
Setelah kepergian Surya, Tata langsung mempersiapkan dirinya untuk keluar dari rumah mewah itu. Meskipun ia belum mencintai Surya, namun saat ini ia sudah mulai terbiasa dengan semua hal yang berbuhungan dengan kehidupan barunya bersama sang suami. Tidak bisa dipungkiri bahwa hatinya begitu sakit saat Surya tiba-tiba saja mencampakkannya setelah selama beberapa bulan ia dipakai sebagai alat pemuas.
Tok tok tok,,
"Nyonya, boleh saya masuk?" Alia bertanya dari luar kamar.
"Masuk mbak" Tata menjawab.
"Kata tuan, anda ingin tinggal di rumah orang tua anda dan tuan meminta saya untuk membantu anda mengemasi barang-barang yang ingin anda bawa" Alia menjelaskan maksudnya.
"Iya benar, saya akan ke rumah orang tua saya" Tata mengangguk.
"Lalu barang-barang apa saja yang perlu disiapkan nyonya?" Alia bertanya.
"Tidak ada mbak, aku tidak akan membawa apapun, semua sudah ada di sana, jadi aku hanya akan membawa diriku sendiri saja!" Tata menolak untuk membawa pulang satu benda pun milik Surya ke rumah orang tuanya.
"Sungguhkah? tapi sampai kapan nyonya akan menginap di sana? apakah tuan juga akan menginap?" Alia tidak tau kenyataannya bahwa Tata sudah bercerai.
"Sampai seterusnya mbak, aku akan tinggal di rumah orang tuaku sampai selamanya" Tata tersenyum untuk menutupi rasa sedihnya.
"Nyonya!?" Alia tidak bisa berkata-kata.
__ADS_1
"Tolong titip jaga tuan baik-baik ya mbak, perhatikan segala keperluannya mulai dari bangun hingga tidur lagi!" Tata menggenggam erat tangan Alia dan memohon.
"Nyonya ada apa sebenaranya?" Alia mulai penasaran.
"Kami sudah berpisah mbak, jadi mulai hari ini kami tidak akan bersama lagi!" Tata akhirnya menjelaskan kepada Alia sang pelayan setia yang selalu melayaninya selama ia tinggal di rumah Surya.
"Tidak mungkin, pasti ada yang salah, bukankah tuan dan nyonya saling mencintai? pasti ada kesalahpahamankan? bagaimana mungkin pasangan yang begitu serasi dan romantis seperti kalian bisa tiba-tiba berpisah?" Alia merasa ini janggal.
"Ada hal yang hanya kami berdua yang tau mbak dan itu sangat sulit dijelaskan kepada yang lain" Tata tetap tersenyum meskipun air matanya sudah tidak bisa lagi ia bendung.
"Nyonya" Alia memeluk majikannya dengan erat membuat isak tangis Tata menjadi pecah.
..........
"Tata pulanggggggg" Tata langsung menghempaskan dirinya di ruang tamu kediaman kedua orang tuanya.
Meskipun sudah ditinggal beberapa bulan, rumah ini tetap bersih karena Surya meminta orang suruhannya untuk tetap merawatnya secara berkala.
"Hiks hiks hiks" Tata sudah tidak bisa membohongi perasaan sedihnya lagi.
Ia menangis sejadi-jadinya meratapi nasib yang sedang ia alami. Dipaksa menikah untuk membayar hutang sang kakak, namun setelah semuanya ia berikan kepada Surya, kini ia dicampakkan begitu saja seperti barang ronsokan yang tidak ada harganya sama sekali.
__ADS_1
"Tata, kau adalah gadis yang kuat, percayalah semua akan baik-baik saja, sekarang kembalilah kepada kehidupanmu yang sesungguhnya dan mulailah hidup baru!" Tata bermonolog untuk menyemangati dirinya sendiri.
"Ah ponselku!" Tata berlari ke arah kamar untuk mencari ponselnya yang tertinggal saat ia dibawa secara paksa ke rumah Surya pada malam itu.
"Syukurlah masih berfungsi dengan baik" setelah mengisi daya, Tata pun menghubungi Dini dan menceritakan segalanya kepada sahabat baiknya itu.
..........
"Sayangkuu" Dini yang selalu setia akhirnya datang dan menenangkan Tata serta memberikan dukungan moral kepada sahabatnya.
"Kau adalah wanita hebat, aku yakin semua akan berlalu dengan baik, jangan berkecil hati ya sayangku" Gadis itu memeluk Tata dengan erat untuk menyalurkan energi positif.
"Iya, aku pasti bisa melalui semua ini dengan baik!" Tata tersenyum menutupi luka hatinya.
"Menangislah bila itu membuatmu lega!" Dini memeluk Tata dengan erat.
"Hiks hiks hiks" Tata memang tidak pernah bisa berbohong kepada Dini tentang isi hatinya.
"Hari ini boleh menangis, tapi besok harus bisa lebih tegar!" Dini mengelus-elus punggung Tata.
Mereka terus berpelukan erat sampai Tata merasa tenang dan lebih baik.
__ADS_1