My (Ex) Boyfriend

My (Ex) Boyfriend
Sembilan


__ADS_3

Lagi lagi kedatangan Vano di kantor Bian hanya untuk menyerahkan sebuah Artikel tentang Selsa. Perempuan yang membuat Bian menjadi bodoh dan Gila, siapa lagi kalau bukan Selsaniva Kania.


Bian membuka majalah pertama yang berisikan berita Selsa. Ada juga foto Selsa dan Laki-laki bernama Sakti itu tengan berciuman.


***Selsaniva tertangkap basah berciuman dengan pengusaha Property dan Tambang, Sakti Andrian.


Artikel kedua pun sama, namun disertakan beberapa potret kemesraan Selsa dan Sakti.


Ciuman, Selsa-Sakti Pacaran?


Model Sensasional Selsaniva tertangkap kamera sedang berciuman dengan Sakti.


Pernah bilang menyukai Pria yang lebih dewasa, Selsa kepincut dengan Sakti?.


Usia bukan menjadi halangan, Sakti dan Selsa mesra di Restoran***.


Bian menyingkirkan artikel yang beiriskan Selsa juga dengan laki-laki bernama Sakti, mungkin ini alasan Selsa semalam pulang telat. Bian tak perduli jika tempatnya berantakan, majalah juga koran tercecer dilantai ruangan nya.


"Cemburu huh-?."


Bian mendengus kesal, yang ada di pikiran nya hanya Selsa. Sudah pernah, Bian sudah pernah untuk tidak perduli dengan Selsa, namun nihil. Laki-laki itu tetap tidak bisa melepaskan Selsa begitu saja.


"Tutup mulut tak berguna mu itu Vano! Aku minta tolong urusi semua pekerjaan ku. Aku akan pulang sekarang."


Tanpa persetunuan Vano, Bian beranjak, tak lupa membawa satu koran yang tadi sempat di buang nya. Langkah lebarnya berjalan meninggalkan ruangan. Menghampiri mobil nya dan meninggalkan pekarangan kantor.


Perasaan nya campur aduk. Melihat artikel tentang Selsa bersama Sakti membuat ulu hati nya terasa panas terbakar. Ia tak terima Ciuman Selsa di curi oleh laki-laki yang menurut nya brengsek.


Bian berjalan cepat menuju lift untuk sampai di apartemen nya, tak lupa dengan menggengggam sebuah koran. Mobil nya sudah aman berada di tempat biasanya. Sesampainya di depan pintu Apartemen tangan nya menekan beberapa digit angka pada layar yang ada di depan nya. Pintu terbuka, ia memasuki Apartemen yang terlihat kosong.


Pertama ia memeriksa di sekitar ruang televisi, tapi tak menemukan Selsa disana. Selanjutnya ia berjalan kearah dapur dan Selsa pun tak ada di sana. Kamar, Bian sedikit berlari menuju kamar nya. Masih saja, dia tak menemukan Selsa. Bintang menghela nafasnya, duduk di pinggiran ranjang lalu mengusap wajah nya kasar.


"Selsa," teriak nya memanggil Selsa.


Tak ada sahutan, Bian membuka jas kerja nya. Ia longgarkan dasi yang melilit di lehernya. Suara decitan pintu dari arah kamar mandi mengalihkan nya. Bian menoleh, menemukan Selsa yang rupanya selesai Mandi. Hanya mengenakan handuk kimono nya.


Selsa di tempatnya sempat kaget, akan tetapi kembali merubah raut nya menjadi acuh. Dia tetap berjalan menuju Lemari kayu yang tentunya sudah berisikan pakaian nya, tentunya masih dalam perhatian Bian. Dalam hatinya dia bertanya, kenapa Bian berada di apartemen? Bukan kah ini masih jam kerja?.

__ADS_1


Selsa mendengar suara derap kaki yang melangkah kearah nya. Bulu nya meremang ketika merasakan hembusan nafas di belakang nya. Jantung nya berubah menjadi degupan kencang.


Bian-, Laki-laki itu berdiri tepat di belakang Selsa. Memajukan sedikit kepalanya, aroma almond dari rambut Selsa menyeruak di hidung nya.


"Kenapa kamu disini? Bukan kah ini jam kerja?."


Bian tak menyahut, justru tangan nya otomatis membalikkan tubuh Selsa yang masih terbungkus kimono untuk menghadap kearah nya. Sudah- Selsa dan dirinya sekarang berhadapan, mata nya menatap manik Selsa yang juga menatap balik.


"Sudah melihat Artikel Harian Nona Selsa?,"


Selsa mendecit bingung, maksud Bintang apa?.


"Mak-,"


Ucapan Selsa terhenti kala Bian mencium bibirnya. Selsa mematung, ciuman menuntut dari seorang Bian. Selsa tak berniat menutup matanya, begitupun Bian. Kedua nya sama-sama menatap manik satu sama lain, bahkan Selsa belum membelas ciuman menuntut Bian.


Di rasa sudah mulai panas, Selsa berusaha melepaskan pagutan Bian. Mencoba menjauh namun tangan Bian menarik pinggang nya semakin mendekat. Tak tanggung-tanggung laki-laki itu justru semakin memperdalam ciuman nya.


"Lep-as."


Tak mendengarkan ucapan Selsa, Bian masih betah memperdalam pagutan nya. Tak perduli ia kehabisan nafas juga Selsa yang tak kunjung membalas nya.


"Dasar Brengsek! Seenak nya saja kamu mencium ku, aku tipikal bukan wanita yang gampang di cium laki-laki lain." Ujar nya saat mengusap Bibir nya yang basah akibat Bian.


Bian mendengus lalu tertawa meremeh kan. Ia melihat Selsa dari atas sampai bawah, "Omongan yang keluar dari mulut kamu itu Bullshit Sa. Ambil artikel yang ada diatas ranjang, Hari ini banyak Artikel yang menyebut mu bersama seorang laki-laki."


Selsa membelalak, melangkah melewati Bian menuju Ranjang yang terdapat sebuah Majalah. Ia dan Sakti berciuman, dan semalam?. Selsa mengumpat kasar, ia kira semalam tidak ada yang mengetahui nya.


Selsa kembali melemparkan artikel diatas ranjang, kembali mengambil nafas lalu menghembuskan nya pelan.


"Apa kau lupa kau seorang model Selsa, jaga nama baik mu. Cukup kemarin mereka menyebut mu menjadi simpanan tua bangka yang sudah bau tanah."


Selsa menatap Bian sekilas, Bian mengetahui masalah itu? Seketika ada sesuatu yang menciut didalam dirinya. Dia malu, karena Selsa tahu bagaimana Bian.


"Apa kamu percaya skandal tentang ku bersama laki-laki tua bangka itu?." Tanya Selsa hati-hati.


"Entah. Disatu sisi aku percaya tapi di sisi lain aku tahu kalau Selsa tidak mungkin berbuat seperti itu."

__ADS_1


Selsa diam tak lagi menanggapi. Ia kembali menuju lemari nya, melewati Bian dan mengambil satu stel kaos santai yang akan di gunakan.


"Artikel hari ini benar Bian. Semalam aku pergi bersama Sakti, Kekasih ku. Dan kami berciuman saat dia mengajak ku Dansa, ku rasa itu hal yang wajar dalam suatu hubungan."


Ujar Selsa sebelum pergi menuju kamar mandi untuk berganti pakaian.


-


-


-


"Sayang-- lama tidak bertemu. Aku sangat merindukan mu."


Selsa menatap Jijik perampuan yang bergelayut manja di lengan Bian. Tadi setelah dirinya selesai berganti baju santai, ia melihat Bian masih duduk diatas ranjang. Laki-laki itu tidak kembali ke kantor, sampai-sampai Bian mengajak nya Makan Siang si luar namun Selsa menolak nya. Dengan alasan Selsa akan memasak hari ini.


Selesai menyiapkan makan siang, dan setelah itu Bian menghabiskan masakan Selsa, Begitupun Selsa. Dan jangan tanyakan kemudian apa yang terjadi, perempuan dengan pakaian super ketat dan Sexy dengan bodygoals nya memasuki Apartemen tanpa permisi dan tanpa tau sopan santun. Yumi-- Bian lupa kalau perempuan itu mengetahui password apartemen nya.


"Siapa dia sayang? Jalang mana lagi yang kamu bawa?." Yumi menunjuk Selsa.


"Enak saja kamu menyebutku jalang. Asal kamu tahu ya Bi-,"


"Dia teman ku yang kebetulan menginap disini Yumi. Sudahlah lepaskan tangamu dari lengan ku. Kita tidak ada hubungan apa-apa."


Selsa merutuk dalam hati, Teman yang kebetulan menginap-? Ah Bian memang Bajingan Sialan. Lagi-lagi Selsa merutuki Mina yang menyetujui jika Selsa tinggal bersama Bian, dan ini kesekian kalinya Selsa berujar dalam hati, Ini yang Mina katakan Bian itu orang baik?. Dugaan mu salah Mina, bahkan dia tidak menyebutkan aku sebagai mantan nya.


Yumi masih tak gentar, dia tak menyerah walaupun Bian menolak nya mentah-mentah.


"Perkenalkan aku Yumi, calon istrinya Bian. Kebetulan sebentar lagi aku akan menikah dengan Bian."


Selsa mendengus, "Apa hubungannya denganku? Mau kalian menikah atau melakukan apapun, bukan sama sekali urusanku." Ujarnya sengit.


Bian menatap Selsa dan Yumi bergantian. Bahkan sekarang rasanya Bian tak bisa menghentikan Yumi.


"Bagus kalau begitu. Jaga jarak dengan Bian karena aku tak mau calon suamiku tergoda jalang sepertimu."


Selsa tersenyum penuh Arti, "Maaf sekali Yumi seperti nya aku tidak tertarik dengan kekasih mu. Aku tentunya sudah mempunyai kekasih dan tentunya jauh lebih sempurna dari punya mu. Juga dia tidak tukang bohong dan suka meniduri banyak wanita."

__ADS_1


Senyum simpul terbit di wajah Selsa, seperti nya Bian mematung di tempat nya.


__ADS_2