My (Ex) Boyfriend

My (Ex) Boyfriend
Dua belas


__ADS_3

Bian lupa, Selain Nadia dan juga Selsa, ada satu orang lagi yang mengetahui password Apartemennya. Siapalagi kalau bukan Yumi, perempuan yang menurutnya Jalang, yang sudah di pakainya lebih dari satu kali. Dan itu bukan Fabian yang meminta, tetapi Yumi yang menghampiri.


"Sayang Malam ini aku menginap di Apartemen mu ya? Kebetulan Apartemen ku sedang mengalami beberapa masalah."


"Pergi Yumi! Aku sudah bilang aku tidak mempunyai hubungan apapun lagi dengan mu. Dan untuk satu hal, kamu jangan sembarangan memasuki Apartemen ku."


Yumi berdecak sebal. Menyebalkan sekali laki-laki dihadapan nya ini.


"Bian tolong kasih aku kesempatan! Aku bisa menjadi istri yang baik buat kamu. Apa sih yang kamu ragukan selama ini sama aku?."


Aku saja meminta kesempatan kepada Selsa dan Yumi malah meminta kesempatan padaku. Rumit sekali Tuhan.


"Drama apalagi ini?." Sindir Selsa yang mengintai dari balik Pintu Apartemen.


Bian dan Yumi menoleh kepada Selsa. Bian menatapnya santai, beda dengan Yumi yang menatap sengit Selsa.


"Heh jalang sialan, kenapa kamu terus-terusan menginap di Apartemen calon suami ku? Pergi sana, jangan jadi parasit yang menganggu hubunganku dan Fabian."


Selsa tertawa keras juga mengejek di tempat nya. Menertawakan kedua pasangan yang menurut nya aneh.


"Dasar manusia aneh. Apa Bian tidak menjelaskan siapa aku sebenarnya? Oh biar aku yang menjelaskan. Aku ini mantan nya Bian, dan dia yang meminta aku tinggal disini."


Yumi membelalak, menatap Bian dan Selsa bergantian. "Benar itu Bian? Atau jangan-jangan kamu sudah menidurinya berulang kali."


Selsa mengumpat dalam hati, apa katanya-, meniduri? Ah Selsa bukan se jalang itu. Tapi nampak nya ia akan bermain-main terhadap Yumi. Perempuan yang lebih pendek darinya itu menunjukkan wajah kesal nya.


Selsa tersenyum licik, "Betul sekali Yumi. Aku dan Bian sudah berkali-kali melakukan nya. Bahkan sehari aku bisa melakukan nya sampai Empat atau lima kali. Dan juga tentunya dengan berbagai macam gaya, kalau tidak percaya coba tanyakan saja pada Bian."


Selepas berujar Selsa kembali menutup pintu kamar Bian. Di balik pintu ia tertawa cekikikan, puas mengerjai Yumi dan juga ia sempat melihat wajah pucat Bian. Ia mengusap sudut matanya yang berair gara-ga saking lama nya tertawa.


"Bener Bian yang dikatakan Jalang itu? Bian kenapa kamu tega? Aku mencintai kamu Bian,"

__ADS_1


Bian menggeleng, ia tidak akan membenarkan ucapan Selsa. Karena melihat Yumi menangis di depan nya membuat Bian tak tega. Bukan- ia bukan mencintai Yumi tapi ia tidak bisa membuat seorang perempuan menangis. Tapi bukan kah waktu itu Bian sudah membuat Yumi menangis?.


"Sudahlah Yumi, pergi dari Apartemen ku. Aku menyuruh mu pergi karena aku tidak mau menyakitimu terus-terusan. Terimakasih sudah mencintai ku, Simpan rasa cinta itu baik-baik. Kau pantas mendapatkan laki-laki yang lebih baik dari ku." Ujar Bian pelan.


Yumi masih menangis, namun tiba-tiba ia menubruk tubuh Bian. Memeluknya kuat dan menangis di dada Bian. Yang di peluk hanya diam, tak berniat membalas pelukan Yumi.


"Kamu tahu Bian, aku melakukan semua nya semata-mata karena aku ingin kamu sadar. Sadar kalau aku mencintai kamu. Menginginkan kamu menjadi milikku. Tapi apa yang aku peroleh-? Kamu mematahkan hatiku Bian."


Bian menghembuskan nafasnya kesal. Ia tetap tak bergeming untuk sekedar membalas dekapan Yumi, matanya menelisik, menatap pintu kayu yang tertutup rapat. Kenapa kamu harus berbicara seperti itu Selsa? Kamu justru membuat semua nya menjadi rumit.


"Lupakan aku Yumi. Urusan kita selesai, pergilah dan cari laki-laki lain yang mencintaimu dengan tulus dan tentunya tidak sepertiku."


-


-


-


Selsa berdecak sebal ketika kamar yang biasa ia tempati tidur digantikan oleh Yumi, yang katanya calon istri Bian. Tidak tahu kenapa ada rasa tak rela menyerang di hati nya. Seharusnya ia yang ada di dalam sana,tentunya bersama Bian. Selsa menggeleng cepat, mengenyahkan pikiran aneh nya.


Selsa memalingkan kepalanya kebelakang, menatap Bian yang berjalan kearah nya. Laki-laki itu duduk di samping nya.


"Hem,"


"Tidur Sa, istirahatkan tubuh mu."


Selsa berdecih, ia menatap Bian sengit. "Urusan nya sama kamu apa? Sudah sana tidur bersama Calon Istri kamu." Usir nya yang menekan kata 'Calon Istri'.


Bian terkekeh singkat di tempat nya, "Cemburu ya dengan Yumi?."


"Enak saja, sudah sana pergi. Aku masih ingin menonton serial favorit ku."

__ADS_1


"Biar aku temani."


Selsa menggeleng kuat, "No! Aku ingin sendiri. Sudah sana pergi,"


Bian tetap tak bergeming. Merubah posisi duduk nya agar nyaman, disandarkan punggung nya ke sandaan sofa. Selsa semakin kesal, ia juga menyandarkan punggung kecilnya ke sandaran sofa. Tangan nya yang memegang remote mulai mengaplikasikan benda hitam persegi panjang itu.


Berhenti pada channel yang menampakkan sebuah Drama Action romantis kesukaan nya. Dengan aktor Thailand yang bernama Mark Prin juga Aktris Urassaya, Selsa dulu bersama Mina kerap sekali menyaksikan Drama action Romantis itu. Selain pembawaan akting snag Aktor dan Artis yang membuat nya jatuh cinta, jalan cerita yang penuh liku juga dramatis mengajarkan Selsa banyak hal. Sebuah keluarga-Karir-juga Cinta.


"Kenapa suka Drama Thailand yang ini Sa?."


"Suka tidak butuh alasan. Aku dan Mina menyaksikan hampir setiap saat, aku juga menyukai akting Mark dan Yaya." Tanpa mengalihkan perhatian nya pada televisi didepan nya Selsa berujar.


"Jangan-jangan tipe ideal mu seperti laki-laki di drama itu? Astaga Selsa, jika dibandingkan bersama ku ya jauh lebih tampan aku dari pada Dia."


Selsa berdecih, "Seluruh Dunia juga tahu kalau Mark itu tampan, dan kalau di bandingkan dirimu ya lebih Tampan Mark jauh lah."


Bian medengus, ia bergeser semakin mendekat kesisi Selsa. Tangan nya menggenggam tangan Selsa yang ada di samping nya, "Iya aku tahu Mark lebih tampan, lanjutkan acara menonton mu."


"Lepaskan tangan ku Bi! Kamu jangan seenaknya dong, ada Yumi di dalam."


Tak mendengarkan ucapan Selsa, Bian menyandarkan kepalanya di bahu Selsa. Laki-laki itu menutup matanya pura-pura tertidur. "Jangan pikirkan tentang Yumi. Dan ingat satu hal, dia bukan calon istriku. Yang benar, calon istri ku itu kamu."


Selsa bersyukur Bian masih memejamkan mata di pundak nya. Bagaimana tidak, bahkan ia rasa sekarang Pipi nya memanas. Menjadi merah seperti kepiting rebus, hanya karena Bian menyebutkan Selsa adalah calon istri nya. Payah kau Selsa.


"Ah seperti nya kamu salah minum obat Bi. Sudahlah angkat kepalamu dari pundak ku, kepalamu berat."


Bian mengangkat kepalanya, tersenyum menatap Selsa dalam cahaya remang ruang televisi.


"Aku tidak salah obat, aku serius kalau kamu adalah calon istriku."


"Ah ya ya Terserah dirimu saja lah."

__ADS_1


Ini kenapa Jantungku berdebar, Selsa kamu tidak mungkin kembali berharap pada laki-laki brengsek disamping mu ini. Ingat Selsa, dia bajingan kelas kakap. Laki-laki disamping mu itu bisa menghancurkan mu kapan saja. Jangan mau termakan bujukrayu sialannya.


-


__ADS_2