
“Mr. Devil – Season II”
Author by Natalie Ernison
Carl benar-benar tergila-gila dengan pesona Jasmeen, walau pun Jasmeen pernah menjadi kekasih sang kakaknya, Cullen. Akankah rencana pernikahan mereka berjalan dengan baik…
-------
Memesan gaun pengantin, juga setelan jas mempelai pria. Carl sangat sibuk dengan segala hal yang ia lakukan, dan…
“Carl!” ujar seorang pria yang berpapasan dengannya.
“Kakanda..” tukas Carl, saat itu Cullen sedang berada di sebuah toko pakaian.
“Mengapa kau di sini..—“ Cullen memperhatikan sesuatu yang berada di dalam sebuah paper bag milik Carl.
Mengapa kak? mengapa kakak bisa di sini? ujar Carl gugup. Tentu saja ia takut jika Cullen mengetahui rencananya.
“Aku baru kembali dari luar negeri untuk beberapa urusan, dan kini aku kembali, setelah kudengar ada berita besar darimu?” Cullen tersenyum pada Carl.
Ohh benarkah? siapa yang mengatakannya?
“rahasia, bahkan aku pun baru mendengarnya.. apakah sungguh berita besar?” Cullen terlihat santai, namun tidak terlalu peduli dengan urusan adiknya.
Sejak kapan kakanda peduli dengan urusanku, bukankah kakanda selalu sibuk..
“Yah, aku menghabiskan waktuku untuk bekerja di luar negeri. Sangat bosan, sehingga batinku berkata ingin segera pulang..”
Iaa kakanda… tentu berita besar..
“Sudahlah… aku ingin melanjutkan perjalananku..” Cullen pun pergi dari hadapan Carl.
Dag dig dug.. detak jantung Carl tak karuan, ia belum siap untuk memberitahukan rencana pernikahannya dengan Jasmeen. Beruntung, Cullen masih terlihat sangat sibuk dengan kegiatannya.
***
“Apakah ini sungguh pilihan yang tepat? bahkan pria iblis itu tak terlihat hingga saat ini..” batin Jaes.
Hari ini adalah hari pernikahannya bersama Carl. Namun jauh dalam hati kecilnya, ia sangat ragu dan merasa bahwa pilihan ini tidak tepat. Namun karena rencana balas dendam itu, Jaes terpaksa melakukannya.
Wedding day
Pesta pernikahan Carl bersama Jasmeen hanyalah untuk kalangan keluarga Kyleer, juga keturunan bangsawan kegelapan. Acara sacral tersebut pun dilaksanakan pada sore menjelang malam. Dengan dekorasi yang tidak terlalu mewah.
Jaes berjalan dengan gaun pengantinnya yang terlihat indah. Tak ada kebahagiaan di sana, yang ada hanyalah rasa kepiluan mendalam. Jaes berusaha untuk tetap tersenyum.
Sementara Carl begitu tampan dengan jas berwarna putih, seakan menambah aura tampannya.
Seluruh keluarga sudah berkumpul, kini saatnya pencenangan janji sacral pernikahan.
__ADS_1
Jaes melangkah ke arah Carl, begitu pula Carl melangkah ke arahnya.
Sesaat akan dimulai janji sacral, tiba-tiba saja…
Jduarrdd… bhuaakkkkhhh… suara ledakan yang cukup parah, dan juga tenda tempat acara pernikahan sudah mulai banyak api yang membakar hangus area pesta.
“Kebakaran… kebakaran… apii…” jerit orang-orang yang berada di lokasi pesta.
“Apa yang terjadi..” Carl terlihat sangat panic.
Tiba-tiba saja Jaes melenguh hebat.
Arghhkkk… harkkkk hhh hhh… ia mencengram dadanya, terasa sangat menyakitkan yang teramat sangat.
“Mengapa aku merasa ada sesuatu yang sedang datang kemari..” gumam Jaes.
>>
Prok prok prok… suara tepukan tangan ditengah api yang berkobar.
“Bagus sekali.. berani sekali melakukan pernikahan dibelakangku, bahkan dengan wanitaku!” teriak Cullen yang muncul dari balik kobaran api.
Ia semakin membakar hangus siapa saja yang tertinggal di sana.
“Kau bajing*n Carl!!”
Arghhhkk… Cullen mencekik leher Carl, hingga membuat Carl mengeluarkan darah segar dari mulutnya. Namun, sangat disayangkan, Carl tidak memiliki kekuatan kegelapan. Ia bahkan sangat lemah dihadapan Cullen.
“Kau berani melakukan semua ini dibelakangku!” teriakan Cullen, semakin membuat api membesar.
Jaes tersungkur tak berdaya, ia sungguh tidak menduga akan hal ini. Juga ia merasa dirinya cukup kacau, ia bingung dengan dirinya sendiri, mengapa ia bisa melakukan rencana yang jahat.
Hahh… apa yang telah kulakukan.. lirih Jaes. Ia tersungkur tak berdaya.
Hahhkk akkhh… lenguh Carl, ia sudah tak mampu lagi. Sedangkan bunda Sonya hanya bisa terus menjerit, tak ada yang mampu menahan tindakan Cullen.
Tuan.. hentikan.. lirih Jaes, membuat Cullen memandang ke arah Jaes.
Cullen terlihat sangat murka dan sangat ingin membunuh semua yang ada di area tenda tersebut.
Hentikann!! tidak!! jerit bunda Sonya, namun ayahnda Fhilip hanya mampu terdiam, seakan ia sudah mengetahui takdir kedua putranya.
Ayah! mengapa ayah hanya diam saja!! jerit bunda Sonya.
“Ini sudah menjadi takdir bunda, jika cinta dapat menyurutkan amarah Cullen, maka Carl akan selamat. Jika tidak, maka..---“ lirih ayahnda Fhilip.
Maka apa ayah… bunda Sonya terus histeris tak karuan lagi.
“Kau!!” Cullen melangkah ke arah Jaes. Jaes hanya tersungkur dalam kepiluannya, bahkan terdiam dalam tangisannya.
“Apakah kau sangat ingin aku membunuhmu di sini..” bentak Cullen, dan mencengkram leher Jaes.
Jaes bahkan hanya bisa pasrah, karena semua ini adalah hasil dari rencana balas dendamnya yang akhirnya berakhir gagal bahkan kacau.
__ADS_1
Hahh ahk.. yah.. bunuh aku tuan.. aku ingin segera mati.. lirih Jaes dengan berlinangan air mata.
“Apakah kau sangat ingin mati, apakah kau sangat tidak menginginkanku..” Cullen menangis karena Jaes. Kali ini Cullen benar-benar menangis. dan..
Sruahhhkk…. sebuah belati menembus punggung hingga dada Cullen.
Cengkraman tangannya pada leher Jaes pun terlepas.
Arhkk hakk… Cullen melenguh parau karenanya.
Kau pantas mati, berani sekali kau ingin membunuh anakku.. tukas bunda Sonya, bunda Sonyalah yang menghujam belati di tubuh hingga menembus dada Cullen.
Hahaha..
Anak bodoh! kau menemukan cinta sejatimu, maka itulah celahmu untuk mati!! racau bunda Sonya sambil tertawa puas.
Cullen hanya akan lemah di saat dia menemukan cinta sejatinya, dan kekuatannya pun akan melemah jika ia berada di sisi cinta sejatinya. Kini Cullen berada dalam masa itu. Ia sedang lemah karena kehilangan Jaes, dan sedang tidak memiliki pertahanan.
Hakk ahhkk…
“Timoty berpesan agar aku bisa menemukanmu kembali.. selama ini aku diam, karena aku ingin melihat sampai mana cintamu untukku, tapi aku tidak bisa diam, jika pria lain memilikimu, terlebih itu adikku..” lirih Cullen dengan bersimbah darah.
Kau membunuh kakakku! jerit Jaes dengan penuh pilu.
“Yah, aku memang membunuhnya, karena itu adalah permintaannya..”
Apa… Jaes membelalak kaget.
>>
Kilas balik sejenak…
Saat Timoty sedang di ambang skaratnya.
“Bangun!!” Cullen sangat marah, karena ia belum sempat bertanya.
“Jagalah Jasmeen dengan baik, temukan dia.. cepat bunuh aku, aku sudah tidak sanggup lagi..” lirih Timoty yang sungguh tidak sanggup lagi dengan segala rasa sakitnya.
Sruahhkk… Cullen langsung menancapkan benda tajam di dada Timoty. Namun ketika Cullen melakukan hal tersebut, Austin sang asisten baru saja tiba, sedangkan Cullen langsung menghilang.
Hal itulah yang membuat Austin salah tanggap , akan apa yang ia lihat.
------ Kilas selesai.
Tuannn…. ahhkk… Jaes terisak histeris sambil meraih tubuh Cullen, dan Cullen pun merebahkan diri di atas pangkuan Jaes.
Darah Cullen bersimbah di gaun pengantin Jaes.
Jasmeen baru menyadari satu hal bahwa, Cullen benar-benar tulus mencintainya. Sekali pun Culle sangat kejam, namun ia tidak akan pernah menyakiti wanita yang begitu sangat ia cintai. Kini hanyalah keajaiban yang dapat memulihkan keadaan Cullen.
Carl pun sedang sangat skarat, sama seperti Cullen.
Hah hhh… hhahaha.. semuanya mati… mati… racau bunda Sonya, dan akhirnya tanpa berpikir lagi, ia langsung menghujam belati di jantungnya.
Arghkk hakkhhh ahkk… lenguh bunda Sonya yang juga sama menghadapi masa kritisnya.
--------- akankah cinta sejati Cullen dan Jasmeen dapat kembali lagi…
__ADS_1
***