
Seperti hari-hari sebelumnya, Tata hanya melakukan kegiatan yang monoton di dalam rumah mewah itu, ia sama sekali tidak bisa berkomunikasi dengan siapapun di luar sana karena ponselnya tidak terbawa saat dirinya dibawa paksa oleh Surya. Tidak banyak yang bisa ia lakukan di sana, karena memang ada pelayan yang mengikuti semua perintah Surya agar melayaninya dengan baik. Bahkan untuk menjalankan misinya menyatukan Amel dengan Surya saja seperti hanya sebuah wacana dan angin lalu saja, mengingat sejak kedatangan Amel sebulan yang lalu, tidak pernah ada lagi satupun tamu yang datang, membuat Tata benar-benar putus asa.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang?"
"Apa perlu aku merayu pria itu untuk membelikanku ponsel baru?"
"Atau aku harus memintanya untuk mengantarkanku ke rumah untuk mengambil ponselku yang tertinggal?"
"Tapi bagaimana caranya?"
"Ahhhhh bingungnya!"
Tata bermonolog dengan dirinya sendiri.
..........
"Kau sudah pulang?" Tata menghampiri Surya dan meraih jas serta tas dari tangan pria itu.
"Hemm" jawab Surya sambil mengecup kening Tata.
"Mau langsung mandi atau istirahat dulu?" tanya Tata sambil melepaskan dasi dari leher sang suami.
__ADS_1
"Aku mau mandi dulu" jawab Surya dengan santai.
"Baiklah, tunggu sebentar ya, aku siapkan dulu air mandinya untukmu" jawab Tata kemudian ia berjalan ke arah kamar mandi.
Setelah Tata menyiapkan air mandi untuk Surya, ia pun kemudian mengambil pakaian ganti untuk suaminya itu. Meskipun ia tidak menyukai Surya, namun ia lebih memilih untuk mencari aman dengan melayani sang suami agar Surya bisa tetap bersikap baik padanya.
..........
Setelah memastikan Surya selesai mandi dan berpakaian, Tata pun akhirnya ijin untuk menyiapkan makan malam.
"Apa bisa aku merayunya untuk memperoleh ponselku lagi?" tanya Tata dalam hatinya sambil menyiapkan sayur dan lauk.
"Toh aku aku ini sudah menjadi istri sahnya, tidak ada salahnya merayu Surya!" batin Tata pada akhirnya.
"Sayang, makan malamnya sudah siap" Tata menghampiri Surya di ruang kerja.
"Hemm" Surya menjawab dengan datar tanpa menoleh karena ia masih sibuk menatap layar ponselnya.
"Aku tunggu di meja makan ya supaya kita bisa makan malam bersama-sama" Tata kemudian hendak menutup pintu ruang kerja.
"Kau makan duluan saja, aku akan segera menyusul jika sudah selesai, sekarang masih sibuk!" kata Surya pada akhirnya.
__ADS_1
"Bagaimana bisa aku membujuknya bila dia seperti memiliki kepribadian ganda begitu? kadang ramah, kadang dingin, menyebalkan!" gerutu Tata sesaat setelah menutup pintu.
..........
Tata yang hanya bisa pasrah menunggu Surya kembali dari ruang kerja akhirnya memilih tidur karena merasa usahanya sia-sia.
"Sudahlah, memang sepertinya nasibku akan begini terus seumur hidup!" kata Tata pasrah.
Tanpa perlu menunggu lama Tata pun kemudian terlelap dengan nyenyak, sampai akhirnya ia merasa ada yang merebahkan diri di sebelahnya.
"Sayang, kau sudah selesai bekerja?" Tata mengerjapkan mata melihat Surya.
"Aku merindukanmu!" Surya memeluk Tata.
"Aku juga sangat merindukanmu" Tata berbohong, ia tidak menyia-nyiakan kesempatan yang datang. Tata kemudian melakukan rencananya sesuai dengan skenario yang sudah ia buat sebelumnya.
"Terima kasih sayang, aku sangat mencintaimu!" Surya mengecup kening Tata dengan lembut saat istrinya selesai membuatnya bahagia.
"Aku juga mencintaimu" Tata berbohong kembali.
"Aku harus membujuknya secara perlahan, pelan tapi pasti!" begitulah rencana Tata agar semua keinginannya bisa tercapai.
__ADS_1