
Hari ini Tata benar-benar merasa bahagia karena akhirnya bisa terbebas dari Surya meskipun hanya sementara di siang hari saja saat pria itu sedang bekerja di kantor.
"Apa ada yang bisa saya bantu nyonya?" tanya Alia kepada Tata.
"Tidak terima kasih" jawab Tata yang memang hanya ingin duduk santai di depan kolam ikan, setelah dua hari dua malam dirinya menjadi budak melayani ***** Surya yang seperti tidak ada habisnya.
"Kalau Anda butuh sesuatu silahkan panggil saya nyonya" Alia memberikan pelayanan.
"Iya, nanti pasti saya panggil, terima kasih ya" jawab Tata dengan ramah.
"Saya permisi dulu nyonya" kata pelayan itu sebelum pergi meninggalkan Tata seorang diri di pinggir kolam renang.
"Iya" Tata mengangguk.
"Ya Tuhan aku tidak tau bagaimana nasibku kedepannya, bagaimana dengan kuliahku, pekerjaanku dan yang paling penting adalah rumah orang tuaku" batin Tata menerawang membayangkan nasibnya kelak.
Baginya lebih baik hidup susah bekerja banting tulang untuk biaya kuliah dan juga hidup, dari pada harus hidup di rumah mewah seperti ini tapi seperti tidak memiliki kebebasan, bahkan untuk berbicara terlalu banyak pun Tata tidak berani sama sekali.
"Aku rindu Dini, hufffff" Tata menunduk lesu.
__ADS_1
Tidak terasa air matanya mengalir deras membasahi pipinya yang halus lembut itu. Semenjak dibawa ke Rumah ini oleh Surya beberapa hari lalu, Tata memang benar-benar putus kontak dengan semua orang yang dekat dengannya terutama Dini sahabatnya. Ponselnya tidak sempat ia bawa karena saat kejadian malam itu semuanya begitu cepat, dalam hitungan jam saja Tata sudah seperti berada di dunia yang berbeda dengan kehidupan sebelumnya.
..........
"Dimana istriku?" tanya Surya saat turun dari mobil.
"Nyonya sedang beristirahat di dalam kamar tuan" jawab pelayan yang menyambut kedatangan Surya.
"Oke" Surya langsung naik ke atas menuju kamar tidurnya.
"Hei, siapa yang menyuruhmu tidur hah? kalau suamimu pulang itu seharusnya di sambut!" Surya menarik selimut yang dipakai oleh Tata, membuat gadis itu terperanjat kaget.
"Cepat lepaskan pakaianku, aku sudah gerah ingin mandi!" Surya memerintah seenak jidatnya.
"Baik" Tata yang tidak ingin memperkeruh suasana hanya bisa menuruti semua keinginan Surya.
"Siapkan pakaian tidurku" kata Surya sebelum ia masuk ke dalam kamar mandi.
"Iya" Tata mengangguk kemudian menuju ruang ganti pakaian.
__ADS_1
Setelah selesai mandi dan berpakaian, Surya langsung merebahkan dirinya diatas kasur dan menepuk bagian yang kosong, memberi kode Tata supaya mendekat.
"Apa yang kau lakukan seharian ini?" Surya mulai mengintrogasi Tata.
"Aku hanya melihat-lihat setiap sudut rumah dan duduk-duduk santai di kolam ikan" Tata menjawab seperti apa yang ia lakukan hari ini.
"Good girl" Surya menarik Tata dalam pelukannya dan mengelus rambut wanita itu dengan lembut.
Tata yang sudah mulai terbiasa dengan Surya kini seperti sudah tidak merasa canggung lagi. Reaksi tubuhnya seperti sudah terbiasa bila tangan Surya memeluk dan membelainya. Meskipun belum bisa menikmati belaian Surya, namun ia sudah bisa lebih santai menghadapi Surya. Entah mengapa Tata merasa bahwa Surya yang ia kenal sangat dingin, justru terasa begitu hangat saat sedang berdua saja bersamanya.
Menurut Surya, hari ini Tata memang terlihat lebih santai, gadis itu seperti lebih siap menghadapinya. Mungkin selain sudah mulai terbiasa, Tata juga sudah cukup beristirahat di siang hari sehingga staminanya kembali pulih.
"Sepertinya kau sudah mulai terbiasa ya?" Surya bertanya kepada Tata dengan senyum tipis setelah kegiatan mereka berakhir.
"Iya" Tata mengangguk malu saat mengakui kebenaran itu.
"Apa kau menyukainya?" tanya Surya lagi.
"Akuuu," Tata bingung, disatu sisi dia memang seperti mulai menyukai sikap lembut Surya, namun disisi lain ia pun merasa bahwa ada sesuatu yang salah dan kosong saat permainan itu berlangsung.
__ADS_1
"Aku pastikan kalau sebentar lagi kau akan benar-benar menyukainya" bisik Surya dengan penuh keyakinan membuat Tata merasa deg-degan.