Mr. Devil Season 2

Mr. Devil Season 2
Apakah pengakuanku sudah terlambat?


__ADS_3

“Mr. Devil – Season II”


Author by Natalie Ernison


Jasmeen datang ke kota B untuk memenuhi undangan khusus baginya, yaitu ke salah satu perusahaan penerbit ternama. Dalam kegiatan tersebut, Jasmeen bertemu dengan berbagai orang-orang penting lainnya. Namun di suatu malam itu ada seorang pria yang begitu bersemangat menyambut kedatangannya.


------


“Tuan, maaf! tapi Mrs. Jasmeen sepertinya sedang ada urusan lain,” ujar Mr. Sou yang merasa ditindas oleh pria tersebut, yang ialah tuan Cullen. Cullen pun langsung bergegas pergi.


Yah, Cullen memang tinggal di Kota B. Bahkan setelah kepergian sang istrinya beserta anak laki-lakinya.


Cullen terlihat sangat frustasi, sudah cukup lama ia tak lagi bertemu dengan Jasmeen. Walau sudah beberapa tahun berlalu, perasaannya pada Jasmeen tetap saja sama, bahkan ia hidup dengan penuh kesedihan mendalam.


Arghh… Cullen mengerang parau di dalam sebuah toilet yang berada di area jamuan makan.


Srahhkk srakkkhh… Cullen menggores sebuah garbu di area pergelangan tangannya, hingga mengeluarkan darah segar.


Mengepal kedua telapak tangannya, wajahnya terlihat penuh keputusasaan. Selama bertahun-tahun Cullen hidup dalam keputusasaan. Kehilangan wanita bersama calon bayinya, dan juga saat kelahiran bayi dari


istrinya nona Shen. Nona Shen meninggal dalam keadaan kehabisan darah/ pendarahan hebat. Karena ia melahirkan seorang bayi keturunan kegelapan.


Bahkan setelah anak itu lahir, anak itu pun turut meninggal akibat terlalu berada dalam perut sang ibu/ nona Shen. Karena bagaimana pun juga, nona Shen adalah manusia biasa, ia begitu kesakitan yang teramat sangat, saat akan melahirkan bayi dari Cullen.


                        ***


Cullen berusaha menemukan lokasi tempat Jaes saat itu menginap. Ia bahkan harus menemukan keberadaan Jaes tanpa adanya bantuan dari para pengawalnya.


“Villa xx”


Akhirnya Cullen menemukan keberadaan Jaes melalui informasi yang ia dapatkan dari para anggota perusahaan Jaes bekerja.


Ia datang ke sebuah villa yang cukup elegant, dan soal harga tentu saja mahal.


“Permisi, ada tamu yang bernama Mrs. Jasmeen Aimee?” ujarnya bertanya pada salah seorang pekerja villa.


“Ohh ia tuan, di sini..—“ sang petugas pun langsung mengantarnya menuju kamar Jaes.


Benar, Cullen mendapatkan kamar tempat Jaes sedang menginap. Dengan perasaan yang campur aduk, Cullen terlihat tak sabaran, dan kemudian mulai mengetuk pintu.


>>


Tok tok tok… suara ketukan pintu membuyarkan fokus Jaes, yang sedang menyelesaikan formulir kerjasama bersama perusahaan yang ia sendiri belum mengetahuinya.


Hmm… “Siapa yang bertamu selarut ini..” gumam Jaes, lalu bangkit dari tempat tidurnya.


Saat ia membuka pintu, Jaes tak menemukan satu orang pun di sana. “Aneh.. siapa yang begitu jahil..” keluh


Jaes. Namun seketika tatapannya terhenti di salah satu meja yang berada di samping pintu kamarnya.


“Bunga ini..—“ Jaes meraih seikat bunga yang dikirimkan untuknya. Setelah mengambil bunga tersebut, Jaes pun kembali ke  kamarnya.


Grepp… seseorang mendekap tubuh Jaes.


“Siapa!” lenguh Jaes, ia sangat terkejut, dan seketika menoleh ke belakang…



Sungguh wajah yang sangat Jaes kenali. “Tuan Cullen..” gumam Jaes.

__ADS_1


Belum selesai ia berbicara, Cullen langsung menyambar bibir Jaes dengan begitu rakus. Seakan-akan Cullen begitu lapar akan kehangatan tubuh Jasmeen.


Hhh hh… Plaakk… dengan napas terengah-engah, Jaes langsung mendaratkan pukulannya pada wajah Cullen.


Bibirnya bergetar, tubuhnya terasa begitu ringan dan lemas. “Apa yang kau lakukan tuan! kau sangat bajing*n..” lirih Jaes yang sudah berlinangan air mata.


“Dengarkan aku Jasmeen.. semua bukan keinginanku..” ujar Cullen dengan tatapan yang penuh kerinduan mendalam.


"Pergi.. pergii… jangan usik kehidupan tenangku lagi!!! jerit Jaes, sambil terus memukul dada Cullen.


Kau bajing*n!! kau sampah!! kau.. ka-uu…” jeritan Jaes kini melemah dan ia terhuyung lemas.


“Selama bertahun-tahun  aku menahan diri untuk tidak bertemu denganmu dan juga mencarimu. Semua demi anak kita..”


Anak kita! siapa yang kau maksud!! Jaes gemetar dan menjauh dari hadapan Cullen.


“Ampuni aku Jasmeen. Sungguh aku sangat merindukan anak kita..” Cullen tersungkur di hadapan Jaes dan mendekap kaki Jaes.


Ahk…. “mengapa.. mengapa setelah bertahun-tahun kau datang lagi.. pergii..” lirih Jaes.


“Shen dan anakku sudah tiada untuk selamanya, dan kutukanku akan terlepas dengan syarat. Aku harus mengorbankan anakku juga nona Shen. Namun semua diluar dugaan, mereka bahkan meninggal, sehingga kutukanku hampir terlepas. Kini kutukan sudah terlepas saat aku bertemu kembali dengan cinta sejatiku..” lirih Cullen.


“Kilas sejenak”


Setelah acara pernikahan, Cullen enggan untuk menyentuh nona Shen. Bahkan selama beberapa hari-minggu-bulan, Cullen tak kunjung menyentuh istrinya, Shen.


“Jika kau tidak bersedia menyentuh nona Shen, maka kutukanmu tidak akan pernah hilang. Setidaknya, sentuh dia dan dapatkan anak.” Tukas ayahnda Fhilip.


“Satu hal lagi! jangan pernah temui Jasmeen. Setelah kelahiran anakmu, baru kau bisa memilih.”


Cullen pun bersetubuh dengan nona Shen. Hingga akhirnya nona Shen mengandung, dan saat pertemuan nona Shen dengan Jasmeen di sebuah toko swalayan. Keduanya sama-sama hamil besar, akan tetapi usia kehamilan  nona Shen jauh lebih muda.


>>


Sementara Cullen begitu gelisah menanti kelahiran sang bayinya. Duduk berdiri, duduk berdiri, itulah yang Cullen lakukan selama menanti proses kelahiran.


Hhh.. keringat para dokter bedah bercucuran, dan sepertinya sudah hampir hilang akal. “Bayi ini sangat kuat, dan semakin memakan habis tubuh ibunya. Apa yang harus kita lakukan,” tukas salah seorang dokter bedah yang bekerja pada keturunan manusia kegelapan.


Argh… “tidak.. tidak… selamatkan bayiku.. kumohon..” lirih nona Shen dengan berlinangan air mata pilu.


“Tenanglah nyonya..” tukas sang dokter. Bahkan untuk melakukan bedah pun mereka sangat kesulitan, karena nona Shen terus mengalami pendarahan hebat.


Setelah berjam-jam  tak lagi terdengar suara lenguhan nona Shen. Para dokter hanya mengurut dahi dan menghela napas berat.


Mereka saling mengangguk, “ibu dan anak tidak dapat terselamatkan,” gumam mereka secara bersamaan.


Keluar dari ruang persalinan dengan wajah datar nan sendu. “Tuan Cullen maaf, karena nyonya Shen dan juga bayinya tidak dapat terselamatkan.” Tukas sang dokter turut prihatin.


Ahk… lenguh Cullen lalu tersungkur di hadapan para dokter, juga ayahnya.


Hakk.. ahk… “mengapa ahk…” Cullen bahkan kesulitan bernapas.


“Silakan atur semuanya,” titah ayahnda Fhilip pada petugas rumah sakit tersebut, tentu saja untuk mengurus jasad nona Shen dan bayinya.


Selama beberapa jam Cullen tak sadarkan diri. Ia terus terbaring dengan keadaan suhu tubuhnya yang sangat dingin, bahkan wajahnya begitu pucat pasi.


>>


“ayah..” lirih Cullen sambil terbangun dari atas tempat tidurnya.

__ADS_1


“Kutukanmu telah menghilang Cullen namun tidak sepenuhnya.” Tukas sang ayah, cukup membuat Cullen lega, juga bercampur rasa sedih. Sedih karena kehilangan anak hasil pernikahannya bersama nona Shen.


“Jasmeen telah melahirkan anak untukmu, anak yang sangat tampan..” tukas sang ayahnya.


“Apa!!” Cullen bangkit dan terlihat sangat antusias.


“Namun kau harus bersabar. Tunggu saja beberapa tahun ke depan, Jasmeen akan datang sendiri kemari. Saat itulah kesempatanmu, dan setelah kalian bertemu kutukanmu akan hilang, dengan syarat, Jasmeen pun dalam keadaan belum memiliki pria lain lagi.”


Mendengar penyataan sang ayah, Cullen kembali dalam keterupurukannya lagi. Kehilangan anaknya, walau ia tak pernah mencintai nona Shen. Namun bagaimana pun juga nona Shen pun pernah hidup bersamanya.


Lebih pilu lagi, ia harus bersabar untuk bertemu dengan anak dari Jasmeen. Karena hal itulah yang membuat Cullen cukup kuat menjalani hari-harinya. Ia bahkan sudah tak lagi tergantung dengan pasokan darah perawan. Ia hampir menjadi seorang menusia seutuhnya.


----------


“Kilas selesai”


“Apa kau membunuh anakmu sendiri, tuan?”


Cullen menggelengkan kepalanya. “Tidak, aku tidak membunuhnya, itu murni kematian saat proses persalinan..” lirih Cullen.


Jasmeen pun tak mampu berkata-kata lagi. Ingin marah, tapi siapa yang harus disalahkan. Karena Cullen pun harus menyelesaikan waktu penantiannya.


“Katakan padaku, bahwa kau masih mencintaiku Jasmeen?” pinta Cullen penuh harap dan masih dalam posisi


tersungkur.



Jaes menggigit bibir bawahnya “Yah, ak-uu tidak tahu...” lirih Jaes, ia sebenarnya sangat mencintai Cullen dan tak pernah berpindah ke lain hati.


Cullen membelai lembut wajah Jaes, "mengapa kau masih tidak mampu berkata jujur sayang!" ujar Cullen dengan tersenyum sendu.


Hmm... "kau bahkan pernah menikah dengan wanita lain, apakah kau tahu seberapa menderitanya aku.." keluh Jaes sambil mengembungkan pipinya yang mulai terlihat merona.


Tsk... "Jika kau tak mencintaiku, maka tusuk aku dengan belati ini!" Cullen menyodorkan sebuah belati perak pada Jaes.


Prankkk.... Jaes melemparkan belati perak tersebut, dan bersandar pada dada kokoh milik Cullen. Cullen pun tersenyum dengan sangat bahagia, tentu saja Jaes masih canggung dan sangat dendam pada Cullen. Walau kini ia telah mengetahui segalanya, namun Cullen oerlu diberi pelajaran, pikirnya.


Whusssttt… angin bertiup dengan begitu kencangnya, setelah Jaes mengucapkan kalimat itu.


Cullen bangkit, dan melumat bibir Jaes. “Aku bahagia..” ujar Cullen. Muncul cahaya keemasan  memenuhi ruangan kamar villa Jaes. Namun…


Bhukkh… Setelah saling berpelukan, tubuh Cullen terjatuh dari pelukan Jaes.


“Tuan! tuan! hah.. apa… apa yang terjadi..” lirih Jaes. Dengan berlinangan air mata, Jaes mencoba menggoyang tubuh Cullen.


“Tuan… jawab aku tuan… tolong jangan mengerjaiku tuan.. kumohon..” lirih Jaes semakin terdengar begitu pilu.


Seluruh tubuh Cullen dipenuhi cahaya keemasan, dan angin pun berhembus semakin mencekam.


“tuan… kumohon..” lirih Jaes sambil meletakkan kepalanya di atas dada Cullen yang sudah tak lagi membuka matanya, dan seluruh tubuh Cullen terasa sangat dingin.


                         ****


👇


Mr. Devil Season III, masih perlu banyak pertimbangan & proses editing. Karena kontennya lebih Gore-Psychopath 😬


__ADS_1


__ADS_2