
"Happy birthday Menta, Happy birthday Menta, Happy birthday, Happy birthday, Happy birtday Menta" lagu ulang tahun berkumandang dipenjuru rumah milik Surya.
"Selamat ulang tahun ya Menta, sehat selalu, panjang umur dan murah rejeki" sang MC yang tidak lain adalah guru Menta di sekolah memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada nona muda itu sebelum ritual tiup lilin dan potong kue berlangsung.
Acara pesta ulang tahun Menta memang dirayakan tidak terlalu mewah, mengingat Tata adalah wanita sederhana yang hidup apa adanya meskipun suaminya memberikan harta yang berlimpah ruah kepadanya. Hanya beberapa keluarga dekat dan sahabat saja yang hadir, seperti seluruh anggota keluarga besar Anderson, Adhi dan Hendro, serta keluarga kecil mereka masing-masing.
"Halo cantik, selamat ulang tahun ya sayang, semoga panjang umur dan sehat selalu" Ananda mengecup pipi Menta.
"Terima kasih tante Ananda" Menta yang sedang berdiri ditemani oleh Runi tersenyum riang.
"Raf, berikan hadiahnya" Ananda meminta sang putra memberikan hadiah ulang tahun untuk Menta.
"Ini, selamat ulang tahun ya" Raf yang sudah berusia dua belas tahun menyodorkan kado besar yang dipegangnya kepada gadis mungil yang baru berulang tahun kelima itu.
"Terima kasih kak Raf" senyum Menta sangat riang mendapat kado yang begitu besar.
"Sama-sama" jawab Raf dengan ramah.
"Sayang, selamat ulang tahun ya" Ayu juga mengucapkan selamat kepada Menta sambil menyerahkan kadonya.
"Terima kasih tante Ayu" jawab Menta sambil menerima kado dari Ayu.
"Panjang umur dan sehat selalu ya nak" Maya pun juga mengucapkan selamat sambil memeluknya.
"Terima kasih tante Maya" ia Membalas pelukan Maya.
"Menta, selamat ulang tahun" Sera dan Rachel memeluk gadis itu secara berbarengan setelah menyerahkan kado mereka.
__ADS_1
"Terima kasih kak Sera dan kak Rach" Menta memang sudah terbiasa dengan seluruh keluarga besar Anderson, terlebih dengan anak-anak perempuan mereka.
"Adik cantik, selamat ulang tahun ya, ini kado untukmu" Gaby menyodorkan kadonya dan membuat Menta kewalahan memegang kado-kado itu secara bersamaan.
"Terima kasih kak Gaby" jawabnya sambil memeluk semua kado-kadonya agar tidak terjatuh.
"Sini aku bantu, oya selamat ulang tahun ya" kata Richard yang berdiri tidak jauh dari Menta karena ia sedang mengantri untuk mengucapkan selamat ulang tahun.
"Terima kasih kak Rich" Menta sangat bahagia memiliki banyak kakak yang selalu menyayanginya.
Satu-persatu para tamu undangan pun mengucapkan selamat kepada sang tuan putri sehari itu.
..........
"Sini kak biar aku bantu" Sekar yang sedang hamil besar setelah empat tahun setengah menunggu kehadiran buah hatinya dengan Adhi mengambil panci dari tangan Tata.
"Apa masih ada yang kurang?" Dini mengecek lagi semua menu yang ada di atas meja.
"Apa yang bisa aku bantu?" Ananda menghampiri mereka.
"Sepertinya sudah lengkap semua" Tata menatap dan meneliti hasil masakannya.
"Apa kalian yang memasaknya sendiri?" Maya kagum dengan hasil masakan ketiganya.
"Iya bu, hanya ini yang kami bisa masak" Tata merasa malu karena masakan ketiga nyonya besar Anderson itu tidak kalah enaknya dari masakannya.
"Begini kau bilang hanya? ini sangat mewah dan bervariasi loh" Ayu yang seorang chef juga sangat kagum.
__ADS_1
"Terima kasih kak Ayu, kalau begitu ayo kita makan" Tata kemudian mengajak semua orang untuk makan bersama.
Sambil menikmati hidangan yang disajikan, mereka semua pun larut dalam obrolan ringan yang hangat.
"Sepertinya kita memang harus mengembangkan proyek ujung pulau ya" Surya berkata saat dirinya, Adhi dan juga Hendro sedang berkumpul dengan ketiga petinggi perusahaan Anderson.
"Tentu saja, kalau kita sedikit saja mengekspasi wilayahnya, sudah dipastikan itu menjadi sebuah mega proyek yang akan mendominasi seluruh kehidupan masyarakat yang ada di sekitarnya" Mike berkata.
"Benar, selain bisa mendompleng nama besar perusahaan kita, itu juga bisa membantu perekonomian masyarakat sekitar" Surya memang terkenal selalu berusaha memberdayakan potensi masyarakat sekitar untuk mengembangkan usahannya, dan itulah nilai plus yang disukai oleh perusahaan Anderson yang pada akhirnya membuat keduanya terus menerus menjalin kerjasama bisnis.
"Bagus, kalau begitu segera kita atur jadwal pertemuannya untuk mengatur strategi pengembangannya" Ron bersemangat.
"Pasti tuan, saya akan pastikan semua berjalan sesuai harapan kita bersama" kata Sirya dengan senyum terkembang.
Sementara para pria mengobrol dengan seru tentang bisnis mereka, para grandma pun tidak kalah serunya mengobrol tentang perkembangan Menta dan hubungan kedua keluarga mereka.
"Tidak terasa ya sudah ulang tahun yang kelima saja, perasaan baru kemarin Tata hamil dan melahirkan, nanti tau-tau sudah menikah saja deh hehehe" seloroh nyonya Merlyn saat sedang mengobrol dengan nyonya Ami.
"Iya benar, waktu berjalan begitu cepat ya, aku saja sudah merasa sangat tua" nyonya Ruth menimpali.
"Benar, aku harap aku bisa panjang umur agar bisa terus menyaksikan anak, menantu dan cucuku hidup bahagia selamanya" nyonya Ami yang sudah berubah kini selalu mendokan yang terbaik bagi keluarga kecil Surya dan Tata serta Menta.
"Amin, pasti dong panjang umur, kan kita mau jadi besan heheheh" nyonya Merlyn bersemangat, ia sangat antusias saat dulu Ananda bercanda dengan mengatakan Menta sebagai calon menantunya di masa depan.
"Benar, kalau Menta jadi cucu menantu keluarga Anderson berarti keluarga kita benar-benar menyatu kan?" nyonya Ruth berbinar-binar.
"Amin, semoga doa-doa kita di dengar Tuhan ya" nyonya Ami mengamini harapan kedua nyonya besar Anderson itu.
__ADS_1