
“Mr. Devil – Season II”
Author by Natalie Ernison
Jasmeen lagi-lagi menerima penghinaan lebih buruk dari bunda Sonya. Bahkan ia dipermalukan di tenga-tengah orang banyak.
“Kediaman Jasmeen”
Aku ingin membersihkan diriku, bos silakan duduk.. ujar Jaes mempersilakan Zeros duduk di sebuah ruang tamu sederhana.
Selama dalam kamar mandi ia menangis meratapi segala hal yang telah ia alami selama ini.
“Jasmeen… Jasmeen…” Zeros memanggilny, namun tak ada suara terdengar.
“Apa yang Jasmeen lakukan sehingga begitu lama..” gumam Zeros, lalu berjalan menuju kamar mandi.
“Jasmeen!! Jasmeen!!” Zeros terus memanggil, namun Jaes tak menjawabnya, hingga akhirnya ia begitu cemas.
Zeros mendobrak pintu kamar mandi yang ternyata tidak terkunci.
“Jasmeen…” jerit Zeros, saat melihat Jasmeen terkapar di dalam buthub miliknya, dengan posisi shower yang masih menyala.
Ah, sial!! Jasmeen sedang tak berbusana, ia hanya mengenakan celana dalam dan bra, karena ia sedang mandi. Zeros menghentikan niatnya ingin mengangkat tubuh Jaes, namun ia tak mungkin membiarkan Jaes.
Zeros pun nekat mengangkat tubuh polos Jaes, meletakkan di atas kasur, dan menyelimutinya.
“Jasmeen.. apa yang terjadi..” gumam Zeros.
Ia terus mondar mandir, begitu gelisahnya menunggu Jaes sadar, hingga pagi pun datang.
“Kau sudah bangun..” ujar Zeros yang terlihat tak baik, mata berkantung, akibat semalaman ia bergadang menjaga Jaes.
Bos, maaf aku.—Jaes menyadari tubuhnya tanpa busana.
“Tidak perlu khawatir, aku hanya membantumu untuk berbaring, dan selebihnya aku tak melakukan apa pun..”
Jaes sangat malu, dan ingin rasanya ia menghilang.
“aku sudah membelikanmu makanan, jadi istirahatlah…” Zeros pun pergi meninggalkan Jaes sendiri.
Sementara di sisi lain…
***
“Kediaman Cullen Kyleer”
Hakkkk argghkk… hakk ahkk… suara lenguhan ringisan memenuhi mansion mewah milik Cullen.
Kau berani menemui wanita jalang itu, maka bunda akan membakarnya hidup-hidup! peringat bunda Sonya dihadapan tubuh Cullen yang sedang di rantai.
“Lepaskan aku bunda! jangan sampai aku menghancurkan keluarga Kyleer!!” jerit Cullen, dengan tubuhnya yang terlihat berdarah-dara* akibat rantai yang membelenggu di kaki dan tangannya juga area tubuh lainnya, dalam keadaan duduk di lantai, bagaikan budak.
Aku ibumu! dan kau harus menurut padaku!!
“Ibu? hahahaa…” Cullen tertawa lepas.
“Lucu sekali wanita keji sepertimu menyebut dirimu ibu! kau bahkan jauh lebih menyayangi Carl, si anak kesayangmu!! mau sampai kapan bunda bersandiwara, seolah-olah menjadi seorang ibu yang baik!!!" teriak Cullen membuat rantai pada tubuhnya bergetar.
Yah, Carl adalah anak terbaik, dia tidak aneh sepertimu!! tapi aku cukup memberimu apresiasi, karena kesuksesanmu telah membuat nama keluarga Kyleer di kenal banyak orang..
“Lepaskan aku bunda..”
Bunda!! ahhaha…
Pantaskah kau memanggilku dengan sebutan bunda!! dasar anak sialan dan terkutuk! tukas bunda Sonya lalu meninggalkan Cullen dalam kegelapan dengan keadaan tubuh di rantai.
>>
“Bunda, mengapa kakanda Cullen harus dirantai?” ujar seorang pria tampan bertanya pada bunda Sonya.
__ADS_1
Carl, anak kesayangan bunda.. ayahnda sedang pergi, jadi kita akan kuasai kekayaan ini, dan bunda hanya pernah memiliki satu anak…
“tapi kakanda Cullen, adalah kakakku bunda..”
Tidak Carl!! kau jangan banyak berhubungan dengan anak terkutuk itu, bahkan dipemakaman nenek Nathasya, dia tak menangis… bunda sangat benci…
“bunda lepaskan kakanda Cullen..”
Carl…
“Bunda, jika bunda menyangiku, lepaskan kakanda Cullen..” pinta Carl yang merupakan adik dari Cullen.
Tapi dia harus membuat kesepakatan dengan bunda…
Bunda Sonya pun berjalan melangkah menuju ruang di mana Cullen di rantai.
Pengawal! lepaskan! titah bunda Sonya untuk melepaskan belenggu rantai perak dari tubuh Cullen.
Ahkk hak.. lenguh Cullen yang merasakan sakit disekujur tubuhnya.
Cullen, berjanjilah untuk tidak dekat dengan Jasmeen, jika tidak! jangan salahkan bunda, jika bunda akan melenyapkan orang-orang yang dekat dengannya, dan bahkan membunuhnya! peringat sang bunda Sonya lalu pergi begitu saja.
“Kakaknda..” ujar Carl ingin menghampiri Cullen.
Carl!! jangan dekati anak sialan terkutuk itu!! bentak sang bunda, dan membuat Carl mengurungkan niatnya untuk membnatu Cullen bangkit dari keterjatuhannya.
Kalian semua pengawal, pelayan bodoh! rawat tuan kalian, atau akan kubuat kalian menderita hingga seluruh keturunan kalian!
Baik nyonya besar… ujar para pekerja mansion kediman Cullen.
Mereka pun bergegas menuju ruangan tempat Cullenj dibelenggu dengan rantai perak tadi.
Tuannn… lirih para pelayan.
“Keluar!!” bentak Cullen, kembali seperti dirinya yang selalu kasar dan kejam.
Para pelayan hanya menunduk ketakutan, sementara Cullen berjalan dengan susah payah, akibat rasa sakit di sekujur tubuhnya.
Kamar pribadi Cullen…
“Jasmeen…” lirihnya dengan berlingan air mata dan menahan rasa sakit pada tubuhnya, karena sudah cukup lama ia tidak ingin menghisap atau meminum darah manusia.
-----------
Kilas sejenak…
“mengapa anakku begini..” gumam ayahnda Fhilip saat melihat Cullen yang baru saja lahir dengan sorot matanya yang sangat tajam (Mr. Devil I).
Mengapa ayah, bukankah putra kita tampan.. tukas bunda Sonya. Namun setelah melihat sorot mata Cullen, ia menjadi sangat membenci bayi tampan itu. Setiap ia melihat Cullen, muncullah rasa benci yang teramat dalam. Hal tersebut berlangsung semenjak Cullen baru saja lahir hingga dewasa kini.
>>
Ahkk.. ampun bunda… lirih Cullen kecil saat sang bunda Sonya membenturkan kepalanya di tembok hingga memar mengeluarkan darah, saat itu usia Cullen kisaran 8 delapan tahun.
“Ingat untuk selalu bersikap baik pada siapa pun, jangan sampai ayahnda tahu hal ini dan semuanya, jika tidak aku akan membunuhmu!” tukas bunda Sonya. Seakan-akan Cullen adalah sebuah kesalahan dalam hidupnya.
Berkali-kali bahkan sering kali Cullen menerima siksaan fisik dari sang bunda, dan hal itu tanpa sepengetahuan sang ayahnda Fhilip.
Beberapa tahun setelahnya, bunda Sonya pun melahirkan seorang anak lelaki yang tak kalah tampan. Anak lelaki tersebut begitu disayangi melebihi apa pun, bahkan Cullen pun tak pernah menerima kasih sayang yang tulus. Kasih sayang yang Cullen rasakan selama ini hanyalah kepalsuan belaka. Bunda Sonya akan bersikap pada Cullen saat dihadapan keluarga Kyleer.
Sering kali Cullen begitu bersedih melihat bagaimana Carl begitu di sayangi oleh sang bunda. Rasa sedih yang terpupuk itu semakin dalam, hingga membuat Cullen tak lagi merasakan kesedihan itu.
“dasar anak sialan! berani sekali kau membuat anakku terluka!!”
Bhukkk bhukkkk… bunda Sonya menendangi tubuh Cullen, Cullen hanya terdiam menerima perlakuan sang bundanya.
Bunda hentikan! kakanda tidak bersalah, akulah yang kyrang hati-hati bunda!! ujar Carl berusaha menghentikan sang bunda.
Terjadi dan terus terjadi, Cullen menjadi sosok yang begitu dingin pada siapa pun.
“Anak sialan! anak terkutuk!”
__ADS_1
Bhukkk bhukkk… tendangan pukulan dan seterusnya, itulah yang selalu bunda Sonya lakukan pada Cullen.
Arghhh…. Cullen mengerang parau, hingga muncullah taring-taring tajamnya, dan akibat kekerasan yang ia terima itu, membuat Cullen harus melindungi dirinya.
Ia mendorong bunda Sonya hingga terpental, dan membuat lengan sang bunda terluka karenanya.
“Ada apa ini??” jerit ayahnda Fhilip dan segera membantu sang bunda.
Ayah, Cullen ingin membunuh bunda, hanya karena bunda menegurnya… ujar sang bunda yang berpura-pura.
“Cullen! kamu sangat keterlaluan, kemarin kau membunuh anjing penjaga rumah, sekarang kau ingin membunuh bundamu sendiri!!” bentak sang ayah, lalu menampar wajah Cullen dengan sekeras mungkin.
Ayah ayah! kakanda tidak membunuh anjing penjaga rumah kita, tapi akulah yang memukul anjing itu ayah… lirih Carl.
Carl, kau anak bunda yang baik.. kau bahkan berbohong pada ayah, dan menuduh dirimu sendiri, hanya demi kakaknda… lirih sang bunda mendekap Carl, dan membungkam Carl agar tidak mengatakan yang sebenarnya.
Ahkk ampun ayah…. ringis Cullen, saat sang ayahnda mencambuk tubuhnya dengan sabuk pinggang.
Splashhh splashhhh.... cambukan dari ayahnda Fhilip.
“Mulai saat ini kau tidak lagi tinggal di kediaman Kyleer, tapi kau akan tinggal bersama kakek Kyleer..” teriak sang ayahnda dan menghentikan cambukan tersebut.
Cullen hanya berusaha agar tidak menangis, bahkan ia tertawa terbahak-bahak. Baginya hal itu bukanlah hal baru, dan akhirnya Cullen tinggal di sebuah mansion kakek Kyleer.
Di sana Cullen benar-benar fokus belajar bisnis dan lainnya. Seluruh kehidupannya hanya untuk bekerja dan mengumpulkan harta.
Hingga suatu saat, Cullen mulai menjadi sosok iblisnya dan tak mampu membendung hasratnya untuk segera meminum darah.
Cullen memulai terbiasa meminum darah, hingga membunuh pemasok darah dengan tanpa ampun. Karena sejak masa kecilnya dipenuhi dengan penderitaan, kekerasan fisik yang selalu ia terima dari sang bunda dan juga terkadang dari ayahnda Fhilip, karena bunda Sonya yang selalu menuduhnya melakukan hal yang jahat.
Namun seiring berjalannya waktu, Cullen kini menjadi seorang jutawan. Hal itu membuat bunda Sonya mulai memandangnya sebagai anak, namun dengan mitivasi agar harta jatuh di tangannya.
Cullen sangat menyayangi sang bunda, sekali pun sang bunda tak pernah menganggapnya sebagai anak.
Cullen tumbuh dalam penderitaan, dan hal itu membuatnya kehilangan hati nuraninya, dan manjadi pria sadis dan keji.
Bunda Sonya tak pernah tulus menyayangi Cullen, ia hanya berpura-pura bersikap baik demi status sosialnya. Itulah pula yang membuat kepribadian Cullen sangat dingin ( #jawaban dari keresahan readers dengan kepribadian Cullen, padahal ayah bundanya baik. Yos, inilah penjelasannya😉)
----------
Ahk… “Jasmeen…”lirih Cullen sambil menahan sakitnya bekas belenggu sang bunda. Bunda Sonya memegang sebuah kendali agar Cullen tak berani malakukan perlawanan padanya, bahkan tunduk pada sang bunda.
***
Jasmeen akhirnya kembali bekerja di sebuah perusahaan penerbitan tempat Zeros bekerja.
Saat sedang bekerja, tiba-tiba Jasmeen mendengar suara yang tak asing baginya. Sesaat setelah mendengar suara itu, ada suatu kerinduan mendalam dalam lubuh hati Jaes. Jaes pun keluar dari ruang kerjanya.
Ternyata itu adalah suara Cullen. Entah mengapa, Jaes sangat bahagia melihat kehadiran Cullen, namun…
“Hai…” ujar Cullen sambil tersenyum, namun bukan untuk Jaes, melainkan seorang wanita cantik yang sangat terkenal di perusahaan tersebut.
Wanita itu langsung merangkul Cullen, mereka melewati Jaes, dan Cullen sama sekali tak menganggap Jaes ada.
Tak seperti biasanya, Cullen tak menghiraukan keberadaan Jaes.
Tiba-tiba saja rasa sesak di dada Jaes seakan terasa menyakitkan. Yah, ia merasa sesak saat Cullen melaluinya dan tak lagi mempedulikannya.
What....
"mengapa dadaku sangat sesak dan sakit, bukankah dia hanya pria bajing*n..." lirih batin Jaes.
****
__ADS_1