My Cold CEO (Cinta Seluas TataSurya)

My Cold CEO (Cinta Seluas TataSurya)
Ditengok Sama Papa


__ADS_3

"Bagaimana tadi siang acara pertemuannya?" Surya bertanya kepada sang istri ketika mereka sudah sama-sama berbaring di atas tempat tidur.


"Seru, mereka itu sama sekali tidak mirip seperti nyonya besar, aku merasa mereka layaknya teman dari kalangan rakyat biasa saja" Tata sangat bahagia mendapat teman baru yang begitu ramah.


"Syukurlah kalau kau bisa semakin akrab dengan mereka" Surya mengecup kening sang istri.


"Oya, yang lebih serunya lagi tadi kak Nanda mengklaim bahwa anak kita kelak adalah calon menantunya, dia bilang tidak sabar untuk melihat anak kita lahir heheheh" Tata terkekeh.


"Wah, kalau benar itu terjadi, pasti sangat seru ya, keturunan Putra Angkasa bersanding dengan keturunan Anderson" Surya yang mendengarkan pun jadi seperti membayangkan sungguhan.


"Iya betul, terus kak Ayu juga tidak mau kalah, karena kak Nanda telah meminang anak kita, maka kak Ayu pun meminang anak Dini untuk dijadikan calon menantunya" Tata melanjutkan ceritanya.


"Benarkah? kalau itu kejadian sungguhan berarti Hendro dan Dini akan menang banyak hahahahah" Surya semakin berkhayal.


"Yang lebih seru adalah ibu Maya juga jadi iri, katanya kedua anak laki-lakinya tidak dapat jodoh karena ibu hamilnya sudah diklaim semua. Terus dengan entengnya kak Ayu malah bilang kalau bu Maya tinggal pilih saja calon menantunya dari cucu-cucu perempuan Anderson. Kak Nanda juga mendukung perkataan kak Ayu, katanya bu Maya jadi tidak perlu repot mencari lagi dan lebih mudah beradaptasi dengan menantunya karena ia sendiri yang mengasuh semua calon menantunya itu dari bayi" Tata menjelaskan.


"Nah kalau itu terjadi, maka dunia ini benar-benar sempit, harta mereka seperti berjalan di tempat saja" Surya yang sudah cukup mengenal akrab keluarga Anderson bisa membayangkannya.

__ADS_1


"Betul, aku tadi juga bilang begitu, kalau semua ucapan kita menjadi nyata, maka dunia ini seperti sangat sempit" Tata mengangguk.


"Ngomong-ngomong anak papa belum lahir sudah punya calon suami ya? papa saja belum ketemu kamu nak" Surya mengelus perut Tata.


"Papa ini tukang bohong deh, jelas-jelas papa sering nengokin kok ngakunya belum pernah ketemu!" Tata menggoda Surya.


"Ohhhhh mama mulai mancing-mancing papa ya?" Surya yang digoda oleh sang istri langsung mengambil kesempatan emas tersebut.


"Idihhh siapa yang mancing-mancing? kan memang mama bicara sesuai fakta!" Tata tidak terima dikatakan mancing-mancing.


"Ya sudah kalau begitu supaya faktanya lebih nyata, papa sekarang mau nengok ya" Surya mulai bergrilya ke area favoritnya.


"Kan papa mau nengok" seringai jahil muncul di bibir pria tampan itu.


"Ahhhhh papa ahhhh" Tata bergelinjang saat tangan Surya sudah semakin intens bergerak.


"Mama semakin hari semakin bikin papa gila" Surya mulai melepas semua atribut dari tubuh mereka berdua.

__ADS_1


"Emhhh paaaaaaa" Tata yang sudah tidak tahan bergerak tak menentu.


"Maaaaaa ahhhhhhh" Surya pun merasa terbang saat dirinya berada dipuncak penyatuannya.


"Terima kasih sayang, aku sangat bahagia bisa memilikimu seutuhnya" Surya sangat bahagia bisa memenangkan hati sang istri yang awalnya hanya terpaksa menikahinya.


"Iya sayang, aku juga sangat bahagia bisa menjadi milikmu seutuhnya" Tata membelai pipi sang suami dengan sangat mesra.


"Aku sangat mencintaimu ma" Surya mengecup bibir Tata dengan sangat lembut.


"Aku juga sangat mencintaimu pa" Tata membalas kecupan sang suami.


Malam itu terasa begitu panas bagi keduanya. Meskipun Tata sedang hamil tua, tapi aktivitas mereka tidak mengalami kendala sama sekali. Surya yang selalu mengikuti semua arahan dari dokter bisa melakukan hubungan dengan aman tanpa menyakiti bayi mereka.


.................


Halo semua, terima kasih atas kesetiaannya membaca kisah Tata dan Surya. Mohon bantuannya ya untuk terus support melalui like, komen, hadiah, favorit, share, follow dan vote (mumpung hari senin nih heheheh) supaya Rosi semakin semangat menulis. Karena dengan support itulah Rosi bisa terus belajar lebih giat untuk semakin lebih baik lagi dalam menulis karya-karya baru.

__ADS_1


Happy reading all..


Luv Luv..


__ADS_2