Mutiara Hati

Mutiara Hati
Sang Presdir perut buncit ?


__ADS_3

Hari ini Susan enggan bangun dari tidurnya dan malas beranjak dari kasur.


Huh...malas sekali rasanya hari ini. hari ini akan menjadi hari yang buruk bagiku kenapa harus aku yang menemani laki - laki itu.


Kenapa juga Aldo harus ada urusan keluarga.


Sial....!!! Susan mengumpat dalam hatinya.


Apa pagi ini aku menemui Elina saja ya sebelum berangkat, aku kangen sekali dengan gadis kecil itu.


Dret....dret..


Aldo


Pesawat hari ini maju jam 11.30 WIB, nanti aku yang akan mengantarmu ke bandara. Aku jemput jam 10.30 WIB.


Susan


Kenapa jadwalnya bisa berubah? rencana pagi ini aku akan menemui Elin.


Aldo


DJ Company memajukan jadwal penerbanganmu.


Susan


Kalau begitu nanti kamu jemput aku di rumah Elina, nanti aku share lokasinya.


Aldo


Ok


Sebenarnya siapa dia dan apa maunya?


Susan merasa kali ada yang aneh dengan semua ini, ada rasa curiga dari semua situasi ini.


Flashback on


Malam ini Rey menghubungi Aldo lewat telepon selular.


"Aldo aku sudah pesan tiket untuk sekertarismu dan dia harus berangkat dengan penerbangan jam 11.30 WIB."


"Bukannya jadwal penerbangannya jam 15.00 WIB?"


"Benar. Ternyata urusanku selesai lebih cepat dan aku tidak mau menganggur sendirian di sini makanya aku majukan jadwal penerbangannya jadi dia bisa menemaniku hari ini."


"Kenapa kamu suka berbuat seenaknya sendiri tanpa memikirkan orang lain?"


"Ayolah kamu ini sahabatku jangan suka marah - marah kalau kamu tidak ingin cepat tua dan sekertarismu itu tidak mau dekat - dekat lagi denganmu karna kamu sudah keriput."


"Sial!. Akan aku sampaikan pada susan tentang perubahan jadwalnya, aku yakin dia akan mengumpatmu bila dia tau kalau semua ini adalah rencana konyolmu."


"Terimakasih sahabatku yang baik hati."


Apa yang sedang kamu rencanakan Rey?


Seandainya aku tidak terlanjur berjanji pada Ana untuk mengantarnya pasti aku yang akan menemanimu Rey .


Aku harap kamu tidak mengecewakanku Rey.


Flashback off


Susan turun dari sebuah taksi tepat didepan pintu gerbang sebuah rumah besar dan langsung disambut hangat oleh penjaga rumah tersebut.


"Non Susan silahkan masuk non."


"Terimakasih ya pak."


Susan memasuki rumah itu dengan senyum bahagia karna hari ini dia dapat bertemu dengan putrinya.


Dilihatnya Elina sedang makan disuapi oleh pengasuhnya.


"Elina .."


Mendengar namanya dipanggil oleh orang yang sangat dia rindukan gadis kecil itu menoleh dan langsung berlari ke sumber suara.


"Mama..."


"Sayang ...mama sangat merindukanmu."


Mereka saling berpelukan dan melepas rindu, Susan memberikan ciuman termanisnya.


"Mama tumben pagi - pagi main kesini biasanya sore pulang kerja?"

__ADS_1


"Iya sayang pagi ini mama tidak kerja karna nanti siang mama harus pergi keluar kota selama tiga hari makanya mama ke sininya pagi karna mama udah kangen banget sama kamu," ucapnya sambil mencubit hidung Elin.


"Berarti besok mama pulang bawa oleh - oleh donk buat Elin."


"Elin mau oleh - oleh apa?"


"Elin mau boneka Bear yang besar," ucapnya sambil merentangkan tangannya.


"Ok. Besok mama belikan boneka Bear yang besar ya."


"Terimakasih mama," sambil mencium pipi


"Sama - sama sayang."


Mereka menghabiskan waktu yang tersisa bersama sebelum dia berangkat.


Susan


Aldo aku sudah share lokasinya.


Aldo


OTW


Saat menjemput Aldo sengaja tidak masuk kedalam dan hanya menunggunya di mobil.


"Apa tidak ada yang tertinggal?"


"Tidak. Semua sudah aku siapkan."


"Baiklah kita berangkat sekarang, jangan lupa langsung kabari aku bila kamu sudah tiba disana."


"Siap bos."


Sesampainya di bandara Aldo mengantarnya sampai dalam.


"Aku pasti akan merindukanmu selama kau disana," ucap Aldo


"Jangan lebay aku hanya tiga hari disana dan aku bukan kekasihmu."


"Bagiku kamu lebih dari kekasihku."


Susan tersipu malu mendengar pengakuan Aldo ada rasa bahagia saat itu, dia membalas pelukan dari Aldo.


"Jangan lupa kabari aku!"


lalu berjalan meninggalkannya.


Di kota B


Rey sudah menunggu lebih dari tiga puluh menit yang lalu, dia mondar mandir kesana kemari.


Sebenarnya Rey bukanlah tipe orang yang suka menunggu lama tetapi kali ini bukan salah yang ditunggu melainkan dia sendiri yang terlalu awal datang.


Begitu melihat orang yang ditunggunya sudah datang Rey langsung berlari menghampirinya.


Berbeda dengan Susan yang sedikit terkejut melihat Rey datang menghampirinya.


Dia tidak menyangka bahwa Rey ada di kota itu juga.


"Apa yang sedang kamu lakukan di kota ini tuan?"


"Aku menjemputmu."


"Tunggu dulu..! Aldo bilang yang akan menjemputmu adalah Presdir sendiri"


"Ya benar."


"Lalu kenapa kamu yang disini dan bukan dia? apa kamu asistennya?"


Rey hanya tersenyum melihat Susan yang bingung.


"Sudahlah jangan terlalu dipikirkan!. Ayo aku bantu!"


Rey membawa koper milik Susan dan meletakkannya di bagasi mobil miliknya, mereka masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan menuju mension milik Rey.


"Apa kamu belum pernah bertemu dengan Presdir DJ Company?"


"Belum dan sebenarnya aku tidak mau bertemu dengannya kalau tidak terpaksa seperti sekarang ini."


Rey terkejut dengan pengakuan gadis di sampingnya itu dan merasa penasaran.


"Apa alasanmu tidak mau bertemu dengannya?"

__ADS_1


"Aku dengar dia duda dan mempunyai satu orang anak, pasti dia orang tua yang genit, berkumis dan pastinya dengan perut buncit secara dia bos perusahaan besar."


"Ha...ha..ha...ha..." seketika tawa Rey meledak mendengar apa yang dikatakan oleh Susan.


"Hey.. kenapa kamu ketawa seperti itu?!"


"Darimana kamu tau kalau dia orang seperti itu, apa Aldo yang memberitahumu?"


"Tidak, itu hanya imajinasi dan pikiranku saja tentang seorang bos besar."


Tiba - tiba Rey menjitak kepala susan pelan.


"Hey kenapa kamu memukul kepalaku?!"


"Imajinasimu terlalu tinggi nona dan pikiranmu terlalu dangkal," Rey tertawa lagi


"Apa aku salah?, lalu bagaimana dia sebenarnya?"


"Kamu akan tau sendiri bagaimana dia sebenarnya."


"Sebenarnya aku malas melakukan pekerjaan ini tapi saat aku tau yang menjemputku bukan dia melainkan kamu hatiku sedikit lebih tenang paling tidak aku mempunyai teman, meski awalnya kamu adalah orang yang sangat menyebalkan tapi yang terpenting sekarang aku tidak harus berdua dengannya saat meninjua lahan proyek."


Tiba - tiba telepon selularnya berbunyi


"Halo Aldo"


"Apa kamu sudah sampai?"


"Sudah dan ini lagi dijalan menuju tempat istirahat."


"Apa kamu Baik - baik saja?"


"Aku baik - baik saja Aldo jangan kawatir aku bisa jaga diri. O ya saat ini aku bersama Rey kamu tau aku senang sekali ternyata yang menjemputmu bukan bos DJ Company si pria buncit itu," ucapnya


"Apa Rey ada di dekatmu?"


"Ya kami sedang di mobil."


"Baiklah jaga dirimu baik - baik!"


"Terimakasih."


Susan mengakhiri percakapannya.


"Baik sekali bosmu hingga mau memperhatikan sekertarisnya seperti itu."


"Dia memang baik."


"Apa kamu menyukainya?"


"Tidak. Hubungan kami hanya sebatas sahabat dan juga sebatas bos dan sekertaris tidak lebih."


"Apa kamu yakin?"


"Ya. Dia sudah punya istri dan istrinya adalah sahabatku, aku pun sudah punya kekasih dan dia juga mengenal pacarku."


Mobil Rey memasuki area perumahan yang cukup elit dan disitu ada satu rumah yang paling besar dibandingkan dengan yang lain.


Rey mengemudikan mobilnya memasuki halaman rumah tersebut.


"Apa kita harus tinggal disini dengan pria itu?" wajahnya terlihat sangat tegang.


"Tenanglah dia tidak ada akan tinggal disini bersama kita."


"Apa kamu yakin?"


Rey tersenyum


"Ayo turun!"


Mereka disambut oleh para pegawai yang ada dirumah itu.


"Selamat siang tuan dan nyonya," sapa salah satu dari pegawai disitu.


Rey hanya membalasnya dengan senyuman dan anggukan saja.


Rey mengantar Susan ke kamarnya dan membiarkan dia istirahat, dia tau Susan pasti lelah setelah bermain bersama putrinya dan harus melakukan perjalan ke kota ini.


Rey memang selalu memantau dan memperhatikan putrinya lewat cctv yang dia pasang dirumahnya makanya dia tau kalau hari ini Susan mengunjungi putrinya.


Dia merasa bersyukur bisa mengenalnya.


Rey pun merebahkan dirinya dikamar dan memejamkan mata untuk istirahat.

__ADS_1



Reynald Wicaksono


__ADS_2