.


“Kau!!” Cullen mengarahkan senjatanya pada sang bunda.


Kau berani menembakku hah!! tantang sang bunda.


Tuan, jangan lakukan itu… Jaes mendekat Cullen dari arah depannya.


Jika kau sungguh mencintaiku, jangan lakukan itu.. lirih Jaes sambil membelai lembut punggung Cullen. Senjata yang ia genggam pun terlepas dari tangannya, ia langsung melepaskan pelukan Jaes, dan pergi ke luar mansion.


Hmmm “dia tidak akan membunuh ibunya, hal ini akan semakin menguntungkanku..” gumam bunda Sonya.


“Baiklah, kita pulang! aku sudah cukup puas membuat anak terkutuk itu gundah.. hahaha” bunda Sonya pun pergi bersama para pengawalnya.


>>


Tuan Cullen… tuan… lirih Jaes. Ia berlari ke sana kemari, mencari dan terus mencari di mana Cullen berada kini.


Dari balik tembok sisi mansion, terlihat Cullen sedang duduk bersandar di bawah pohon.


Jaes berjalan perlahan menghampiri Cullen. Cullen terlihat sedang menangis, dan untuk pertama kalinya Jaes melihat sisi rapuh Cullen.


Duduk di samping Cullen, dan meraih tangan Cullen lalu menggenggamnya erat. Seakan memberi ketenangan pada Cullen.


“Aku bahkan tidak tahu, seberapa besar rasa sakit kehidupan pria ini.. aku bahkan tak tahu, apakah dia benar-benar mencintaiku..” lirih batin Jaes. Keduanya sama-sama duduk bersandar di bawah pohon rindang sisi mansion milik kediaman Cullen.


Seorang pria kejam dan sadis kini sedang terlihat begitu rapuh. Jasmeen sangat terkejut dengan hal ini, ia benar-benar tak pernah berpikir bahwa pria sesadis Cullen dapat terluka.


***


#Author


Hallo readers-readers setia Mr. Devil lama mau pun yang baru mulai nginti-ngintip.. hehhe... Thor senang loh setiap baca komen baik kalian, meski ada juga yang marah-marah, woww itu sebagai bentuk emosi kalian saat baca setiap babnya. Itu sangat membantu thor menuliskan scene-scene yang lebih membuat penasaran loh.. :)

__ADS_1


Selamat liburan bagi yang sedang menikmati liburan akhir tahunnya, mau pun yang masih saja selalu sibuk dengan segala pekerjaan, usaha, bisnisnya.. hehe.. tetap semangat yah ders dalam melakukan setiap tugas juga tanggung jawab kalian di mana pun saja kalian berada yah.. dan... jangan lupa selalu tersenyum dan mengucap syukur😇😇😇


Love u so much to all readers 💋💖


__ADS_2