Mr. Devil Season 2

Mr. Devil Season 2
Biarkan aku tenang sejenak


__ADS_3

“Mr. Devil – Season II”


Author by Natalie Ernison


Cullen mengajak Jasmeen untuk pergi ke pantai, bahkan menginap di tempat dan kamar yang sama. Juga, satu kasur empuk yang sama pula, itulah Cullen, semua harus sesuai aturannya.


Sejak awal pertemuan Cullen bersama Jasmeen, kehidupan normal Jasmeen yang dulu telah benar-benar berubah drastic. Jasmeen yang tidak tidak sengaja melihat adegan yang saat itu sedang Cullen lakukan. Disaat Cullen sedang memangsa seorang wanita jalang, karena ia kesal dengan diganggu pada saat ia ingin mencari ketenangan sejenak.


Sangat beruntung bagi Jasmeen, karena saat itu Cullen tidak langsung membunuhnya, namun Cullen diam-diam memperhatikannya. Hingga akhirnya Jasmeen masuk total ke dalam cengkraman Cullen, si pria misteriusnya.


---------


“Perusahaan Kyleer group”


Jasmeen masih sibuk dengan segala berkas-berkas yang Cullen berikan padanya sejak beberapa hari yang telah lalu, yaitu sebelum kepergian Cullen.


Tok tok tok…


“Permisi nona Jasmeen, ini ada beberapa laporan yang tuan Cullen minta untuk nona urus..” ujar seorang pria yang merupakan pegawai perusahaan Kyleer group.


Oke baik, terimakasih tuan. Aku akan memeriksanya, tetapi sepertinya tuan Cullen sedang pergi selama beberapa hari ini…


“Iya nona, tuan Cullen sepertinya ada urusan mendadak, dan jika pekerjaan nona sudah beres, nona bisa berustirahat selama satu sampai dua hari. Karena beberapa minggu ini nona Jasmeen selalu lembur..”


Ohh baik tuan, terimakasih banyak atas pengertian tuan..


“Iya, karena selama tuan Cullen tidak ditempat, akulah yang akan bertanggung jawab.


Baik tuan…


Jasmeen pun sesegera mungkin menyelesaikan pekerjaannya, sungguh pekerjaan yang sangat melelahkannya.


Selama beberapa hari ia terus berkutat dengan segala berkas-berkas, hingga melepaskan sejenak naskah novel miliknya.


>>


Tuan, aku sudah menyelesaikan semua pekerjaan, aku akan pergi ke luar kota selama beberapa hari ini, dan mengambil cutiku..


“Terimakasih atas kerja keras nona Jasmeen, semoga liburan nona menyenangkan..”


Okee… aku pamit tuan…


***

__ADS_1


“Semua harap masuk ke dalam bus, karena bus pariwisata kita akanj segera berangkat..” teriak seorang pemandu wisata/ tour yang sedang Jasmeen ikuti.


Jasmeen mematikan sinyal ponselnya, dan menggunakan mode pesawat. Ia tidak ingin di pusingkan dengan segala hal yang berbau pekerjaan, namun ia justru fokus dengan naskahnya. Di kesempatan kali ini, Jasmeen memanfaatkan waktu liburnya untuk menulis naskah horornya lagi.



Duduk di luar jendela kamarnya, dengan laptop yang menyala, beberapa camilan dan juga kopi panasnya sebagai kawan untuk bergadang.


Mengetik dan terus mengetik, jari-jarinya benar-benar lihai bermain di papan keyboard laptopnya.


“Benar-benar suasana yang menyenangkan untuk menulis naskah..” gumamnya. Ia berada di kamar yang terletak di lantai dua. Dengan pemandangan yang asri, semakin membuatnya semangat untuk menulis.


Namun setelah beberapa saat kemudian, bulu kuduknya terasa meremang, dan hembusan angin pun semakin menyapu kulitnya. Sehingga rasa dingin angin malam itu sungguh menembus hingga ketulang-tulangnya.


Harghhhkk… “dingin sekali, lebih baik aku masuk ke dalam saja..” gumam Jaes, lalu ia masuk ke dalam kamar penginapannya.


Setelah di rasa mulai mengantuk, ia pun memilih untuk beristirahat.


Jasmeen benar-benar terlelap hingga tak sadarkan diri lagi, dan juga ia lupa menutup jendela kamarnya.


Whusss whusss… angin menggoyangkan jendela hingga terbentur-bentur. Namun Jaes masih saja terlelap, ia sangat kelelahan dengan segala pekerjaan yang Cullen bebankan pada dirinya.


Gdor gdor… pintu kamar Jaes di gedor-gedor dari luark, dan membuatnya terpaksa keluar.


“Nona, tolong kami.. para pekerja dihajar habis oleh seseorang yang mencari nama nona Jasmeen!!” tukas seorang pelayan.


Siapa itu tuan? Jaes merapikan piyamanya dan mencoba untuk berdiri kooh, karena ia sedang sangat mengantuk berat.


“Nona tolong..---“


Prang prang… suara pecahan benda-benda yang berada di lantai satu.


Jasmeen sangat gemetar, bahkan rasa kantuknya pun hilang seketika itu juga.


Ia berjalan dengan penuh rasa takut, setibanya di tangga turunan dari lantai dua menuju lantai satu, ia melihat ada belasan sosok berjubah.


Astaga!! Jaes menghentikan langkahnya sejenak, sepertinya ia kenal akan sosok berjubah itu. Kakinya gemetar, seluruh tubuhnya melemas, ia tak menyangka jika liburannya akan berakhir dengan kekacauan.


“Tuan tuan, kami mohoh hentikan!! ini yang bernama nona Jasmeen..” ucap sang penanggung jawab villa tersebut, bahkan ia tersungkur dihadapan sosok-sosok berjubah itu.


“Nyonya Jasmeen, tuan mencari nyonya.. cepat kembali bersama kamu sekarang juga…” ujar beberapa sosok berjubah tadi, yang merupakan pekerja Cullen.


Mengapa kalian harus membuat kekacauan ini?

__ADS_1


“Kami akan membayar ganti ruginya, dan tidak perlu khawatir. Tapi nyonya harus kembali bersama kami, tuan Cullen sangat marah saat ini…”


Jasmeen sangat kesal, sebenarnya ia tidak ingin beranjak, namun melihat kekacauan itu, ia pun mau tidak mau menuruti mereka.


Aku akan mengemasi barang-barangku terlebih dahulu.. Jaes pun kembali menuju kamarnya, lalu perlahan membereskan barang-barangnya.


“Nyonya, biar kami yang melakukannya, saat ini tuan sangat marah. Hanya nyonya yang mampu meredam amarah tuan..”


Tidak… aku bahkan tak pernah didengarnya, aku hanya budak nafsunya… lirih Jaes, ia menangis karena rasa kesalnya yang kian menyiksa batinnya.


“Nyonya, tuan Cullen sangat ketat dan disiplin, tidak ada satu pun yang berani menentang tuan, sekali pun itu keluarganya. Selama ini pun, tuan tak pernah membawa wanita untuk waktu lama, dan hanya nyonya wanita satu-satunya, yang mampu membuat tuan sedikit mengurangi sikap sadisnya..” tukas salah seorang pengawal tampan.


Hakk.. aku lelah dengan kehidupan yang seperti ini, aku hanya ingin bebas.. apa yang harus aku lakukan.. lirih Jaes sambil mencengkram jubah sang pengawal.


“Maaf nyonya, nyonya tidak boleh sembarangan menyentuh kami, karena tuan tidak akan senang..” sang pengawal tersebut melepaskan cengkraman Jaes. Bahkan dibelakang sang tuan pun, mereka masih setia dan menuruti aturan yang sudah berlaku.


“Nyonya, sekarang saatnya kita akan ke mansion kediaman tuan Cullen..” para sosok berjubah tadi mengelilingi Jaes.


“Nyonya genggam erat tangan kami, kita akan teleportasi langsung ke mansion..” ujar sang pengawal. Mereka pun berteleportasi, tak butuh waktu lama, hanya dalam hitungan menit bahkan detik saja, mereka pun tiba di depan mansion megah milik Cullen.


***


“Mansion kediaman Cullen”


Jasmeen berdiri seakan tubuhnya terasa ringan, karena ketakutan yang kini melandanya.


“Nyonya, masuklah.. tak mengapa, tuan sedang membutuhkan nyonya..” ujar sang pengawal mencoba untuk menenangkan hati dan pikiran Jasmeen.


Ahhkk.. “nyonya, tolong!! tuan sedang mengamuk!” ujar beberapa pelayan dengan wajah memucat dan terlihat sedang sangat ketakutan.


Baiklah, dimana tuan Cullen..


“tuan berada di dalam kamarnya, dan sudah belasan gadis perawan mati mengenaskan—“


Huss… “nyonya, tak mengapa, masuklah..” tukas salah satu pengawal dan menghentikan kalimat dari sang pelayan. Sang pengawal segera menghentikannya, karena semakin sang pelayan bicara, maka Jasmeen akan semakin terintmidasi karenanya.


>>


Jasmeen menggeggam erat setiap pagar tangga naik menuju kamar pribadi milik Cullen.


Napasnya terengah-engah, seakan didada terasa sangat sesak.


Bhuakk… bunyi bantingan pintu, dan muncul kedua pasang mata berwarna gold kemerahan hampir kehitaman.

__ADS_1


****


__ADS_2