
Empat manusia sedang menikmati makan siang di sebuah restauran mewah.
Terkadang gelak tawa mewarnai perbincangan mereka, jangan tanya siapa yang selalu menjadi penengah antara banyolan mereka, ya Susan, Susan selalu menjadi penengah karna baik Rey maupun Aldo selalu beradu kejailan apalagi di tambah Riko.
"Riko, ternyata kamu orangnya asyik juga ya? Aku pikir kamu adalah orang yang kaku," ucap Rey.
"Tidak. Aku malah mengira kamu adalah orang yang sangat menakutkan, siapa coba yang tidak mengenal Reynald Wicaksono pengusaha yang terkenal," ucap Riko.
"Kalau di dunia bisnis kita harus tegas dan kejam, tapi kalau dunia persahabatan beda lagi."
"Aku setuju dengan ucapanmu," ucap Riko sambil mengunyah makanan di mulutnya.
"Bagaimana kalau lain waktu kita kumpul lagi? Kamu kenalkan Dokter cantikmu pada mantan kekasihmu ini!," ucap Rey melirik pada Susan.
"Rey, awas matamu lepas," ucap Susan.
"Aku rela sayang, asal tetap bersamamu," ucap Rey menggoda istrinya.
"Hey..!! Kamu pikir kami ini nyamuk. Kalau mau mesra - mesraan di rumah aja!" ucap Aldo.
"Oh.... Bos kesayanganmu marah sayang," Rey tersenyum meledek Aldo.
Tiba - tiba Susan merasa perutnya mual dan mau muntah, dia menutup mulutnya dengan tangan.
Mereka semua menjadi kawatir, terlebih Rey.
"Sayang, kamu kenapa?" ucap Rey panik.
"Ga tau Rey, perutku tiba - tiba mual," ucap Susan masih menutup mulutnya.
"Aku ke toilet dulu."
Susan berjalan ke arah toilet, sampai di sana dia berusaha memuntahkan isi perutnya, tapi nihil, tidak ada yang keluar kecuali air.
"Sebaiknya kamu susul Susan Rey! aku kawatir terjadi apa - apa sama dia," ucap Aldo.
Rey menuruti ucapan Aldo dan benar saja, saat Rey masuk, Susan terlihat sedang muntah dan memegangi perutnya. Wajahnya tampak pucat dan badannya lemas.
"Sayang, kita ke dokter ya," ucap Rey menyentuh pindah istrinya.
Susan hanya mengangukan kepalanya.
Rey menuntun Susan keluar dari toilet dan kembali ke meja tempat mereka makan tadi.
"Aku akan mengantar Susan ke dokter."
"Aku ikut," ucap Aldo.
"Aku juga ikut," timpal Riko.
"Biar aku yang bawa mobilnya, kamu temani Susan," ucap Aldo.
Aldo melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang hampir cepat.
Sampai di rumah sakit perawat langsung menyambut kedatangan mereka.
"Mas, kok kamu di sini?" ucap seorang dokter yang baru keluar dari ruangan periksa.
"Iya. Istri Rey mual," ucap Riko.
"Hay Rey, apa kabar?"
"Nelsa, kamu praktek di sini?"
__ADS_1
"Ya. Ada apa dengan istrimu?"
"Aku juga belum tau, tiba - tiba perutnya mual dan muntah."
"Maaf Dokter ini hasil lab Nyonya Susan," seorang perawat memberikan selembar kertas pada Nelsa.
"Terimakasih Ners," senyumnya sangat ramah.
"Kalau begitu kita masuk saja biar aku periksa istrimu Rey."
Setelah dilakukan pemeriksaan dan mengajukan beberapa pertanyaan tentang tanggal Susan terakhir datang bulan, Dokter Nelsa yakin dengan hasil cek urin Susan.
"Selamat Rey, istrimu sudah hamil," ucap Nelsa.
"Maksudmu istriku hamil?" ucap Rey terkejut tapi bahagia.
"Kehamilannya sudah memasuki usia enam Minggu, kalian harus menjaganya, biasanya orang hamil banyak maunya ada juga yang lemah."
"Terimakasih Nelsa, aku akan menjaganya."
"Sayang, kenapa kamu tidak bilang kalau kamu hamil?" ucap Rey memeluk istrinya.
"Aku juga tidak tau."
"Selamat ya Rey, selamat juga buatmu San," ucap Riko.
"Ternyata aku mau punya ponakan lagi," ucap Aldo ikut senang.
"O ya Susan, kenalkan ini Nelsa, kekasihku," ucap Riko memperkenalkan kekasihnya pada Susan.
"Hay Dokter, aku Susan temennya Riko."
"Panggil saja Nelsa! Aku kenal sama suamimu dan Riko juga banyak cerita tentang kamu."
"Riko, kamu cerita apa?" ucap Susan.
"Dia bilang, dulu kalian sempat pacaran," ucap Nelsa.
"Apa kamu tidak cemburu padaku?"
"Rey saja percaya padamu, kenapa aku tidak percaya pada Riko dan dirimu," ucap Nelsa bijak.
"Terimakasih ya, Aldo benar kamu adalah wanita yang baik."
"Aldo kamu bilang apa?"
"Tidak ada. Susan hanya penasaran sama kekasih Riko."
"Baiklah Nelsa, terimakasih sudah memeriksa istriku. Kami pamit pulang," ucap Rey.
"Jaga kandunganmu San! dan kamu Rey, jangan sering - sering mengunjunginya!"
"Apa maksudnya?" Rey tidak mengerti.
"Gitu aja kamu ga tau Rey? Mesummu dikurangi," ucap Aldo.
"He... Siap Bu Dokter."
"Riko, kamu mau ikut kami pulang atau tinggal di sini?" ucap Rey.
"Pulanglah, mobilku masih di kantor Aldo."
"Tinggal saja! tidak akan hilang. Apa kamu mau meninggalkan Dokter cantikmu ini?," ucap Aldo.
__ADS_1
Riko melihat Nelsa dan tersenyum.
"Aku tinggal di sini. Aku titip mobilku, jangan di jual."
"Kamu pikir aku kekurangan uang sampai mau jual mobilmu!"
Rey, Susan dan Aldo meninggalkan Riko bersama Nelsa kekasihnya.
"Mereka sangat cocok ya Mas?" ucap Nelsa.
"Kamu juga cocok buatku dan kita juga akan menjadi pasangan yang bahagia seperti mereka."
"Jangan mulai ngerayu ah. Kamu tunggu di dalam dulu ya! aku masih ada satu pasien lagi."
"Jangan lama - lama ya, aku sudah sangat rindu padamu," ucap Riko mencubit pipi Nelsa dengan lembut.
"Sebentar kok."
Riko menunggu Nelsa di kamar jaganya.
Nelsa memang mempunyai sebuah kamar di ruang prakteknya untuk beristirahat di sela jam prakteknya.
Sementara di sepanjang perjalanan pulang, Rey selalu memeluk dan mengelus perut istrinya.
"Jangan - jangan kamu rindu pada Riko itu bawaan hamil San," ucap Aldo matanya melihat dari kaca spion.
"Mungkin juga."
"Tapi cukup hanya sekali ini ya sayang kamu rindu pada Riko! Jangan sampai setiap hari kamu merindukannya! Bisa mati aku karna cemburu."
"Khan itu bawaan orok sayang, harus dituruti memang kamu mau anakmu nanti ngeces?"
"Tapi tidak harus merindukan Riko sayang, kenapa tidak aku saja yang kamu rindukan?"
"Rey, kamu khan selalu bersamaku, bagaimana aku merindukanmu?"
"Berarti kamu ga rindu sama aku?"
"Setiap saat aku selalu merindumu sayang," ucap Susan menyandarkan kepalanya pada pundak Rey.
"Serasa jadi supir gw di sini!" ucap Aldo kesal.
"Bosmu cemburu sayang."
"Jangan sombong! Sebentar lagi aku juga mau punya anak kedua."
"Ha!! Apa Ana sudah hamil lagi??" ucap Rey.
"Apa kamu tidak dengar? Aku bilang sebentar lagi! Ya aku buat dulu sama Ana," ucap Aldo santai.
"Kirain Mbak Ana sudah hamil lagi."
"Angel masih kecil. Lagi pula aku tidak tega melihatnya kesakitan lagi saat melahirkan."
"Sayang, bagaimana kalau besok kamu kesakitan saat melahirkan? Aku tidak mau kamu kesakitan. Kamu operasi SC saja ya?"
"Tidak Rey. Aku mau melahirkan normal saja. Kamu jangan kawatir, aku pasti kuat kok."
"Wanita itu punya power Rey. Kamu jangan kawatir, Susan pasti kuat! Besok kalau kamu tidak tega melihat dia kesakitan saat melahirkan, biar aku saja yang mendampinginya."
"Enak saja! Suaminya itu aku bukan kamu!"
"Tapi aku Bosnya Rey dan dia sekertarisku. Jangan lupa itu!"
__ADS_1
"Kalian ini seperti Tom and Jerry."
Sampai di kantor Aldo, Rey langsung membawa Susan pulang untuk istirahat. Aldo sendiri mengijinkan Susan karna Aldo tidak mau Susan kelelahan.