Mr. Devil Season 2

Mr. Devil Season 2
Segalanya untukmu


__ADS_3

"Mr. Devil - Season II"


Author by Natalie Ernison


Cullen yang semakin hari semakin tak ingin terpisah jauh dari Jasmeen, dan selalu ingin berada di samping wanita tercintanya. Ia pun telah menjadikan Jasmeen menjadi miliknya secara utuh, melalui penyatuan tubuh mereka.


"Apa yang ingin kau katakan, cepat bicara! bodoh!" bentak Cullen pada si pelayannya.


Nyonya Jasmeen sedang kesakitan tuan.. dan sedari pagi nyonya terus merintih.. tukas sang pelayannya dengan menunduk gemetar.


"Sial!!" umpat Cullen, lalu bergegas menuju kamar pribadinya, dan tak lagi menghiraukan kedua orang tuanya.


Cullen! kau lebih wanita itu!! teriak bunda Sonya.


"Kalian pergi saja! aku ingin bersama wanitaku!" tukas Cullen dan bergegas secepatnya.


Setibanya di kamar, Jasmeen terlihat semakin pucat pasi, dengan keadaan yang cukup memprihatinkan.


"Kau kenapa sayang?" Cullen membelai lembut rambut Jaes dan membrlai wajah pucat Jaes.


Ahkkk... sakit.... rintih Jaes, sambil menggigit bibirnya, menahan rasa nyeri, perih pada **** milik kepunyaannya.


"Apakah kita harus ke dokter specialis lagi?" Cullen berusaha memberi Jaes ketenangan.


Tidak tuan... ahkk emmmhhh... sakitttt... rintih Jaes, sambil mendekap erat Cullen.


"Tenanglah sayang... tunggu sebentar..." Cullen pun bergegas pergi untuk mengambil beberapa peralatan medis miliknya.


Tuan, apa yang akan tuan perbuat pada nyonya? ujar sang pengawalnya, yang sedikit heran dengan tingkah Cullen.


"Dia sedang kesakitan, maka aku akan memberi suntikan penenang padanya."


Tapi tuan, tidakkah ini akan membahayakan nyonya...


"lalu apakah aku harus membiarkannya merintih kesakitan! bahkan jika harus membahayakan nyawaku, aku rela berkorban untuknya!" tukas Cullen sambil mendorong sang pengawalnya.


>>


Ahkk.. emmhh... Jaes terus merintih, dan seakan tak mampu lagi menangis karena rasa perih itu.


Apa yang tuan ingin lakukan...


"Ini demi kebaikanmu sayang..." Cullen menyuntikkan sesuatu cairan, yang mengandung obat penenang bagi Jaes. Tentu saja ia berharap agar Jaes tidak lagi merasa kesakitan.


Setelah beberapa saat kemudian, Jaes pun tak lagi merintih kesakitan dan hanya diam lalu menutup matanya perlahan.


Tuan, nyonya sudah lebih tenang sekarang...


"Yah, baguslah... ini lebih baik untuknya.." Cullen menghela napas yang seakan semakin berat saja baginya.


"Brukh! kita akan pergi ke kediaman rekan kerjaku.."


Baik tuan, kendaraan akan segera disiapkan.. sang pengawal pun segera menyiapkan segala yang dibutuhkan.


"Kita pergi sekarang! jangan sampai aku mendengar nyonya kesakitan lagi, rawat dengan baik selama kepergianku!" titah mutlak Cullen pada para pekerja mansionnya.


***


Perusahaan xx


Cullen pergi bersama para pengawalnya untuk menghadiri pertemuan penting.


Akh... lenguh Cullen sambil meremas area dadanya.


Ada apa tuan? sang pengawal dengan sigap membantu Cullen.


"Entahlah.. tapi dadaku tiba-tiba saja terasa begitu sesak.


Apakah kita harus istrahat tuan...


"Tidak perlu, ini bukan apa-apa untukku.." Cullen pun melanjutkan langkahnya, walau jauh dalan batinnya sedikit tak enak.


"Ruang pertemuan"


Semua orang berkumpul dan terlihat begitu sibuk dengan kegiatannya masing-masing mereka.


"aku akan ke toilet..." Cullen pergi menuju toilet pria, di sana ia berpapasan dengan seorang pria yang menatapnya dengan tatapan tajam.

__ADS_1


Bhuugghhh... karena kurang memperhatikan sekeliling, Cullen pun menubruk seorang pria yang beberapa saat lalu menatapnya dengan begitu dingin.


Cullen dan si pria hanya saling tatap sejenak, si pria yang berpapasan juga bertubrukan dengannya pun menatap dalam Cullen.


>>


"Mengapa pria ini terlihat mencurigakan..." batin si pria yang berpapasan dengan Cullen.


Mengapa tuan Tim/ Timoty? tanya sang asisten pribadinya.


"Apakah hanya perasaanku saja, namun saat melihat mata pria itu akan menjadi teringat tatapan anak remaja yang ada di saat kebakaran waktu itu..." tukas Tim/Timoty.


Apakah tuan ingin aku menyelidikinya?


"Aku bukan orang yang asal menjudge, namun rasanya aku tak asing saja dengan pria itu.." Tim mulai berpikir keras mengenai si pria.


Baiklah tuan Tim, aku mengerti apa yang seharusnya kulakukan..


***


"Kediaman Timoty"


Tuan, makanlah.. sudah beberapa hari tuan tak makan banyak..


"Aku hanya merasa ada sesuatu yang tidak beres. Tapi aku belum bisa menemukan jawaban pasti.."


Yah tuan, aku sudah mengutus seseorang untuk menyelidiki pria malam itu.


"Terimakasih Austin, atas semua kerja keras pertolonganmu.."


Yah tuan, itu sudah sepatutnya kulakukan. Bagaimana pun juga, tuan telah banyak berjasa pada keluargaku..


(Asisten) Austin



"Tuan, aku akan mengangkat telepon dari orang utusanku.." sang asisten yang bersama Austin pun segera mengangkat teleponnya yang sudah berdering sedari tadi.


Drrrtttt.....


"Hallo... yah! ohh begitu... kirimlah gambar-gambar yang telah kau dapatkan!"


Tuan, sepertinya kita akan mendapat sesuatu info besar. Apakah tuan sudah siap?


"Apa maksud pernyataanmu Aus?" Tim/Timoty langsung mengernyitkan dahinya, dan terlihat semakin ingin tahu.


Tuan... Austin/ sang asistennya pun menyodorkan iPad miliknya, dan menampilkan beberapa gambar hasil potret dari orang-orang utusannya.


"Austin, ini..." Tim membelalak saat melihat beberapa tampilan gambar yang terdapat pada iPad milik Austin sang asisten pribadinya.


"Bajing*nnn!!!" umpat Tim saat melihat beberapa gambar yang memperlihatkan sang adik semata wayangnya sedang bersama seorang pria, yang ialah pria berpapasan dengannya (Cullen).


Tuan, sepertinya dugaan tuan tidak salah, pria ini bukan manusia biasa..


"Sejak pertama berpapasan dengannya pun aku sudah merasakan hal yang cukup aneh.." Tim menggebrak meja dan terlihat begitu geram.


Kita akan selidiki pelan-pelan tuan..


"aku tidak dapat menunggu lagi, bagaimana mungkin adikku bisa berbohong padaku demi pria iblis jahana* itu!!" umpat Tim yang sekamin geram saja.


Yah tuan, tapi kita harus mencari tahu terlebih dahulu sebelum bertindak lebih jauh lagi... tukas Austin yang berusaha menengkan sang tuannya.


"Austin kau urus dengan baik keberangkatan kita besok ke mansion itu!" titah Tim, ia terlihat semakin gusar dan semakin cemas saja.



Sepanjang malam Timory terus terjaga, tak dapat beristirahat dengan tenang. Karena bagaimana pun juga, Jasmeen kini sedang berada di kediaman iblis yang sangat ia benci selama hidupnya.


Keesokkan harinya...


Tuan, makanlah sesuatu.. tuan sangat kelelahan.. ujar Austin menyarankan agar Tim mengisi tenaganya dengan menyantap suatu makanan.


"Tidak Austin! sebelum bertemu dengan adikku, aku tidak akan makan apa pun..." Timoty terlihat mempriharinkan, ia bahkan enggan untuk menyantap sesuatu untuk dimakan.


***


Timoty bersama sang asisten juga beberapa pengawalnya pergi menuju mansion kediaman Cullen.

__ADS_1


Austin memandangi sekitar area mansion yang terlihat begitu luas dan jauh dari letak mansion kediaman Cullen. Mereka bahkan masih di area gerbang yang terlihat cukup tinggi.


"Austin, uruslah.." titah Tim, dan ia masih berusaha menanti.


>>


"Apakah kalian sudah berjanji pada tuan kami?" tukas beberapa pengawal yang menghadang kedatangan Tim bersama para pengawalnya.


"Yah, aku adalah kawan rekan bisnis tuan kalian." Tukas Timoty yang langsung keluar dari balik mobil sport mewah miliknya.


Sejenak para pengawal saling tatap, lalu saling memberi kode.


Baiklah tuan, silakan masuk.


"Mansion Kediaman Cullen"


Saat mulai memasuki mansion kediaman Cullen, Timoty sudah mulai merasakan aura yang begitu berbeda.


"Tuan, aku merasakan aroma darah yang begitu kuat.." bisik Austin pada Timoty.



Tuan-tuan, kami akan memanggil tuan kami.


"Baiklah.."


Beberapa saat kemudian...


"Apakah tuan-tuan ingin bertemu denganku?" ujar Cullen yang baru saja tiba di ruang tamu mansionnya.


Austin mengangkat kepalanya, dan seketika ia merasakan aura yang cukup kuat dari tubuh Cullen.


"Yah, aku tertarik dengan kerjasama tang tuan Cullen tawarkan, saat dipertemuan rapat malam itu." Tukas Austin.


"Ohh benarkah.. baiklah, silakan duduk dan minum sesuatu." Tukas Cullen sambil tersenyum pada Timoty.



Pelayan!!


Yah tuan... para pelayan langsung menyuguhkan beberapa minuman untuk Timoty dan juga para asisten prubadinya.


>>


Mereka pun saling berbincang-bincang layaknya sebagai rekan kerja.


Permisi tuan, nyonya sepertinya kesakitan lagi... tukas salah seorang pelayan.


"apa? tunggu saja..." Cullen langsung terlihat cemas.


namun....


Tuan Cullen... suara seorang wanita memanggil Cullen dan sedang turun di anak-anak tangga mansion milik kediaman Cullen.


Seketika, Timoty membulatkan matanya. Yah, ia sangat kenal dengan suara itu, namun suara iru terdengar begitu lirih.


Tuan... si wanita sudah berada di belakang mereka.


Hahh... Timoty begitu sangat terkejut saat melihat si wanita. Ia bahkan langsung berdiri dan benar-benar hampir tak percaya saat melihat keadaan si wanita yang sangat ia kenal...



****



๐Ÿ‘‡


Ada yang merindukan kehadiran Zakra Crossadio??๐Ÿ˜„๐Ÿ˜‹


Yahooo๐Ÿ™‹


Selamat tahun baru to all readers Mr. Devil๐Ÿ™†


Sorry thor telat post, maklum tempat thor sedang kebanjiran, jadi listrik pun mati total๐Ÿ˜ข (curhat) tapi thor tetap usahakan tuk menyempatkam diri update naskah kesayangan kita semua ini๐Ÿ˜‡


Tetap semangat, jangan lupa untul selalu mengucap syukur dalam segala keadaan situasi kita yah๐Ÿ˜Š

__ADS_1


Salah hangat dari emaknya Cullen dan kawan-kawan seluruh tokoh-tokoh Mr. Devil๐Ÿ˜„๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰


๐Ÿ’‹๐Ÿ’๐Ÿ‘‹


__ADS_2