My Cold CEO (Cinta Seluas TataSurya)

My Cold CEO (Cinta Seluas TataSurya)
Rencana Para Nyonya Anderson


__ADS_3

"Tata" Ananda, Ayu dan Maya yang mendengar kabar tentang penculikan Menta dan terlukanya ketiga petinggi perusahaan Putra Angkasa langsung datang ke rumah sakit.


"Kak Nanda, Kak Ayu, Bu Maya" Tata langsung menatap ketiganya dengan senyum saat tau mereka datang.


"Bagaimana keadaanmu?" Ananda memeluk Tata yang baru saja selesai menyuapi Surya sarapan pagi.


"Aku baik-baik saja kak" Tata berkata.


"Tuan Surya, Tuan Adhi dan Tuan Hendro kami turut prihatin atas kejadian buruk tersebut" kata Ananda.


"Terima kasih nyonya" Surya menjawab mewakili kedua anak buahnya, sementara yang lainnya tersenyum sambil mengangguk tanda berterima kasih.


"Tuan Mike, Tuan Ron dan Tuan George titip salam, mereka akan datang nanti setelah jam pulang kantor" Ananda menambahkan.


"Terima kasih, maaf jadi merepotkan" Surya merasa tidak enak hati.


"Tidak masalah tuan" Ananda menggeleng.


"Bagaimana dengan kondisimu Dini?" Ayu menatap wanita muda itu dengan seksama.


"Aku juga baik-baik saja kak" jawab Dini sambil menggendong buah hatinya.


"Syukurlah kalau kalian baik-baik saja" Ayu tersenyum lega.


"Lalu dimana Menta sekarang?" Maya menatap berkeliling.


"Sedang mandi" kata Tata.


"Ohhhh" Maya ber oh ria.


"Ayo silahkan duduk" Tata mempersilahkan ketiganya duduk di sofa. Mereka pun kemudian terlibat obrolan ringan beberapa saat.


"Wahhh Menta habis mandi ya?" Ayu yang melihat Menta keluar dari kamar mandi langsung menyapa bayi itu.

__ADS_1


"Sini sayang" Tata mengulurkan tangannya ke arah sang putri.


"Kak tadi di punggung Menta seperti ada ruam merahnya" Sekar yang memandikan Menta memberi laporan.


"Iya kemarin sempat biang keringat saat di kebun binatang" Tata mengangguk.


"Ohhhh, ya sudah kalau kakak sudah tau" Sekar khawatir jika Tata tidak mengetahuinya.


"Ini siapa?" tanya Ayu penasaran saat melihat gadis cantik keluar dari kamar mandi sambil menggendong Menta.


"Ini adikku kak, namanya Sekar" jawab Dini.


"Wah pantas sangat cantik, secantik kakaknya" Ayu memuji.


"Sekar, ketiga nyonya ini adalah para nyonya Anderson, ini kak Ananda, ini kak Ayu dan ini Ibu Maya" kata Tata memperkenalkan ketiganya kepada Sekar.


"Halo nyonya, saya Sekar" gadis itu menunduk dengan hormat.


"Hai Sekar, jangan panggil kami nyonya, panggil saja seperti Tata dan Dini memanggil kami" Kata Ayu.


"Sini Sekar duduk" Maya menepuk sofa kosong di sebelahnya.


"Iya terima kasih" Sekar pun hanya bisa mengikuti ajakan Maya.


"Oya Sekar masih kuliah atau sudah bekerja?" Ayu penasaran dengan gadis itu.


"Masih kuliah kak, tapi memang sedang mencoba melamar pekerjaan juga untuk sambilan" jawab Sekar.


"Wah hebat, sudah melamar ke mana?" tanya Ananda.


"Ke mall milik perusahaan Anderson, minggu depan baru interview" Sekar tidak menyangka kalau dia akan bertemu dengan para istri pemilik perusahaannya langsung.


"Benarkah? bagian apa?" Ayu antusias.

__ADS_1


"Di restorannya kak, sebagai pelayan" jawabnya lagi.


"Ohhhh oke, oke" Ayu menganggukkan kepalanya, ia berencana membantu Sekar agar bisa segera diterima bekerja.


"Sayang" Adhi memanggil Sekar dengan lirih agar tidak terdengar oleh yang lain, namun karena ruangannya sepi, suara bisikan itu pun terdengar jelas dan membuat semua orang menoleh kepadanya.


"Maaf mengganggu nyonya, saya mau minta tolong bukakan obat ini sama Sekar hehehehe" Adhi yang ditatap semua orang karena memanggil 'sayang' kepada Sekar jadi salah tingkah sendiri.


"Loh Sekar dan Tuan Adhi?" Ananda tidak menyangka.


"Iya kak, mereka berpacaran" kata Tata.


"Wahhhh dunia sempit sekali ya" Maya berkata.


"Iya, jodohnya muter disitu-situ saja, seperti kita bertiga heheheh" Ayu terkekeh.


"Wah semakin seru nih kita kalau kumpul bareng ya" Ananda berkata.


"Benar, sekarang sudah tidak ganjil lagi karena Tuan Adhi sudah sudah ada pasangannya" Ayu mengangguk.


"Kapan diresmikannya?" Maya menatap Sekar.


"Secepatnya nyonya, setelah saya sembuh" Adhi menjawab dengan semangat.


"Gercep sekali kau" Surya menggoda Adhi.


"Kan saya hanya mengikuti nasehat anda tuan!" kata Adhi membela diri.


"Mengikuti nasehat atau memang sudah kebelet?" Hendro menimpali, membuat semua orang tergelak, sementara kedua sejoli itu hanya bisa tersipu malu karena jadi objek penderitaan.


"Nanti kalau kalian mau menikah, bilang sama kami ya, biar kami bantu" Ananda berpesan.


"Benar, kami siap kok jadi panitia" Ayu mengangguk.

__ADS_1


"Iya, nanti kalau mau beli-beli seragam juga bisa bareng-bareng" Maya semangat.


Suasana ruang rawat ketiga pria tampan itu pun seketika jadi ramai dengan rencana-rencana para nyonya Anderson untuk acara pernikahan Adhi dan Sekar. Sekar yang baru pertama kali bertemu dengan ketiga nyonya besar itu pun merasa seperti sudah mengenal lama, karena ketiganya sangat ramah dan bersahabat.


__ADS_2