My Cold CEO (Cinta Seluas TataSurya)

My Cold CEO (Cinta Seluas TataSurya)
Jalan-jalan bersama


__ADS_3

"Sayang" Tata duduk mensejajarkan dirinya dengan Surya di sofa depan televisi.


"Hemmm" Surya yang sedang sibuk dengan ponselnya hanya menjawab sekenanya.


"Tidak jadi" Tata kembali mengurungkan niatnya karena melihat reaksi Surya yang dingin seperti biasanya.


"Ada apa?" Surya yang mendengar istrinya mengurungkan niatnya untuk berbicara langsung melepaskan pandangannya dari ponsel dan menatap sang istri.


"Apa kau sibuk?" Tata bertanya dengan ragu.


"Kau taukan aku selalu sibuk?" jawab Surya dengan mode datarnya.


"Ya sudah lanjutkan saja pekerjaanmu" Tata tersenyum menutupi rasa kecewanya dan bangkit dari duduknya.


BRUK


Sepersekian detik kemudian Tata kembali duduk, namun kali ini ia duduk di pangkuan Surya karena pria itu sukses menarik tangan Tata yang hendak berjalan menjauh dari sofa.


"Katakan apa yang kau inginkan?" Surya memeluk pinggang istrinya dengan erat.


"Aku sangat bosan di rumah, aku ingin jalan-jalan bersama denganmu" Tata mengalungkan tangannya di leher sang suami dengan manja membuat Surya memicingkan matanya tidak percaya.


"Kenapa malah menatapku seperti itu?" Tata salah tingkah dengan tatapan Surya.


"Tidak apa-apa" jawab Surya dengan mode cueknya.


"Apa aku boleh jalan-jalan? aku sangat bosan di rumah terus sepanjang hari" selama kurang lebih dua bulan menikah, Tata memang hanya terkurung di rumah mewah milik suaminya itu.


Meskipun rumahnya sangat luas namun interaksi sosialnya tidak ada sama sekali. Sehari-harinya Tata hanya berkomunikasi dengan Surya dan Alia sang asisten rumah tangga, itupun hanya untuk hal yang penting saja, sisa waktunya Tata hanya habiskan seorang diri.


"Memangnya kau mau kemana?" Surya merapikan anak rambut yang menutupi kening sang istri.


"Kemana saja yang penting aku bisa jalan-jalan dan melihat keramaian" Tata menatap dengan memohon.


"Baiklah" Surya mengabulkan permintaan Tata.

__ADS_1


"Benarkah?" Tata yang sangat senang reflek mengecup singkat bibir Surya.


Entah sejak kapan, namun kini Tata seperti benar-benar sudah sangat amat terbiasa dengan interaksi fisiknya bersama sang suami. Tidak jarang Tata terlebih dahulu melayangkan kecupan-kecupan singkatnya bila hatinya sedang senang.


"Ayo" Tata yang sudah bersiap berdiri kemudian menarik tangan sang suami agar mengikutinya berdiri.


Mereka berjalan beriringan menuju mobil mewah milik Surya yang terparkir di halaman depan.


"Aku sangat senang akhirnya bisa keluar dari rumah" Tata menatap dengan wajah berbinar-binar setiap sudut jalanan yang selama dua bulan belakangan ini tidak pernah ia lalui.


"Kau mau kemana?" Surya meraih pinggang istrinya.


"Kemana saja" matanya masih terus menatap jalanan ibukota yang sangat ramai dengan orang yang berlalu lalang.


"Bagaimana kalau ke mall?" Surya memberi usul.


"Boleh" Tata mengangguk senang.


"Apa yang ingin kau beli?" Surya menarik sang istri dalam rangkulannya dengan posesif saat mereka sudah tiba di mall.


"Apa kau tidak ingin beli sesuatu?" tanya Surya dengan heran.


"Tidak, memangnya aku butuh apalagi? bukankah di rumah semuanya sudah tersedia?" jawab Tata dengan santai.


Tata memang bukanlah gadis materialistis yang suka menghamburkan uang untuk sesuatu yang tidak penting. Terlebih setelah menikah dengan Surya, meskipun sikapnya terkesan sangat dingin dan cuek, namun ia tetap menyiapkan segala fasilitas mewah di rumahnya untuk sang istri.


"Ya sudah terserah kau saja" Surya hanya mengikuti kemana Tata melangkah.


"Sayang, ayo kita ke sana" Tata menarik tangan sang suami ke arena bermain.


Awalnya Surya tidak begitu nyaman berada di tempat yang seperti itu, namun setelah mencoba beberapa permainan, ia pun merasa ketagihan dan malah menghabiskan cukup banyak uang untuk sekedar bermain-main bersama sang istri.


"Ternyata kau hebat ya, aku tidak menyangka kau bisa mengeluarkan boneka-boneka ini dari dalam kotak mesin pencapit itu" Tata sangat kagum dengan hasil permainan sang suami.


"Kau baru tau kalau aku ini hebat hemm?" Surya mencubit gemas pipi Tata.

__ADS_1


"Awwwwww sakit sayangggg" Tata protes dan memajukan bibirnya seperti bebek yang sukses membuat Surya tergelak.


"Ayo kita makan, aku sudah lapar" kata Surya.


"Oke" Tata mengangguk tanda setuju.


"Kau mau makan apa?" Surya bertanya kepada Tata saat seorang pelayan datang menyodorkan buku menu.


"Aku mau steak dan orange juice saja" jawab Tata setelah melihat-lihat menu.


"Steak dan orange juice dua ya" Surya kemudian menyerahkan buku menunya kepada sang pelayan.


"Silahkan ditunggu sebentar" kemudian sang pelayan beranjak pergi.


"Apa kau senang?" Surya mengendusi leher jenjang sang istri yang duduk sejajar dengannya.


"Sayang jangan begini" Tata protes dengan perlakuan suaminya.


"Memangnya kenapa?" tanya Surya dengan cuek.


"Ini kan tempat umum, maluuu" Tata bergerak menjauh.


"Aku kan hanya ingin bermesraan dengan istriku sendiri" Surya tetap tidak membiarkan Tata menjauh darinya.


"Nanti saja di rumah" Tata memukul manja tangan sang suami.


"Janji ya di rumah?" Surya menatap damba kepada sang istri.


"Iya, nanti malam di rumah" jawab Tata dengan senyumnya yang menggoda.


"Baiklah, aku pegang janjimu" Surya tersenyum membayangkan pergulatan mereka.


"Tapi ingat, aku ingin yang ekstra hot!" Surya berbisik dengan seringai jahil.


"Dasar mesum!" Tata kembali memukul tangan Surya dengan manja.

__ADS_1


Hari ini keduanya benar-benar menikmati kebersamaan mereka. Meskipun Tata belum membuka hatinya untuk Surya, namun kini ia sudah mulai terbiasa dengan kehadiran Surya di dekatnya setiap hari. Rasa benci yang selama ini ia rasakan mulai terkikis sedikit demi sedikit.


__ADS_2