Mr. Devil Season 2

Mr. Devil Season 2
Demi cinta


__ADS_3

“Mr. Devil – Season II”


Author by Natalie Ernison


Dalam sebuah makan malam bersama, Jaes harus melihat pemandangan tidak indah dimatanya. Nona Khim dengan beraninya mengecup bibir Cullen dihadapan semua orang, tanpa rasa malu.


“Sekarang lebih baik…” ujar bunda Sonya dengan senyuman puas.


Cullen terdiam tak bersua sedikit pun, ia menatap lekat ke  arah Jaes yang terlihat sendu.


>>


Bhukkk…. sebuah tamparan keras mengenai wajah Zeros hingga pinggir bibirnya mengeluarkan sedikit darah dari gusinya.


“Bukankah tugasmu hanya untuk melidungi Jasmeen! tidak perlu menyetuhnya!” teriak Cullen sambil mencengram leher Zeros.


Tsk.. “Tidakkah kau tahu, bagaimana ibumu memperlakukan Jasmeen? ibumu selalu bertindak kasar pada Jasmeen, bahkan beberapa kali mempermalukan Jasmeen!!” tukas Zeros dengan nada yang cukup tinggi.



Hhhh… Cullen menghempaskan tubuh Zeros ke atas lantai marmer apartemen kediaman Zeros.


“Aku bahkan tidak punya alasan bertahan tanpa Jasmeen disisiku. Aku terpaksa memintamu untuk selalu disampingnya dengan tujuan, agar bunda tidak menyakitinya. Jadi, tolong jangan berbuat hal lebih..” peringat Cullen dengan suaranya yang memberat. Ia pergi dari apartemen kediaman Zeros dengan lirih hatinya.


Ahkk... Lenguh Zeros sambil menyentuh bekas pukulan Cullen.


***


Jasmeen terus menangis dalam kesedihan hatinya, setelah apa yang ia saksikan.


Meringuk di balik selimut tebalnya, dan tidak menyentuh laptop untuk melanjutkan naskahnya. Mendekap guling karakternya, dan hanya bisa meratapi semua yang telah terjadi.

__ADS_1


Drrtttt… Bos Zeros memanggil…


Jaes: “Hallo bos..”


Zeros: “besok kau boleh pergi berlibur sejenak.—“


Jaes: “Sungguh bos??” ujar Jaes yang terlihat kegirangan.


Hahhh… “Semangat Jasmeen, kau lupakan saja pria bajing*n itu..” gumam Jaes sambil menepuk-nepuk wajahnya sendiri.



>>


Tuan, aku tidak menyangka nyonya akan menyetujui hubungan kita, dan ayahku sangat tepat menjodohkanku dengan tuan.. ujar nona Khim sambil merangkul Cullen.


“Nona Khim, jaga sikapmu. Kita sedang berada di kantor, sangat tidak patut jika para pegawai lain melihat..” tukas Cullen sambil melepaskan rangkulan Cullen.


Jika tuan masih bersikap dingin begini, jangan salahkan aku, jika aku akan melaporkan hal ini pada nyonya Sonya.. ancam Khim.


“Kau…” Cullen berbalik dengan sorot mata yang kesal, namun ia mengingat Jasmeen, dan berusaha meredam.


Tuan Cullen, ingat! pertunangan kita adalah atas dasar kerja sama perusahaan Kyleer dan juga perusahaan ayah! jika tuan masih bersikap dingin, maka aku..



“Apakah mulutmu tidak bisa berdiam..” peringat Cullen, ia menatap dalam ke mata Khim.


Hamm… oke, tapi ingat apa yang sudah kukatakan… Khim pun mundur perlahan. Ia serasa di tatap oleh predator, saat Cullen mulai terlihat sangat marah.


***

__ADS_1


“Kediaman Cullen Kyleer”


“Apa maksud bunda melakukan perjodohan ini..” tukas Cullen kesal.


Cullen, ingat! kau adalah anak harapan ayahnda dan keluarga besar Kyleer. Jika kita tidak melanjutkan keturunan dari keluarga terpandang, maka hanya malulah yang tersisa..


“Apakah bunda harus menjadikanku tameng, tidak puaskan bunda dengan semua yang bunda miliki..”


Kau anak sialan, bahkan berani menceramahiku! jangan salah paham denganku, aku hanya tidak ingin harta kita jatuh pada orang yang salah. Kau bahkan tak lebih dari tameng hartaku..” tukas bunda Sonya dengan sikap angkuhnya dan tak pernah peduli dengan apa yang Cullen rasakan.



“Bunda, tidakkah kau pernah merindukanku sebagai anakmu, walau hanya sedikit saja..” lirih Cullen dengan mengepalkan kedua tangannya.


Tsk.. Kau terlalu naïf. Anakku hanya Carl, kau tidak lebih dari tambang emasku.. tukas bunda Sonya, lalu pergi begitu saja.


Cullen terdiam, dan terhuyung di atas sofa. Berbaring di atas kasur sambil mata menerawang ke atas langit-langit kamarnya.



Bahkan sang ibu kandungnya sendiri kini menjadikannya tambang emas. Cullen hanya bisa menahan rasa amarahnya yang sudah mencapai ubun-ubun.


Kali ini ia menangis pilu, tak ada yang pernah melihatnya begitu rapuh seperti saat ini. Hanya Jasmeen yang membuatnya tetap bertahan, demi keamanan Jasmeen, Cullen rela menerima perjodohan tersebut.


Rasa sakitnya kehidupan sejak ia kecil mungil hingga dewasa kini, sudah tak terhitung lagi banyaknya.


Cullen sadar, kini ia sangat mencintai Jasmeen. Jasmeen yang selalu berusaha menuruti keinginannya, sekalipun Cullen berbuat hal memaksa dan kasar. Ia sadar Jasmeen lah wanita terbaik yang telah ia kenal. Namun disaat Jasmeen pun mulai merasakan cinta, cinta mereka terhalang oleh status sosial. Cullen sangat mengasihi bunda Sonya, karena bunda Sonya ialah ibu kandungnya.


Ia bahkan tak mampu berbuat hal lain, selain menuruti keinginan sang bundanya.


****

__ADS_1


__ADS_2