
"Paaaa" Tata yang baru saja selesai ganti pakaian tidur kemudian mendekat ke arah Surya yang masih sibuk dengan tabletnya di atas kasur.
"Ya ma?" jawab sang suami tanpa mengalihkan pandangannya dari layar tabletnya.
"Kalau mama, Dini dan Sekar mau ajak anak-anak piknik ke kebun binatang boleh tidak?" Tata bertanya kepada sang suami.
"Kapan?" Surya yang sudah mematikan tabletnya kemudian menarik sang istri ke dalam pelukannya.
"Rencananya sih besok lusa" jawab Tata sambil membalas pelukan hangat sang suami.
"Kenapa tidak akhir pekan saja supaya papa bisa ikut menemani kalian juga?" Surya memberi usul sambil tangannya sibuk bergrilya ke bagian favoritnya yang terasa sangat kenyal dan pas digenggaman tangan.
"Memangnya papa mau ikut juga?" Tata berbinar saat suaminya berniat menemani.
"Tentu saja, jangankan hanya ke kebun binatang, ke luar angkasa pun papa akan menemani kalian" jawab Surya yang semakin sibuk dengan aktivitasnya itu.
"Issshhhh papa ini kenapa semakin hari semakin jago ngegombal sih?" Tata menepuk dada bidang sang suami dengan manja.
"Loh siapa yang ngegombal? papa serius kok ma!" kini Surya mendorong tubuh sang istri hingga telentang dan kemudian menghimpitnya.
"Ahhhhh papaaaaa" Tata yang sudah berada di bawah kungkungan sang suami hanya bisa pasrah. Pergulatan panas pun kemudian tidak bisa dihindari dan terjadi begitu panjang hingga keduanya sama-sama kelelahan setelah mencapai puncak asmara.
..........
__ADS_1
Keesokan harinya Tata, Dini dan Sekar pun berkumpul untuk merencanakan kegiatan wisata mereka di akhir pekan nanti.
"Benarkah papanya Menta mau ikut? wah kalau begitu aku juga akan bilang sama papanya Runi deh supaya ikut juga biar semakin seru!" Dini sangat antusias membayangkan pikniknya akan menjadi semakin seru karena para suami akan ikut juga.
"Iya, makanya semalam papanya Menta usul acaranya dibuat akhir pekan saja supaya bisa ikut juga" Tata mengangguk.
"Iya benar, memang lebih baik akhir pekan supaya suami kita bisa pada ikut" Dini setuju dengan usul Surya.
"Kakak berdua enak sekali sih mau piknik saja ada suami dan anak yang menemani, sedangkan aku merana seorang diri macam obat nyamuk hufffff" Sekar memajukan bibirnya.
"Ya ampun Sekar, jangan sedih gitu dong, kan nanti juga ada waktunya kamu dapet jodoh" Tata memeluk Sekar.
"Jaman sekarang cari laki-laki yang setia dan tanggung jawab seperti kak Surya dan kak Hendro itu susah kak, stoknya sangat tipis" kata Sekar.
"Amin, semoga aja ya kak" Sekar mengamini doa Tata.
..........
Sementara itu Surya sejak pagi sudah sibuk meminta Adhi untuk mencari informasi tentang kebun binatang yang akan di kunjunginya akhir pekan nanti plus perlengkapan apa saja yang perlu dibawa dan destinasi yang aman untuk dikunjungi oleh istri dan anaknya di sana. Hal ini ia lakukan karena seumur hidupnya Surya memang belum pernah sama sekali menginjakkan kakinya ke kebun binatang, sehingga ia sangat buta akan tempat wisata yang satu itu.
"Tuan, kalau boleh tau kenapa anda sepertinya heboh sekali ingin berkunjung ke kebun binatang?" Adhi heran dengan sikap sang atasan.
"Semalam istriku bilang kalau dia, Dini dan Sekar ingin piknik ke kebun binatang akhir pekan ini, jadi aku ingin memastikan bahwa mereka akan aman dan nyaman selama berada di sana" kata Surya yang memang selalu memprioritaskan kebahagiaan istri serta anaknya.
__ADS_1
"Jadi anda akan piknik? emmmm apakah anda membutuhkan bantuan selama di sana? kalau memang butuh, saya bersedia kok untuk membantu" Adhi yang mendengar nama Sekar di sebut langsung mencari alasan agar bisa ikut piknik demi bertemu dengan gadis cantik pujaanya itu.
"Memangnya kau yakin mau ikut ke kebun binatang?" Surya yang sudah tau bahwa sebenarnya Adhi hanya modus kepada Sekar tersenyum jahil.
"Tentu saja, anda kan sangat mengenal saya, saya ini sangat loyal dengan anda tuan" Adhi mencoba meyakinkan Surya.
"Hemmmm tapi sepertinya sih untuk piknik kali ini aku tidak membutuhkanmu, karena kan ini tidak ada hubungannya dengan pekerjaan kantor" Surya sengaja berbuat jahil dan menunggu reaksi Adhi.
"Tapi tuan, meskipun ini tidak ada hubungannya dengan urusan kantor, saya tetap mau kok membantu anda" Adhi tetap berusaha mencari celah, membuat Surya tergelak melihat kegigihan anak buahnya itu.
"Kalau kau memang menyukainya, aku sarankan cepat-cepatlah kau menyatakannya, jangan sampai dia disabet oleh yang lain!" Surya memberi nasehat.
"Ma, maksud anda apa tuan?" Adhi gelagepan.
"Ck, kau pikir aku bodoh apa? aku ini sudah mengenalmu lebih dari sepuluh tahun, aku sangat paham seleramu!" pria itu menepuk bahu Adhi.
"Emmmm sebenarnya saya sangat serius, tapi jujur saja saya takut" Adhi akhirnya berkata jujur.
"Apa yang kau takutkan hah?" Surya memicingkan matanya.
"Saya takut dia tidak menyukai saya" jawabnya dengan ragu.
"Kalau kau tidak mencobanya, mana bisa kau tau! kalau kau memang niat dengannya, aku akan ijinkan kau ikut, tapi dengan syarat kau harus segera menyatakan perasaanmu, kalau kau masih ragu, lebih baik tidak usah ikut saja!" akhirnya Surya memberikan pilihan.
__ADS_1
"Baik tuan, saya akan coba, terima kasih karena sudah memberikan saya kesempatan" Adhi sangat girang. Berbekal dukungan penuh dari sang atasan, maka Adhi pun membulatkan tekadnya untuk menyatakan perasaannya kepada Sekar.