Mr. Devil Season 2

Mr. Devil Season 2
Apakah cintaku sudah terlambat?


__ADS_3

“Mr. Devil – Season II”


Author by Natalie Ernison


Setelah sekian lama, akhirnya Jasmeen bertemu kembali dengan si pria jahilnya, Cullen. Namun Cullen tak lagi seperti dulu, ia bahkan tidak lagi menghiraukan Jasmeen. Jasmeen pun kini sudah mulai memikirkan sosok Cullen, si pria sadisnya, namun semua telah berubah untuknya.


Jasmeen hanya mampu menghela napas perlahan, dan berusaha menahan rasa yang kini menyesakkan baginya. Cullen sudah tidak lagi memperhatikannya, Jasmeen cukup heran dengan perubahan Cullen padanya.


“Semuanya, harap beri hormat kalian pada pemimpin perusahaan Kyleer group…” ujar salah seorang pekerja sekaligus sang atasan tempat Jaes kini bekerja.


Semua pegawai tunduk dan sedikit membungkukkan diri, sebagai tanda penghormatan mereka pada tuan Cullen Kyleer.


Terimakasih tuan Cullen, telah bersedia hadir dalam acara diesnatalis perusahaan kami… tukas sang atasan Jaes sambil menyalami Cullen dengan penuh rasa hormat.


“Yah, terimakasih atas sambutan perusahaan penerbitan ini..” jawab Cullen dengan gayanya yang selalu  dingin dan berwibawa.



"Tuan Cullen silakan ikuti aku, aku akan membawa tuan ke ruangan vip khusus tamu kehormatan.." ujar seorang wanita yang kini bersama dengan Cullen.


Hmm… gumam Cullen hanya dengan tersenyum miring, lalu mengikuti arahan sang wanita.


“Jasmeen, kemarilah!!” panggil sang wanita yang sedang bersama Cullen.


Iya nona… jawab Jaes, lalu bergegas menuju arah si wanita.


“Kamu tolong siapkan beberapa makan siang untuk tuan Cullen, dan segera perintahkan office boy/ girl untuk mengantarkannya ke ruangan vip..” peringat si wanita.


Baik nona Khim… jawab Jaes lalu segera melaksanakannya.


Setelah beberapa saat kemudian…


Tok tok tok…. suara ketukan pintu ruang vip tempat Cullen saat ini.


Jaes tiba bersama beberapa office boy dan girl untuk mengantarkan beberapa makan siang.


Di sana sudah terlihat si wanita tadi yang bernama Khim, bersama tuan Cullen sedang bercengkrama manja.


“Hei! tidakkah kalian lihat kami sedang sibuk (sibuk bermesaraan, dan mencari kesempatan agar dapat mendekati tuan Cullen)..” bentak nona Khim.


Para office boy/ girl hanya menunduk ketakutan, karena di sana sudah ada tuan Cullen, dan mereka tahu betul bagaimana disiplinya si pimpinan itu dalam memimpin perusahaannya.


Hah.. Jaes menghela napas dan mencoba untuk berbicara.


Maaf nona Khim, bukankah nona yang meminta kami untuk menyiapkan makan siang dan lain sebagainya.. tukas Jaes dengan penuh keyakinan.


“Kau pegawai baru terlalu banyak bicara!!”


Nona Khim



Maaf nona Khim, aku hanya mengatakan yang sebenarnya…


“Kau!!” nona Khim meraih gelas yang berisi air, lalu…


Byuurr…


Ia menyirami Jaes dengan segelas air, Cullen pun langsung beranjak dari sofa yang saat itu ia duduki.


“kalian, silakan letakan makanannya, dan keluarlah..” tukas Cullen berdiri di hadapan Jaes, ia memandangi Jaes yang kini basah kuyup.


Terimakasih tuan… jawab Jaes, lalu keluar.


>>


Hahh… “sial sekali hari ini..” gumam Jaes, sambil membersihkan dirinya. Ia hanya bisa bersabar atas perlakuan nona Khim.



Nona Khim yang memang dikenal sebagai wanita arogan, dan tanpa belas kasihan. Karena posisinya yang ialah kerabat dari pemilik perusahaan tersebut, ia juga memiliki kedudukan yang cukup baik di perusahaan.


Jaes sebelumnya belum pernah bersitegang dengan nona Khim, karena Jaes lebih banyak menghabiskan waktunya di ruang kerjanya. Namun hari ini nona Khim berbeda, mungkin karena ingin lebih menarik perhatian tuan Cullen.


“Nona Jasmeen, maafkan kami, karena nona harus menerima perlakuan kasar nona Khim..” tukas beberapa office boy/ girl yang beberapa saat lalu bersama Jaes.

__ADS_1


Yah, tidak masalah.. kalian kembalilah bekerja.. tukas Jaes dengan wajah tersenyum. Baginya nona Khim tidak akan mempengaruhi kinerjanya.


Tiba saatnya malam perayaan diesnatalis…


Semua tamu yang hadir ialah orang-orang penting, Cullen pun turut serta hadir. Karena Cullen merupakan tamu kehormatan mereka.


“Jasmeen, nikmatilah pestanya, jangan pikirkan deadline..” tukas Zeros yang datang menghampiri Jaes.


Iya bos, aku hanya bosan dengan acara begini… ujar Jaes sambil menyandarkan dirinya di tembok sisi aula acara perayaan.


“Mengapa boring, tidakkah acaranya begitu meriah…” Zeros memperhatikan dengan seksama arah sudut padang Jaes. Ternyata Jaes sedang memandangi Cullen yang saat itu sedang asyik bercengkrama bersama para pimpinan lainnya, juga nona Khim tak lepas darinya.


Hmm… “Jasmeen, jika kau menyia-nyiakan kesempatan untuk mendekatinya, maka kau akan selalu kalah..” bisik Zeros menggoda Jaes.


Bos, hentikan… tukas Jaes dengan pandangan menyipitkan matanya pada Zeros.


Hahha… Zeros tertawa geli dengan ekspresi wajah Jaes.


“Kau sangat lucu Jasmeen, kau jelas-jelas tidak rela priamu bersama wanita lain, namun kau masih sanggup bersandiwara, seolah-olah tak membutuhkannya..”


Bos, kukatakan sekali lagi, hentikan!! Jaes mencubiti Zeros dengan gemasnya, dan keduanya terlihat sangat dekat.


“Okay okay, nona Jasmeen.. ampuni hamba..” ujar Zeros dengan nada bercanda.


dan…


Wau… aku baru mengetahui, jika tuan  Zeros menjalin hubungan dengan pegawai baru kita.. tukas seorang wanita yang baru saja tiba.


“Ohh nona Khim, selamat malam..” sapa Zeros dengan wajahnya yang seketika tak lagi terlihat bahagia.


Ohh nona Jasmeen, aku hanya ingin meminta maaf atas siraman air dariku siang ini. Lain kali aku tidak akan menahan diriku, jika kau masih melakukannya.. tukas nona Khim dengan pandangan yang cukup merendahkan Jaes.


Tidak masalah nona Khim, akulah yang bersalah.. jawab Jaes dengan wajah tersenyum biasa.


Tuan Cullen, lihatlah! dia tidak mempermasalahkannya… ujar si nona Khim sambil merangkul Cullen.


“Oke, kami pamit ke ruangan lainnya untuk melihat-lihat..” tukas Zeros, karena ia tahu Jaes tidak akan senang dengan pemandangan itu.


Oke tuan Zeros, bersenang-senanglah… ujar nona Khim.


***


“Yah, sangat terang.. hmm, bagaimana jika kita membahas perihal naskahmu…”


Bos.. bahkan saat waktu istirahatku, bos masih mengejar naskahku.. keluh Jaes sambil memukuli Zeros.


Hahha… “tentu saja…” ujar Zeros dengan tertawa.


“Jasmeen, kau wanita yang terlalu baik untuk disakiti dengan cara seperti itu..” batin Zeros. Ia tersenyum sendu melihat tingkah Jaes. Ia tahu dibalik senyuman, tawa Jaes saat bersamanya, sebenarnya Jaes banyak menyimpan duka dalam batinnya.



Bos, mengapa disaat kita mulai memikirkan seseorang, namun seseorang itu dengan mudahnya berpaling… ujar Jaes dengan wajah tersenyum sendu.


“Itu karena….”


Karena apa bos…?


“Karena naskahmu beberapa hari lagi sudah harus kau serahkan padaku..” hahaha..


Bos Zeros…. teriak Jaes dengan wajah yang terlihat gemas pada si bos cerewetnya.


“Baiklah, saatnya kau masuk dan istarhatlah.. karena besok harus bekerja..” Zeros tersenyum lembut pada Jaes, yang saat itu mereka sedang duduk di lantai dasar gedung rumah susun kediaman Jaes.


Oke, siap bos Zeros…


Tsk.. “baiklah novelis terbaikku…” Zeros begitu menikmati saat-saat ia bisa melihat senyuma Jaes, walau ia tahu Jaes sudah mulai menyimpan rasa pada Cullen.


***


“Perusahana penerbitan xxx”


Wahh.. nona Khim sangat hebat, bisa berkencan bersama tuan Cullen si dingin itu.. riuh para rekan kerja nona Khim, dan kebetulan sekali Jaes sedang melalui mereka.


“Hei, Jasmeen!” ujar nona Khim menyapa.

__ADS_1


Ahh, ia nona… Jaes pun pergi menghampiri nona Khim.


“Jasmeen, mengapa kau tidak bicara padaku, jika kau menjalin hubungan dengan tuan Zeros, dan kau tahu Zeros itu sahabat baik tuan Cullen, bukan?” tukas nona Khim, seketika itu juga sikapnya berubah baik pada Jaes, tak seperti beberapa hari yang telah lalu.


Aku tidak akan berani sembarang bicara pada anda, nona.. jawab Jaes singkat.


“Selamat bekerja nona Jasmeen…” tukas nona Khim, dan terlihat sedikit ramah hari ini.


Huh… “Sepertinya percuma saja memberi penjelasan tentang kenyataannya, karena itu tidaklah penting..’ batin Jaes, lalu kembali bekerja.


***


Bekerja satu perusahaan bersama nona Khim, yang di gosipkan ialah kekasih dari Cullen. Hal itu membuat Jaes hanya bisa berdiam diri, karena ia sangat tahu posisinya.


"Resto xxx"


Bos, aku tidak ingin di gosipkan lagi.. dan jika aku berusaha menjelaskan pun percuma saja.. keluh Jaes yang saat itu sedang bersama Zeros di sebuah resto cepat saji.


Sehhhttt…


“Kau bahkan lebih banyak bicara dariku saat meminta naskahmu! sekarang duduk manis saja…” tukas Zeros sambil duduk, menunggu seseorang.


Bos, sebenarnya kita sedang menunggu siapa? ujar Jaes heran.


“Itu…” ujar Zeros sambil mengarahkan pandangannya pada beberapa orang yang baru saja tiba.


Mereka… gumam Jaes, saat melihat Cullen hadir bersama nona Khimk, bahkan ada nyonya Sonya pula.


Maaf, kami terlambat… ujar nona Khim yang selalu merangkul Cullen.


Kau… tukas bunda Sonya.


“Ahh nyonya, kenalkan ini kekasihku..” tukas Zeros sambil merangkul Jaes. Mata Cullen langsung membulat saat melihat tangan Zeros merangkul Jaes.



Ohh, jadi tuan Zeros adalah kekasih nona Jasmeen.. hmm.. wanita lincah yang luar biasa! tukas binda Sonya dengan pandangan seakan  Jaes hina.



“Nyonya Sonya, ini adalah pegawai terbaik perusahaan kami, mohon jika ada hal lain, jangan salahka dia..” tukas nona Khim, tentu ia sudah bersikap baik pada Jaes, karena Jaes dikatakan ialah kekasih Zeros, yang ialah atasannya di perusahaan.


Ohh baguslah… tukas bunda Sonya dengan tatapan yang masih saja sinis.


Mereka menyantap makanan mereka dengan santai, namun berbeda dengan Jaes. Ia sangat tidak nyaman dengan tatapan bunda Sonya yang sangat tak menyukainya, bahkan Cullen pun menatap dalam dirinya.


“Aku sangat menyukaimu Khim, kau adalah wanita sempurna untuk anakku..” tukas bunda Sonya sambil merangkul nona Khim.


Terimakasih banyak nyonya… ujar nona Khim dengan manjanya.


“Cullen, kau anak sulung bunda, bunda berharap kalian segera melaksanakan pernikahan..”


Cullen bak tersambar petir, ia sejenak menghentikan makanannya.


Tentu saja nyonya.. jawan nona Khim dengan bahagia.


“Tunjukkan bahwa kalian adalah sepasang kekasih, di hadapan kami semua..” tukas bunda Sonya.


Maksud nyonya, kami berciuman… ujar nona Khim dengan gugup.



“Yah, ide bagus…” ujar bunda Sonya.


“Bunda, itu terlalu kekanakan..” tukas Cullen, yang akhirnya bicara, setelah sedari tadi hanya diam saja.



Cullen, apakah kau ingin bunda meragukan hubungan kalian, apa…


“Bunda…” Cullen menatap dalam sang bunda.


Nyonya, tentu saja… ujar nona Khim, lalu langsung saja menyambar bibir Cullen, di hadapan Jaes, Zeros dan juga para pengawal.


“Kau..” tukas Cullen dengan wajah yang sangat tidak senang.

__ADS_1


Jaes terdiam membatu, ia hanya bisa berdiam, dan perlahan meraih segelas air lalu meneguk segelas air itu.


****


__ADS_2