
Pagi ini Susan bangun pagi karna memang sudah menjadi kebiasaannya dia berjalan menuju dapur ingin membuat sarapan.
"Non Susan kenapa di sini?" sapa koki yang bekerja di rumah Rey.
"Saya mau buat sarapan bik."
"Jangan non biar bibik saja nanti kalau tuan tau bibik bisa kena marah."
"Ga apa - apa bik nanti saya yang ngomong sama dia."
"Tapi non..."
"Percayalah padaku bik, aku sudah terbiasa buat sarapan sendiri, bibik ngerjain yang lain saja ya."
Dengan cekatan Susan membuat nasi goreng sea food, aromanya membuat perut keroncongan.
"Sedap sekali non baunya"
"Disini yang bekerja ada berapa orang bik?"
"Ada sepuluh orang non."
"Banyak sekalinya bik?"
"Iya non kami sudah punya tugas masing - masing."
"Apa tuan rumah ini orang baik bik?"
"Tuan orangnya baik sekali non."
Setelah selesai sarapan mereka berencana meninjau lahan pembangunan hotel.
Disana mereka sudah ditunggu dan disambut oleh karyawan yang sedang bekerja.
Saat tau Rey datang semua karyawan membungkuk memberi hormat.
Rey yang terkenal dingin tidak terlalu menghiraukan mereka berbeda dengan Susan, dia membalas dengan senyuman dan sedikit menundukkan kepalanya.
Kenapa semua pegawai disini sangat hormat padanya? Siapa sebenarnya dia ini? Apa benar dia hanya seorang asisten. Ah mungkin karna dia asisten bos besar jadi bisa saja dia juga sangat dihormati.
"Hey jangan bengong!"
Tiba - tiba Rey menyentuh hidung Susan dengan jarinya.
"Jangan heran mereka sudah mengenalku karna aku sering ke sini."
"Darimana kamu tau kalau aku berpikir seperti itu?"
"Wajahmu"
Susan tersenyum malu.
"Mana bosmu jam segini belum datang?"
"Tidak datang."
Seketika pandangannya mengarah ke Rey meminta penjelasan.
"Bukannya kamu senang kalau dia tidak datang?"
"Bagaimana proyeknya akan berjalan kalau dia tidak datang?"
"Tenang saja ada aku di sini semua beres!"
__ADS_1
"Percaya dirimu terlalu tinggi tuan," ucapnya sembari berjalan selangkah lebih cepat.
Rey tersenyum lalu mengimbangi langkahnya agar sejajar dengan Susan.
Mereka berkeliling menyusuri setiap sudut lahan itu.
Menuju sore akhirnya apa yang mereka targetkan tercapai, semua terlaksana dengan baik dan lancar tanpa kendala.
Mereka kembali ke mension untuk istirahat.
"Pekerjaan kita selesai lebih cepat dari waktu yang kita targetkan, kenapa kita tidak pulang saja ke kota J bukannya masih ada penerbangan terakhir jam segini," ucap Susan sembari melihat arlojinya.
"Kenapa harus buru - buru? Serindu itukah kamu pada Aldo hingga tidak bisa lama - lama meninggalkan dia?"
"Tidak ada hubungannya dengan Aldo.'
"Aku hanya rindu pada gadis kecil itu" lanjutnya dengan suara rendah
Rey tersenyum senang mendengar apa yang diucapkan wanita disampingnya itu, karna dia tahu bahwa gadis kecil yang dimaksud adalah Elina putrinya.
"Apa kamu tidak ingin jalan - jalan menikmati kota ini?"
"Apa ada yang istimewa?"
"Nanti kamu akan tau sendiri dan ku pastikan tidak ingin meninggalkan kota ini, sebaiknya sekarang istirahatlah nanti malam akan kutunjukkan kepadamu."
Malam ini Susan mengenakan pakaian santai dan sederhana dia pun hanya berdandan natural seperti biasanya karna memang malam ini bukan malam yang istimewa hanya makan malam biasa bukan kencan seperti layaknya sepasang kekasih.
Rey membawanya ke restauran X dimana restauran ini merupakan restauran ternama dan elit restauran yang menyuguhkan indahnya pemandangan malam di kota B.
Rey sudah memesan tempat yang terbaik agar Susan bisa memandang dan menikmati betapa indahnya kota itu dimalam hari.
"Rey apa kamu yakin kita akan makan di tempat ini?"
"Yakin"
"Tapi ini terlalu mewah dan pasti harga makanannya mahal - mahal."
"Tidak usah memikirkan itu! aku ini asisten bos besar kalau hanya mentraktirmu makan malam disini tidak akan membuatku bangkrut bahkan kalau kamu mau aku bisa setiap malam membawamu ke sini."
Rey menarik tangan wanita disampingnya dan membawanya masuk keruangan yang sudah dia pesan sebelumnya.
Susan merasa kagum dengan apa yang dia lihat.
"Indah sekali.." ucapnya saat melihat pemandangan didepan matanya.
Susan berjalan ke tepi bibir bangunan dan mengedarkan matanya dari sudut ke sudut kota.
"Apa kamu suka?"
"Aku suka," ucapnya sembari tersenyum dan merentangkan tangannya menikmati alam.
Tempat dimana mereka makan merupakan ruangan terbuka dilantai paling atas disitu hanya ada beberapa meja saja.
Setelah mereka puas menikmati hidangan dan keindahan alam dimalam hari itu mereka berencana untuk kembali ke mension.
Dilantai bawah restauran itu Rey melihat temannya dan menghampirinya, Rey mengenalkan Susan pada temannya.
"Rey, aku ketoilet sebentar."
"Nanti aku tunggu di ruangan itu ya," ucap Rey sambil menunjuk satu ruangan yang ada di sudut restauran sebelah kiri.
Susan hanya mengganguk lalu pergi menuju toilet. Ruangan itu adalah ruang kerja Rey, ya restauran itu adalah milik Rey.
__ADS_1
Ketika Rey berbalik hendak menuju ruang kerjanya untuk menunggu Susan tanpa sengaja dia bertabrakan dengan seorang pelayan yang sedang membawa minuman dan tanpa sengaja mengenai baju seorang wanita yang sedang berjalan didekatnya.
"Maaf nona saya tidak sengaja," ucap pelayan itu pada wanita yang terkena tumpahan air.
"Hey apa kamu tidak becus bekerja?!" teriak wanita itu
"Maaf nona ini bukan salahnya, aku yang tidak sengaja menabraknya jadi aku yang harus minta maaf pada anda, tolong maafkan saya," ucap Rey pada pelayan itu.
"Apa kamu tau berapa harga baju ini? kamu pikir kamu bisa menggantinya?!" ucap wanita itu marah pada Rey.
"Berapa yang harus saya ganti nona?"
"Kamu yakin mampu menggantinya?!" wanita itu meremehkan Rey dan menyiramkan segelas minuman di wajahnya.
"Maaf tuan, maafkan kekasih saya ini,"
tiba - tiba datang seorang laki - laki dan menarik tangan wanita itu.
Laki - laki itu mengenal siapa yang menjadi lawan kekasihnya itu dan dia tidak mau kekasihnya dalam masalah besar.
"Tolong jaga kekasih anda tuan dan ajari dia sopan santun jangan sampai dia menyesal seumur hidup!. Kali ini aku maafkan tapi bila dia berulah lagi jangan harap aku mangampuninya."
"Baik tuan. Terimakasih tuan."
"Tolong bersihkan semua ini!" ucapnya pada pelayan.
"Baik tuan."
Rey berjalan menuju ruang kerjanya dimana Susan telah menunggunya.
Ceklek
"Rey kenapa bajumu basah?" tanya Susan terkejut melihat Rey berantakan dan basah.
"Tadi ada masalah sedikit. Apa sudah lama menunggu?"
"Tidak aku baru saja masuk. Apa kamu tidak apa - apa Rey?"
Susan mencoba membantu Rey merapikan bajunya yang basah dengan tangannya.
Deg...
Jantungnya tiba - tiba berdetak lebih cepat dan terasa tidak teratur.
Rey yang mendapat perlakuan itu hanya mampu memperhatikan apa yang dilakukan wanita itu padanya.
Ada perasaan senang Karna mendapatkan perhatian dari Susan.
"Terimakasih," ucap Rey sembari menggenggam tangan Susan.
Susan yang tangannya digenggam oleh Rey merasa gugup dan menarik tangannya.
"Apa kita bisa pulang sekarang? Aku takut kamu kedinginan karena bajumu basah."
Rey melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang bahkan bisa dikatakan pelan karna malam itu kota B diguyur hujan lebat.
Sehingga larut malam mereka baru sampai ke mension.
Rey memarkirkan mobilnya tepat didepan pintu dilihatnya Susan yang tertidur pulas.
Rey menyingkirkan rambut yang menutupi wajah wanita itu dengan lembut.
Bukan hanya wajahmu yang cantik tapi hatimu pun cantik aku beruntung dapat mengenalmu.
__ADS_1
Rey tidak tega membangunkannya dia pun menggendong tubuh Susan dan membaringkannya dikamar.