Mr. Devil Season 2

Mr. Devil Season 2
Menantimu hingga ajal menjemputku


__ADS_3

“Mr. Devil – Season II”


Author by Natalie Ernison


Sesuatu hal yang sangat tak terduga pun menimpa kehidupan Jasmeen. Sekali lagi harus terpisah dari sang kakak semata wayangnya, dan harus mengalami hal buruk selama hidupnya. Terjatuh dari atas tebing dan masuk ke dalam jurang yang sangat curam pula. Saat Jasmeen terjatuh, ialah dalam keadaan ia sedang mengandung hasil buah cinta bersama dengan Cullen.


-----


“Mansion Kediaman Cullen”


“Bajing*n!! siapa yang telah membunuh pengawal setiaku!” umpat Cullen saat sedang berada di ruangan kerjanya.


Ia terus dan terus mencari keberadaan Jaes, namun tak juga ia temukan. Bahkan Cullen akhirnya mendatangi rumah tempat kediaman Timoty.


Dengan segala resiko bahwa ia akan sangat murka pada Timoty, namun Cullen nekad datang.


Cullen kacau dan sangat kacau. Di sisi lain ia sangat marah karena kematian sang pengawal setianya, juga Jaes yang tak kunjung dapat ia temukan keberadaannya.


Tuan! Brukh telah mati dan kembali menjadi abu hitam. Tukas salah seorang pengawalnya yang lain.


“Yah aku tahu, karena serpihan abunya masuk ke dalam mansion, dan aku tahu sekali.” Tukas Cullen yang terlihat sangat emosional.


***


Mereka pun tiba di kediaman Timoty. Tubuhnya sudah mulai gemetar menahan segala emosinya.


Namun setibanya di sana, semua terlihat sepi bahkan tak berpenghuni.



Bhuakkkhh… Cullen menghancurkan pagar besi nan tinggi menjulang, agar ia dapat masuk.


Tuan.. mengapa semua terlihat cukup kacau.. ujar sang pengawalnya heran.


Hahh hhh ahkkk hhh… suara lenguhan seseorang terdengar jelas ditelinga Cullen.


Ia segera mempercepat langkahnya, dan berjalan menuju arah asal suara lenguhan tersebut.


“Kau…--“ Cullen sangat terkejut dan tak percaya akan apa yang kini ia lihat.


“Cullen bajing*n… mengapa kau datang?” lirih seseorang tersebut, yang ialah Timoty.


“Apa yang terjadi padamu?” Cullen pun membungkuk dan mendekati tubuh Timoty. Timoty terlihat sangat buruk. Napasnya tersengal-sengal, seakan ia sedang susah payah mencari udara untuk dapat tetap bernapas.


Dari area dadanya terus keluar darah-darah segar, hampir membuat Cullen pening karena aroma arah menyengat itu.


Hakk ahkk…" waktuku tidak banyak lagi.. aku ingin segera mengakhiri semua ini, bunuh saja aku.." lirih Timoty.


“Aku memang sangat marah padamu, namun kau tetaplah calon iparku..” tukas Cullen.


Hahha… "kuharap aku bisa membunuhmu, namun ternyata nasib naas harus menimpaku dan juga Jasmeen adikku.."

__ADS_1


“Jasmeen! kemana dia?” Cullen terlihat sangat ingin tahu, bahkan spontan saja ia meraih krah leher baju milik Timoty.


Uhukk uhukkk… "Jasmeen telah pergi bersama salah seorang pelayan setiaku yang telah merawatnya."


“Kemana mereka pergi!! cepat katakan padaku dasar brings*k!!” Cullen sangat geram dan tak sabaran.


"Aku pun tak tahu… namun semua pekerjaku mati mengenaskanm dibunuh oleh kaummu.. lalu mengapa kau harus berpura-pura begini.."


“Aku tidak tahu, aku tidak melakukan apa pun..” Cullen semakin kacau tak karua.


"Kaum terkutuk bangsamu telah mengejar adikku, dan satu hal lagi! tolong jaga adikku, dan juga bayi yang ia sedang kandung.." haakk.. Akhirnya Timoty menghembuskan napasnay yang terakhir.


“bayi… brings*k sialan!! bangun.. cepat katakan di mana Jasmeen juga anakku.. hah apa!! Jasmeen mengandung bayi! itu tentu saja anakku.. haha hahaha…” racau Cullen. Ia sangat kacau berantakan, ia tertawa terbahak-bahak dalam tangis pilunya.


Tuan, tenanglah… lirih para pengawalnya yang prihatin melihat keadaan sang tuannya kini.


“Bunda Sonya… yah, pasti dia…” Cullen bergegas pergi menuju kediaman kedua orang tuanya.


Gelisah, gundah tak karuan, dan hampir gila. Itulah yang kini tengah Cullen alami, ia sangat kacauu balau.


***


“Kediaman Kyleer family”


“Selamat datang kembali tuan muda..”


Bughhh… Cullen bukannya membalas sapaan para pekerja mansion megah kediaman keluarganya, ia justru meninju wajah sang pengawal.


Saat ia memasuki ruangan mansion, semua pekerja, orang-orang sang bundanya langsung berdiri dan terlihat ketakutan.


“Apakah kalian yang telah keluarga Jasmeen!! hah!!” bentakan Cullen membuat lantai retak dan semakin membuat para orang-orang bunda Sonya bergidik ngeri.


Para pengawal tersebut hanya tertunduk. Mereka adalah mahkluk gaib terkutuk, yang disaat malam akan berubah menjadi sosok mengerikan.


“Bicara tolo*!!” bentakan Cullen lagi-lagi membuat angin dalam mansion bertiup kencang.


Ada apa ini? mengapa kedatanganmu selalu membuat kacau! anak sialan! tukas sang bunda Sonya yang barus turun dari lantai atas.


“Apa yang telah kau lakukan pada keluarga Jasmeen!” tukas Cullen dengan wajah yang sudah terlihat aura kemarahannya memuncak.


Hah.. apa yang kau maksud! wanita jalang itu! tentu saja dia pantas mati..—


Hakhhkk… belum selesai bunda Sonya bicara, Cullen langsung mencekik lehernya.


“Seujung kuku, bahkan sehelai rambut pun kau berani menyentuh Jasmeen! maka aku akan langsung membuat hidupmu sia-sia!” peringat Cullen. Matanya sudah merah menggelap.


Kau anak terkutuk sialan! berani sekali kau mencekik ibumu hhh!! hah hhh… napas sang bunda tersengal. Cullen melepaskan cekikannya dengan cukup kasar.


“Cepat katakan apa yang telah kau lakukan pada Jasmeen!” Cullen mengepalkan kedua tangannya, ia sangat marah dan terbakar amarah.


Sekali pun kau membunuhku, si jalang itu pun tidak akan kembali..

__ADS_1


“apa maksudmu bunda..” Cullen berbalik badan, ia tak sanggup melihat wajah sang bundanya, karena ia pasti akan langsung membunuh sang bundanya.


Wanita jalang itu sudah mati jatuh ke jurang..—


“Brengs*k!! kau wanita kejam yang sangat hina! mengapa aku bisa memiliki ibu sepertimu!” Cullen meninju tembok sebagai pelampiasan amarahnya.


Hahaha.. kenapa? kau ingin membunuhku! maka ayahmu pun akan mati dan kita sekeluarga. Ingat! hidupmu bergantung padaku..



“Kau sangat keji.. aku bersumpah, jika terjadi sesuatu hal pada Jasmeen, maka aku akan membuatmu mati dengan tersiksa, hingga kau memohon untuk mati sendiri..” peringat Cullen, cukup membuat bunda Sonya bergidik.


Ciihh… “kau tidak akan berani melakukannya. Bagaimana pun juga akulah yang telah melahirkanmu, maka aliran darahku ada padamu, itulah kutukan takdir keluarga kyleer,.” tukas sang bunda Sonya membuat Cullen tidak tahan.


Cullen pun pergi dari kediaman keluarga Kyleer.


Ia marah sangat marah, rasanya ia ingin menyiksa semua anggota keluarganya. Namun, jika ia membunuh salah satu anggota keluarganya, maka seluruh anggota Kyleer akan mati pula. Dilema terbesar yang kini Cullen alami sangat berat.


Ia bahkan tak tahu harus mencari keberadaan Jasmeen di mana lagi, terlebih lagi Jasmeen sedang mengandung buah cinta mereka berdua. Ia semakin hancur, putus asa, tak berdaya, tak sanggup untuk melanjutkan hidupnya.


“Jasmeen… mengapa begini… dewa.. mengapa kau takdirkan aku hidup seperti ini..” lirih Cullen.


Srakkhh srakkhh srakkhh…


Cullen kembali menyay*t pergelangan tangannya. Darah menetes bercucuran deras, ia hampir kehilangan akal sehatnya.


**


Sementara di sisi lain…**


***


“Fhilip fhilipp…” gema suara memenuhi ruangan kerja ayahnda Fhilip Kyleer.


“Siapa.. mami.. apa ini suara mami..” ujar ayahnda Fhilip, lalu bangkit dari kursi kerjanya.



Whusstt whussttt… hembusan angin yang begitu dingin kian menusuk hingga ke tulang-tulang.


“Fhilip! mengapa kau biarkan cucuku menanggung segala kutukan itu..” gema suara yang masih belum menampakkan wujudnya.


“mami… apakah ini mami..” ayahnda Fhilip terlihat begitu merindukan sosok sang ibunya (Natahasya).


“Mengapa nak, seharusnya kau jangan egois dengan hidupmu, sehingga kau membuat begitu banyak nyawa tak bersalah hilang..”


“mami.. mami.. kumohon keluarlah mami…”


“Fhilip… apakah kau ingin membuat mami tidak tenang di dunia elf…” sosok sang ibunya pun muncul, namun dengan wujud yang masih terlihat sangat muda.


Wajah mami Nathasya/ ibu Fhilip pun sangat mirip dengan wajah cantik Jasmeen.

__ADS_1



****


__ADS_2