
Sore ini sepulang kerja Susan berencana kembali mengunjungi Elina dirumahnya tapi semua diurungkannya karna malam ini Riko mengajaknya untuk bertemu.
Sebenarnya ada rasa kecewa karna dia tidak dapat bertemu dengan gadis kecil itu tapi dia juga tidak bisa menolak permintaan Riko dan dia tidak mau membuat pacarnya kecewa.
Riko berjanji akan menjemputnya malam ini dan mengajaknya makan malam di restauran favorit mereka.
Malam ini Susan berdandan seperti biasanya tipis dan natural dia mengenakan gaun warna biru muda yang mampu menambah keanggunan dan kecantikan yang dia miliki.
"Sayang apakah kamu sudah siap?" panggil Riko dari balik pintu kamar
"Ya sebentar lagi."
Susan keluar dari kamar berjalan ke arah Riko
"Aku siap."
Riko menatapnya dari atas kebawah tanpa terlewatkan, dia terkesima dengan kecantikan kekasihnya itu.
"Kamu cantik sekali San," ucapnya sembari merapikan rambut depan Susan kesamping agar wajah cantiknya tak tertutup.
Susan hanya membalas dengan senyuman manis.
"Jangan senyum begitu yang, aku tambah gemes liat kamu."
Riko mencubit lembut pipi gadis pujaannya.
Merekapun pergi menuju tempat yang sudah disepakati.
Setibanya di restauran mereka langsung memesan makanan dan menyantapnya dengan penuh canda tawa dan kemesraan layaknya dua sejoli yang lagi kasmaran.
"Sayang, hari Minggu besok aku harus ke kota B ada kerjaan yang harus diselesaikan."
"Lembur lagi?"
Susan mulai menunjukkan sikap tak sukanya.
"Maaf ya sayang ini semua demi masa depan kita," ucap Riko sembari menyentuh lembut pipi kekasihnya.
"Apa harus setiap Minggu kamu lembur?"
"Tidak juga, mudah - mudahan bulan depan semua pekerjaan terselesaikan."
"Apa tidak ada orang lain yang bisa gantiin kamu?"
"Ayolah sayang jangan ngambek gitu. Aku janji nanti setelah semua selesai kita liburan bersama ya..." rayunya pada kekasihnya yang sudah mulai ngambek.
"Riko, akhir - akhir ini aku dekat dengan seorang gadis kecil umur tiga tahun. Dia menganggapku mamanya dan aku merasa telah jatuh cinta pada anak itu."
Susan menceritakan semua yang sudah terjadi selama ini tentang gadis kecil itu dan bagaimana perasaanya saat ini.
Awalnya Riko melarangnya untuk bertemu kembali dengan anak itu dengan alasan takut terjadi kesalahpahaman antara dia dan orangtua anak itu. Tetapi setelah susan menjelaskan dan meminta pengertian darinya akhirnya Riko pun mengijinkan untuk tetap berhubungan dengan anak itu.
"Terimakasih ya sayang sudah memberi ijin."
"Apapun akan aku lakukan asal kamu bahagia. Tapi kamu harus janji bahwa kamu akan bahagia."
"Pasti," jawabnya manja.
Pagi ini Susan dan Mela disibukkan dengan persiapan rapat dadakan yang diadakan oleh bosnya.
"Tumben amat si bos ngadain rapat dadakan?" ucap Mela sambil membereskan berkas - berkasnya
__ADS_1
"Mungkin ada masalah yang mendesak atau mungkin ada yang mau disampaikan pada karyawan."
"Apakah semua sudah siap?" tanya Aldo ada semua peserta rapat.
"Siap pak," jawab mereka serentak
"Baiklah. Maaf karna hari ini saya mengadakan rapat secara tiba - tiba. Seperti yang kita ketahui bahwa perusahaan kita telah melakukan kerjasama dengan DJ Company perihal pembangunan hotel di kota B. Mengingat proyek ini sangatlah penting maka harus ada pengawasan dan seseorang yang mampu menghandelnya maka saya akan mengadakan kompetisi dan memberi kesempatan pada setiap karyawan untuk mengajukan rencana kerja tentang proyek ini. Saya harap semua karyawan mampu memberikan yang terbaik untuk perusahaan kita."
Rapat berlangsung selama hampir dua jam dengan pemilihan kandidat - kandidat yang dianggap mampu menyelesaikan proyek ini.
Setelah selesai semua peserta rapat meninggalkan ruangan dan melakukan pekerjaan masing - masing.
"Susan setelah ini aku tunggu di ruangan!"
"Baik pak"
Aldo berdiri didekat jendela kaca dan mengarahkan pandangannya keluar.
Tok tok tok
" Kenapa kamu tidak mengajukan diri dalam proyek ini?" ucap Aldo tanpa mengalihkan pandangannya
"Maaf pak untuk saat ini saya tidak bisa."
"Berikan aku alasan!" pintanya sembari berjalan mendekat pada Susan.
"Aku tidak bisa meninggalkan anak itu."
"Anak?, apa maksudmu dengan anak? apa selama ini kamu sudah mempunyai anak dan menyembunyikannya dariku?" nada suara Aldo meninggi.
"Tidak," Susan tidak berani menatap wajah Aldo.
"Lalu apa? jelaskan padaku!"
"Bagaimana pendapat Riko?"
"Awalnya dia tidak suka aku dekat - dekat dengan Elina tapi akhirnya dia mau mengerti dan mengijinkan."
"Menurutku apa yang dikatakan Riko benar. Kamu tidak mengenal siapa keluarganya dan bagaimana keluarganya Jangan membawa diri dalam masalah keluarga orang lain!"
"Tapi aku terlanjur sayang sama anak itu."
"Kamu bukan ibu kandungnya jadi buat apa kamu memikirkannya!"
"Aku memang bukan ibu kandungnya tapi aku yakin bahwa aku menyayanginya melebihi ibu kandungnya," nada suaranya mulai meninggi
"Apa kamu tidak memikirkan masalah apa yang akan kamu hadapi kedepannya?"
"Kenapa kamu berpikir sama piciknya dengan Riko? kenapa semua orang tidak memahami apa yang aku rasakan?"
"Aku hanya tidak suka kamu dekat dengan anak itu!"
"Apa kamu punya hak untuk mengatur hidupku?!"
"Kenapa kamu ga paham juga?"
"Kalian semua egois kalian hanya memikirkan diri sendiri!"
Susan mulai tidak bisa menahan amarah dan air matanya, ada kekecewaan yang dia rasakan atas sikap Aldo. Dia tidak menyangka Aldo akan mengatakan hal semacam itu.
"Aku kecewa sama kamu," ucapnya sambil berlalu dari hadapan Aldo.
__ADS_1
Tapi sebelum dia menjauh tiba - tiba tangannya ditarik oleh Aldo karna tidak ada pertahanan tubuh Susan pun jatuh kedalam pelukan Aldo.
Aldo pun mendekapnya dengan erat seakan enggan untuk melepaskan.
"Aku hanya tidak mau kamu tersakiti," ucapnya lembut sembari membelai rambutnya.
"Dia bukan anak kandungmu," lanjutnya
"Tapi aku menyayanginya aku jatuh cinta padanya sejak awal kami bertemu."
Susan pun menangis dalam dekapan Aldo.
Dia merasakan kehangatan dan nyaman saat ini.
Aldo memegang kedua pipinya dengan lembut tepat berhadapan dengan wajahnya.
"Apa kamu akan selalu mencintainya?"
Susan hanya menjawab dengan anggukan saja.
"Kalo begitu jagalah dia dan cintailah dia seperti kamu mencintai anakmu sendiri! aku akan selalu mendukungmu asal itu bisa membuatmu bahagia."
Susan senang mendengar kata - kata yang diucapkan Aldo dan dia mengeratkan kembali pelukannya.
"Terimakasih. Aku tau kamu tidak sejahat itu itulah yang membuat aku kagum sama kamu."
Aldo tersenyum mendengar apa yang diucapkan oleh Susan.
Aku tau kamu sangat menyayangi anak itu dan aku yakin kamu akan lebih bahagia bila bersama Rey dan Elina. Aku pastikan kalian bertiga akan bersatu dan tak terpisahkan.
"Istirahatlah dulu disini sampai matamu tidak sembab lagi!"
"Kamu yang buat mataku sembab."
"Hey...aku hanya ingin tau seberapa cintanya kamu sama anak itu."
"Apa maksudnya seperti itu? apa kamu mengenal anak itu?" tanyanya kesal
"Tidak."
"Dasar manusia aneh!"
"Biarpun aneh yang penting aku bisa membuatmu menangis dalam pelukanku."
"Sialan!" Susan memukul lengan Aldo.
"Apa kamu mau dipeluk lagi?" godanya
"Sudahlah pekerjaanku tertunda karena kamu."
Susan berdiri dan melangkah pergi.
"Yakin tidak ingin aku peluk lagi?" Aldo tersenyum jail.
Susan tak menghiraukannya apa yang diucapkan oleh laki - laki itu.
Aldo sangat menyayangi gadis itu bukan karna dia mencintainya dan menghianati istrinya tapi karna dia merasakan kehadiran almarhum adiknya yang meninggal akibat kecelakaan lima tahun yang lalu.
Dia merasa menemukan pribadi adiknya dalam sosok Susan, jadi apapun akan dia lakukan hanya untuk kebahagiannya.
Apakah Ana cemburu dengan sikap Aldo ?
__ADS_1
Tidak dari awal Ana sudah tau dan sudah memahami situasi ini karna memang Ana yang mengenalkan Susan pada Aldo.
Dan Aldo selalu jujur pada istrinya sehingga Ana percaya pada Aldo.