
Kondisi Susan sudah membaik dan diperbolehkan untuk pindah ke ruang rawat biasa. Susan menjalani rawat gabung dengan kedua anak kembarnya karena memang Rumah Sakit tempatnya melahirkan menerapkan rawat gabung antara ibu dan bayi sehat agar hubungan bayi dan ibu semakin dekat untuk membantu proses pemilihan ibu.
Susan sangat senang bisa melihat anaknya, hingga meneteskan air mata bahagia.
"Rey, apa ini benar anak kita?" ucapnya saat melihat anak kembarnya di dalam box bayi.
"Iya sayang, anak kita cowok dan cewek."
"Kamu serius sayang? Mereka satu pasang?"
"Iya sayang, mereka cowok dan cewek. Terima kasih ya sayang sudah memberi kebahagian bagi kami," ucap Rey mencium kening istrinya.
"Aku juga terima kasih Rey, kamu sudah setia menungguku."
"Pasti sayang. Aku akan selalu setia padamu."
"Mama," panggil Elina ketika datang bersama oma dan opanya.
"Sayang, sama siapa Elina ke sini?"
"Sama oma dan opa, Ma,"
"Oma, Opa," ucap Susan memberi salam pada orang tua Rey.
"Terima kasih ya sayang, kamu sudah memberi kami cucu, kembar lagi," ucap oma sambil mencium pucuk kepala Susan.
"Iya, Oma."
"Sayang, lihatlah mereka lucu sekali!" ucap Rey melihat bayi kembarnya.
"Pa, adik bayinya lucu ya, Pa," ucap Elina.
"Iya sayang. Lucu banget."
Susan mengangkat salah satu bayinya dan menciumnya, Rey mengangkat satu bayinya juga dan mendekatkan pada Susan. Kembali Susan menciumnya dengan penuh kasih sayang. Air mata bahagia menetes di sudut matanya.
"Kalian adalah hartaku," ucapnya lalu memeluk Elina dan Rey.
"Kamu akan memberi nama anak kita siapa, sayang?" ucap Rey.
"Hey, yang harus memberi nama itu aku, omnya," ucap Aldo tiba-tiba berdiri di belakang mereka.
"Dia anakku bukan anakmu!" ucap Rey.
"Aku tau, tapi aku om kesayangannya, jadi aku yang akan memberi mereka nama. Ya ga, sayang?" ucapnya sambil memberi kode pada Ana.
"Tidak bisa!" ucap Rey tidak terima.
"Susan, apa kamu tidak mau mengijinkan aku memberi nama pada keponakanku ini?"
__ADS_1
"Rey, biar Aldo saja yang memberi nama pada mereka ya?" ucap Susan.
"Tapi sayang, mereka anak kita harusnya kita yang memberi mereka nama."
"Apa kamu sudah mempunyai nama yang bagus buat mereka?" tanya Aldo.
"Belum, tapi aku akan mencarinya."
"Keburu anakmu menjadi remaja Rey," canda Aldo.
"Rey, biarkan Aldo saja ya? Lagi pula aku percaya pasti dia sudah menyiapkan nama yang cocok buat anak kita."
"Pasti. Nama yang akan aku berikan pada keponakanku adalah nama yang istimewa."
"Baiklah. Kamu menang Aldo. Kamu memang paling bisa mengambil hati istriku dan dia selalu membelamu."
"Rey, bukan begitu sayang," ucap Susan memeluk tangan suaminya.
"Iya sayang, aku hanya bercanda," ucap Rey sambil menepuk lembut tangan istrinya.
Aldo tertawa bahagia melihat wajah Rey mati kutu.
"Siapa nama mereka?" ucap Rey.
Aldo mendekat pada bayi kembar itu dan mengelus lembut kepala bayi laki-laki.
Aldo berganti mendekati bayi perempuan dan mengelus kepalanya dengan lembut.
"Karena kamu perempuan, maka namamu adalah Shashi. Shashi yang berarti adalah Bulan, kamu akan menjadi penerang agar tidak terjadi kegelapan. Kalian berdua akan sama-sama menerangi bumi ini."
Semua orang terkagum mendengar nama yang Aldo berikan pada bayi kembar itu.
"Kamu pinter cari nama Aldo," ucap Rey.
"Jelas donk. Aku khan omnya," ucap Aldo sombong.
"Arusha Putra Wicaksono dan Shashi Putri Wicaksono, nama yang bagus buat anak kembar kami," ucap rey.
Arusha Putra Wicaksono
+
Shashi Putri Wicaksono
Sejak pulang dari Rumah Sakit Susan mulai sibuk mengurus kedua anak kembarnya, untung Elina sudah bisa mandiri jadi pekerjaan Susan sedikit berkurang.
Susan beruntung mempunyai mertua yang baik dan sayang padanya. Oma dan opa selalu membantunya menjaga dan mengurus si kembar.
__ADS_1
Sesekali Ana dan Aldo pun sering mengunjunginya meski hanya sekedar ingin melihat perkembangan si kembar.
Sejak melahirkan Susan tidak lagi bekerja pada perusahaan Aldo, sesuai janjinya pada Rey bahwa dia akan berhenti bekerja dan fokus mengurus keluarga.
Aldo sendiri sudah mempunyai sekretaris baru. Sekretaris Aldo sekarang seorang pria dan Aldo menyebutnya bukan sekretaris tapi asisten karena bagi Aldo sekretaris hanya untuk Susan dan sampai kapan pun tidak akan terganti. Maklum sekretaris kesayangan Bos.
Rey menggelar acara syukuran atas kelahiran si kembar sekaligus memperkenalkan keluarganya pada seluruh karyawan dan koleganya. Semua yang hadir turut merasakan kebahagian yang Rey rasakan.
Shandi dan keluarga pun sering mengunjungi Susan dan si kembar, begitu pula dengan orang tua Susi. Meski Susan bukanlah putri kandungnya, tapi mereka memperlakukan Susan seperti memperlakukan Susi putrinya yang sudah meninggal.
Bagi orang tua Susi, Susan adalah anaknya, pengganti Susi.
Semakin hari perkembangan si kembar semakin bagus dan sehat.
Mereka tumbuh menjadi anak-anak yang tangguh dan ceria. Elina sendiri tumbuh menjadi anak yang menyayangi adik-adiknya. Dia selalu bersikap dewasa dan menjaga si kembar.
Kini Elina sudah mulai sekolah. Setiap pulang dari sekolah Elina selalu bermain dengan si kembar bahkan terkadang dia suka membelikan si kembar mainan yang dia temui dijalan saat pulang sekolah.
Susan selalu mengingatkannya untuk tidak membeli mainan yang berbahaya dan Elina menuruti pesan Mamanya. Elina tumbuh menjadi anak yang patuh dan disiplin. Susan bangga melihat sikap putri sulungnya itu, meski dia bukan darah dagingnya, tapi kasih sayangnya pada Elina tidak pernah berubah dan tidak berbeda dengan si kembar.
Susan selalu menyayangi anak-anaknya secara adil karena baginya baik Elina maupun si kembar adalah harta yang paling berharga dalam hidupnya.
Rey sendiri kini lebih giat lagi bekerja. Rey selalu menyisakan waktu untuk keluarganya terutama di saat weekend. Rey tidak akan mengambil jadwal kerja di Sabtu dan Minggu karena bagi Rey dua hari itu adalah hari khusus untuk keluarga.
Rey juga saat ini jarang lembur sampai tengah malam, dia banyak melakukan dan menyelesaikan pekerjaannya di siang hari.
Keluarga Rey adalah keluarga yang bahagia, semua orang yang melihat keluarga itu akan merasa iri karena kebahagian mereka.
Mereka saling melengkapi dan menyayangi satu sama lain.
Sesekali Rey, Aldo, Dino, Riko dan Shandy mengadakan acara keluarga dengan liburan bersama untuk tetap mempererat persaudaraan mereka.
Riko sendiri kini sudah menikah dengan Dokter Nelsa dan mempunyai satu orang putra yang sangat tampan.
Sedangkan Dino kini menjadi bos besar di perusahaannya dan sudah menikah dengan Justin kekasihnya dan dikaruniai dua orang putra dan putri yang sangat lucu.
Shandi dan Ririn juga sudah mempunyai anak kedua yaitu seorang putri kecil yang cantik.
Untuk Aldo dan Ana sedang menunggu kelahiran anak keduanya.
🤗🤗🤗
Hay ... Hay ... Para pencinta novel "Mutiara Hati"
Terimakasih semuanya, jangan lupa like, vote and komen ya.
"Salam manis"
Soesan
__ADS_1