
“Mr. Devil – Season II”
Author by Natalie Ernison
Cullen masih terpuruk dalam rasa kehilangannya akan keterpisahannya dengan wanita yang begitu sangat ia cintai. Keadaannya kian memburuk saja, bahkan enggan untuk meminum darah lagi. Hanya duduk di dalam kamar pribadinya, tak ingin berinteraksi dengan siapa pun.
-------------
“Mansion Kediaman Cullen”
Tuan, makanlah, ini sudah berhari-hari tuan belum menyentuh darah segar milik tuan. Tukas salah seorang pelayan wanitanya.
“Kalian pergilah, aku tidak ingin bertemu dengan siapa pun!” perintah Cullen kesal, dan enggan untuk berbalik. Ia hanya duduk di sofa, memandangi area mansionnya yang dikelilingi pepohonan rindang.
Hahh… “apa yang harus kita lakukan pada tuan…” lirih para pelayan yang prihatin melihat keadaan tersiksa Cullen.
“Sial!!” umpat Cullen sambil menendangi lemari mewah yang berada di dalam kamar pribadinya.
“Apa yang harus aku lakukan padamu Jasmeen!!” teriakan Cullen lagi-lagi membuat bising penghuni mansion mewah miliknya.
Sementara disisi lain…
“Kediaman Timoty”
Jasmeen semakin kurus saja, dan wajahnya jarang memberikan senyuman pada siapa saja yang ia temui.
“Nona Jasmeen, makanlah.. tuan muda akan sangat marah jika nona tidak menghabiskan makanan nona..” ujar sang pelayan wanita dengan nada memohon.
Letakkan saja di sana! titah Jaes, ia bahkan tak menghiraukan apa yang dikatakan para pelayan.
“Nona, tuan muda…—“
Apakah kalian hanya bisa banyak bicara! pergi! teriak Jaes, dan membuat para pelayan pergi begitu saja dari kamar pribadinya.
Membuka layar laptop dan..
“Tuan Cullen..” gumam Jaes, sambil membuka isi pesan emailnya.
Ada begitu banyak pesan-pesan yang baru dapat ia baca. Karena selama ini ia berada di bawah kendali sang kakaknya, Timoty. Ia bahkan tidak diberikan akses internet dan lain-lainnya. Ia hanya diberikan laptop sebagai teman pengusir sepinya. Namun kali ini Timoty cukup lalai memperhatikan keamanan rumahnya.
Tanpa banyak berpikir, Jaes pun langsung segera membalas pesan-pesan email dari Cullen. Tentu saja tanpa sepengetahuan dari Cullen.
***
“Mansion Kediaman Cullen”
“Jasmeen!” Cullen langsung terlihat begitu bersemangat saat melihat ada pesan email masuk dari wanita tercinta dan kesayangannya.
Cullen: “Aku sangat merindukanmu wanitaku.. cepat katakan di mana kau sekarang?”
Jasmeen: “Aku pun merinndukanmu tuanku. Aku di ----“
Jasmeen langsung mengatakan letak keberadaannya secara diam-diam.
Cullen langsung bergegas untuk segera menemui Jasmeen, dengan segala resiko yang ada sudah tak lagi ia pikirkan.
>>
“Mengapa tuan tiba-tiba membatalkan semua pertemuan…” ujar para pekerjanya juga asisten pribadinya.
Meraih mantel kulit miliknya, dan melaju dengan mobil sportnya. Ia bahkan menyetir sendiri, tanpa bantuan para pengawalnya.
Sementara itu…
***
“Nona Jasmeen, kami akan pergi untuk berbelanja.. mohon tetap istirahat..” ujar para pelayan.
__ADS_1
Yah, pergilah. jawab Jaes singkat. Ia bahkan terlihat baik-baik saja dan lebih baik.
Diam-diam Jaes menyelinap keluar, setelah sekian lama ia tidak menghirup udara segar di luar.
Mengenakan pakaian kasual juga shal sebagai penghangat tubuhnya.
>>
Dengan rasa gugup, Jaes berusaha berjalan menyusuri area perumahan mewah tempat kediaman Timoty, sang kakaknya.
Wajah Jaes sudah terlihat begitu pucat dan kondisi tubuhnya pun begitu lemah.
“kemana pria itu..” batin Jaes, sambil melihat sekelilingnya.
Greppp…. seseorang mendekapnya dari arah belakang.
Ahkk.. lenguh Jaes, ia terkejut karena tiba-tiba ada yang mendekapnya.
“Aku sangat merindukanmu..” ujar si pria, yang ialah pria terkasihnya.
Tuan.. lenguh Jaes, dan berbalik badan.
Cup…
Cullen langsung menyambar bibir Jaes, dan bahkan langsung membawa tubuh Jaes ke dalam mobil mewah miliknya.
Hahh hhh… tuan, hentikan! kita sedang di area umum..
“Yah, kita pergi sekarang..” Cullen langsung melaju mobil miliknya.
Sepanjang perjalanan, Cullen terus menggenggam erat tangan Jaes, seakan takut jika wanitanya akan pergi lagi.
***
Mereka terhenti di depan sebuah gedung apartemen super mewah.
Bergegas menuju sebuah kamar yang begitu mewah dengan design yang sangat tak kalah mewah dengan tampilan gedungnya.
Dengan tidak sabaran, Cullen langsung mengecup, mencumbui Jaes.
“Aku sangat merindukanmu.. aku hampir mati tanpamu..” racau Cullen sambil terus membuat Jaes mengeluarkan suara desahannya yang kian membuat pening.
Hakkhh hhh… lenguhan, desahan Jaes memenuhi ruangan kamar apartemen mewah yang kini mereka tempati bersama.
Tuannnhhhh… sakkkhhiittt… lenguhan Jaes semakin parau saja. Cullen langsung menggempurnya, menyatukan tubuh mereka dalam kerinduan yang selama ini menyiksa batin Cullen.
“Mengapa kau sangat bisa membuatku menderita sayang..” racau Cullen, sambil terus menggempur Jaes tanpa ampun.
Kepala Jaes benar-benar pening tak karuan. Cullen lagi-lagi membuatnya kesakitan, juga rasa nikmat yang tiada taranya.
Karena kuatnya gempuran Cullen, hal itu membuat area **** milik kepunyaan Jaes terluka hingga mengeluarkan darah segar.
Hakk.. hhh… desahan tadi kini berubah menjadi ringisan rasa sakit.
Tuann.. sakkkiitt.. hhh… lenguh Jaes. Namun dibalik rasa sakit di area *** milik kepunyaannya, juga rasa nikmat itu semakin membuat Jaes menggila.
Cullen semakin menggila tak karuan karena rasa nikmat dunia yang kini ia nikmati. Ia hampir gila karenanya, rasa nikmat tubuh Jaes telah membuatnya semakin hanyut dalam percintaan.
Merem*s seprei sekuat tenaga, peluh bercucuran, kepala menengadah ke atas.
Hah, Jaes sungguh gila dan tak sanggup menghentikan kegiatan panas mereka.
Cullen pun terus mempercepat durasi gempurannya, Jaes benar-benar kalap tak mampu.
Arghhk… hahkkhh hhh hhh… deru napas Jaes tersengal, dan semakin berat saja.
Waktu terus berjalan, sudah beberapa jam berlalu, Cullen rupanya masih saja bertenaga. Sedangkan Jaes sudah terkapar tak berdaya.
__ADS_1
Sekali lagi Cullen membuat Jaes mendesah panjang, parau dan kehilangan akal sehatnya.
Akhirnya Cullen menghentikan gempurannya, Jaes pun akhirnya mampu menarik napas panjang.
Susah payah Jaes mencoba bangun dari pembaringannya. Tubuhnya begitu lelah, lemas tak bertenaga. Pening yang kian membuatnya hampir kehilangan kesadaran.
“Kau sangat luar biasa sayang..” ujar Cullen sambil membelai lembut area wajah Jaes.
Jaes hanya tersengal-sengal, dengan sorot mata sayunya. Hal itu semakin membuat Cullen benar-benar gemas.
“Istrahatlah sayang…” keduanya pun akhirnya terlelap setelah berjam-jam bercinta.
Jaes bahkan belum mengenakan pakaiannya, hanya terlentang di balik selimut tebal mereka.
“Wanita kecilku sangat manis saat tertidur. Sebenarnya tenagaku masih sangat banyak untuk menghajarmu, namun sepertinya aku tidak boleh egois..” gumam Cullen. Dengan seringai senyumannya, ia bahkan masih tetap terjaga selama Jaes tertidur.
Keesokkan harinya…
“Wanitaku masih sangat kelelahan ternyata..” gumam Cullen yang baru saja selesai membersihkan dirinya. Sementara Jaes masih terlelap dalam segala kelelahannya.
Cullen terus memandangi wajah lelah, lemas Jaes.
Hmm hhh… Jaes yang baru saja terbangun. Perlahan membuka matanya, melihat sekitar.
“Sudah bangun…” ujar Cullen sambil membantu Jaes bangkit dari tempat tidurnya.
Ahk yah.. sangat lelah.. ujar Jaes, dengan tersipu malu.
“kemarilah..” Cullen langsung mengangkat tubuh tak berbusana Jaes menuju kamar mandi.
Di sana ia membantu Jaes untuk membersihkan seluruh tubuhnya, Jaes pun hanya diam. Karena tubuhnya masih sangat pegal, akibat kegiatan panas mereka.
Setelah selesai membersihkan diri, Cullen pun telah mempersiapkan sarapan bagi Jaes, juga dirinya.
“Biar aku membantumu makan..” Cullen langsung menyuapi Jaes dengan penuh kasih dan kelembutan.
>>
Jaes pun menyelesaikan makanannya, dan hendak beristirahat kembali, namun…
“Aku ingin lagi sayang..” bisikan nakal Cullen membuat bulu kuduk Jaes merinding.
Tuan, aku ..---
“Mengapa sayang.. hmm…” Cullen langsung melakukan kegiatan nakalnya, dan langsung berhasil membuat suara desahan Jaes terdengar indah ditelinganya.
Hakk hh.. tuann.. hentikannn hhh..
“Aku tidak akan *****mu. Kita hanya bermain sebentar sayang..” ujar Cullen sambil terus melanjutkan kegiatannya.
Ia lagi-lagi menggempur Jaes, namun tidak menyatukan tubuh mereka, melainkan hanya making out.
Jaes benar-benar kelelahan dan tak berdaya kali ini. Cullen sudah sekian lama menahan hasratnya yang begitu menggebu-gebu.
***
Hallo… diawal tahun 2020 ini thor ingin lebih mengenal para readers semuanya. Di bawah ini ada alamat sosmed thor, juga whatsapp number thor, biar kita bisa membuat group. Sekedar ingin mengenal kalian semua..
👇👇
Love u all…
https://chat.whatsapp.com/G4fZYWg4fuMDIbAxAVNizU
__ADS_1
Nama pena di ******* juga sama dengan nama pena di Mangatoon yah ders😉💋❤