Mr. Devil Season 2

Mr. Devil Season 2
Memilikimu seutuhnya adalah kepuasanku


__ADS_3

“Mr. Devil – Season II”


Author by Natalie Ernison


Tuan Dham, sang atasan Jasmeen di perusahaan, meminta tolong pada Ezrai anak dari seorang pengusaha ternama, dan juga owner dar perusahaan tempat mereka bekerja. Namun dalam perjalanan, mereka terhenti karena mesin mobil yang tiba-tiba saja mati, dan tepatnya di area banyak pepohonan, seperti hutan.


Saat sedang mengecek apa yang terjadi dengan mobil milik kepunyaan Ezrai, tiba-tiba saja sosok serba hitam menghantam atap mobil mewah milik Ezrai.


Jaes semakin ketakutan, karena suara itu ialah suara dari Cullen. Suara yang berat nan serak saat ia sedang dalam keadaan berubah kepribadian, dan itu ialah pribadinya saat sedang memangsa seorang wanita.


Ahkk… hakk… Erzai mengerang parau saat sebuah hantaman mengenai tepat di dadanya. Sebuah tangan yang sangat kuat mencengkram batang lehernya, dan Ezrai pun tak sempat melakukan perlawanan.


Jangan!! hentikan!! kumohon tuan Cullen… lirih Jaes sambil memberanikan diri menyentuh lengan baju milik Cullen.


Cullen menoleh ke  arahnya dengan tatapan yang sangat tajam, bola matanya pun menjadi berwarna merah kehitaman.


“Sudah kubilang tak ada yang boleh mendekatimu, aku akan habisi pria laknat ini..” tukas Cullen, Erzai sudah


hampir kehilangan napasnya.


Jangan!! kumohon!! Jaes teriak histeris, dan dengan berani ia mendekap erat tubuh Cullen dari belakang.


Cullen enggan melepaskan cengkramannya.


Kumohon tuan, orang ini tidak bersalah.. kumohon… lirih Jaes, ia sebenarnya sangat ketakutan setengah mati.


Bhuakk… ia menghempaskan tubh Ezrai ke mobil dan membuat Ezrai benar-benar terlihat


skarat.


“Tanpa sepengetahuanku, kau berani bersama pria lain..” Cullen melangkah ke  arah Jaes, sementara Jaes mundur perlahan, dan tertahan di bawah pohon.


Bhakkhh… Cullen meninju pohon yang saat ini sebagai tempat tumpuan Jaes, pohon tersebut pun sempat bergoyang, karena kuatnya tinjuan Cullen.


“Kau mencintainya..” tukas Cullen sambil mencengkram rahang Jaes.


Tidak… dia adalah atasanku, dia hanya di tugaskan untuk mengantarku pulang dari pertemuan… lirih Jaes dengan terisak dan juga ketakutan yang teramat sangat.


“pria laknat itu harus mati…”


Jangan tuan… kumohon jangan… Jaes mencengkram jaket yang Cullen kenakan.


Saat ia mencengkram jaket tersebut, tercium aroma darah yang sangat kuat dari tangan kanan Cullen, kemudian dilihatnya lagi ke  arah Ezrai. Ternyata itu darah dari Ezrai.


Arghhkk…. tidak mungkin!! apa yang..— ahhh apaahhaa yang kau lakukan tuan… Jaes terperosot lemas di bawah kaki Cullen.


Mengapa kau sangat kejam tuan… Jaes menangis tanpa air mata karena rasa takutnya.

__ADS_1


“Dia akan baik-baik saja dan aku akan menghapus ingatannya, tapi dengan syarat! jangan sekali-kali kau bersamanya..” peringat Cullen.


Hmmm… Jaes mengangguk pilu ditengah ketakutan luar biasanya.


Cullen mendekap tubuh lemas Jaes, dan membawa Jaes melayang di udara.


Di mana? Jaes mulai memandangi sekelilingnya.


Rupanya, mereka sedang berada di atas dahan pohon besar. Cullen bersandar di pohon tersebut, Jaes terlihat sangat ketakutan. Ia phobia ketinggian dan juga hal-hal mengerikan lainnya, walau pun sejatinya ia seorang novelis gore.


“hampir saja kau kehilangan kendali atas diriku..” ujar Cullen sambil meraih wajah Jaes.


Jaes menutup mulutnya, ia merasa sangat muak dan jijik dengan aroma darah tersebut. Bahkan di area mulut Cullen terdapat bekas darah, hingga leher bajunya.


“Kenapa sayang… apa yang menganggumu..” Cullen menarik tubuh Jaes hingga bada dalam dekapannya.


Aku takut, aku sangat takut denganmu.. bahkan seluruh napasku penuh dengan rasa takut, setiap aku bersamamu.. gumam Jaes dengan tubuh yang sangat gemetar.


“menurutlah, maka aku tidak akan menyakiti orang-orang yang kenal denganmu..”


Siapa anda sebenarnya tuan? mengapa anda selalu mengusikku? gumam Jaes masih dengan tubuhnya yang gemetar.


“Siapa aku? dan dari mana aku! tidaklah penting, yang pasti aku sangat mencintaimu..” tukas Cullen sambil membelai lembut rambut panjang Jaes.


Mengapa kalian pria begitu mudahnya mengucapkan kalimat cinta…


Bukankah kau sudah memiliki Saralee… bahkan aku hampir saja terbunuh karena dia.. Jaes membenarkan posisi duduknya dan kini menghadap pada Cullen, dan saling bertatapan.


“Saralee bukan wanitaku, dia adalah saudaraku. Namun dia sangat terobsesi dengan apa yang aku miliki, itulah yang membuatnya begitu..”


Lalu malam itu, bukankah kau terlihat mesra bersamanya?


“Yah, karena dia akan berupaya membunuh siapa wanita yang sangat kucintai, maka aku harus mengikuti keinginannya sementara.”


Kalian para pria, bermulut manis namun penuh racun… Jaes menoleh ke  arah kiri sambil memandangi pemandangan malam.


“tetapi mulut ini mampu memuaskanmu..” Cullen mendekap erat tubuh Jaes dan menarik ke hadapan wajahnya, tubuh keduanya saling terpaut.


Lihatlah, wajah tampan ini mampu membuat para wanita gila.. tetapi bagiku kau tak lebih dari predator jahat… Jaes menyentuh wajah Cullen dengan senyuman sendunya.



Cupp..


Cullen langsung saja menyambar bibir ranum milik kepunyaan Jaes. Kecupan yang sangat menuntut dan sedikit kasar.


Ahk.. Jaes melenguh saat dirasanya bibirnya terluka dan mengeluarkan darah, karena kasarnya kecupan Cullen.

__ADS_1


Tuan Cullen… ujar Jaes saat melihat dua taring muncul dari dalam gusi milik Cullen. Taring itulah yang membuat bibir Jaes terluka.


Saat melihat darah yang menetes dari bibir Jaes, mata Cullen menjadi hitam pekat, dan sangat mengerikan bagi Jaes.


Hentikkaahnn.. hakk….


Cullen melumat bibir kepunyaan Jaes, dan **** darah yang sedang mengalir tersebut. Perlahan Jaes mulai lelah dan akhirnya lagi-lagi kehilangan kesadarannya. Cullen melepaskan sejenak kecupannya, dan memandangi wajah Jaes yang sudah tak berdaya.


Matanya semakin menggelap saat melihat leher jenjang nan putih mulus milik Jaes.


Glekkk… Cullen menelan salivanya, ia mendekati leher Jaes.


Ia menganga dan mengeluarkan dua pasang taring tajam lagi, dan siap menancapkan taring itu ke dalam lapisan kulit Jaes.


Hakk… namun, ia menahan dirinya sebisa mungkin, lalu segera mendekap tubub Jaes, lalu kembali melayang di udara.


“Mansion kediaman Cullen Kyleer”


Mereka tiba di mansion milik Cullen, seluruh pekerja rumah tunduk memberi hormat.


Cullen melayang menuju kamar yang ia sediakan khusus bagi Jaes. Meletakkan tubuh Jaes perlahan dan sangat hati-hati, lalu ia berlari menuju kamar pribadinya.


Di sana ia mengerang parau…


Hakkkhh… argh… ahkkk…. hakk….. Cullen terus mengerang parau dan membuat lampu-lampu mansion berkedip dan meremang. Suasana dalam mansion pun terasa sangat mencekam.


Tuan! tuan!! teriak para pelayan dan juga pengawal.


Mereka membawa beberapa kantung yang berisi darah segar, hendak memberikannya pada Cullen.


Seluruh tubuh Cullen terlihat tergores dan berdarah-darah. Ia menyakiti dirinya sendiri, dengan mencakar-cakar tubuhnya sendiri.


Plakk… Cullen menepis beberapa kantung berisikan arah segar tersebut, dan membuat lantai kamar pribadinya begitu merah dipenuhi tumpahan darah.


“Pergii!!” teriakan parau Cullen membuat para pelayan terhempas ke dinding kamarnya.


Hakk… argh…. Cullen mengerang sambil tersungkur.


Ia terlihat seperti sedang menangis sedih, wajahnya sangat menyeramkan namun juga terlihat begitu banyak kesedihan di sana.


Sorot mata kesepian, sendiri, butuh kasih sayang dan cinta…



Srakhh srakhh srahkkk…. Cullen kembali mencakar-cakar tubuhnya sendiri, sehingga area kulitnya terluka mengeluarkan darah.


dan ia pun…

__ADS_1


****


__ADS_2