
"Hai semua" Tata menyapa Dini, Sekar, Hendro dan Runi yang sudah berada di kebun binatang terlebih dahulu.
"Halo tante Tata" kata Dini mewakili Runi.
"Halo cantik" Tata menyapa Runi balik.
"Kakak Menta lagi jalan-jalan ya?" Dini kemudian mendekatkan putrinya ke arah Menta.
"Iya dong, kan kita mau piknik bareng heheheh" Tata juga mencondongkan tubuh Menta mendekat ke arah Runi.
"Kalau begitu ayo kita jalan" kata Tata kemudian.
"Tunggu sebentar, Adhi sedang di toilet" kata Hendro.
"Loh kak Adhi ikutan juga?" Tata sempat terkejut karena dia pikir hanya mereka saja yang akan berangkat.
"Iya, tadi ketika datang dia tiba-tiba ijin pergi ke toilet dengan tergesa-gesa" kata Hendro sambil memberi kode kepada Adhi.
"Dia sedang punya misi khusus ma" jawab Surya dengan senyum jahil sambil menatap balik Hendro.
Setelah percakapan yang terjadi antara Surya dan Adhi tentang niatnya menyatakan perasaannya kepada Sekar, Adhi pun kemudian meminta tolong juga kepada Hendro untuk membantunya menjalankan rencananya menyatakan cinta kepada Sekar.
"Misi khusus apa?" Tata bertanya dengan lugunya.
"Nanti juga mama tau sendiri" Surya berseloroh.
"Ck, papa sok misterius banget sih" Tata sebal dengan teka-teki suaminya.
"Bukan hak papa buat bilang ma, biar Adhi sendiri nanti yang bicara" Surya memang cukup setia dengan rahasia hati anak buahnya itu.
"Tuan, nyonya, sudah datang ya? maaf ya jadi menunggu lama" Adhi yang sudah kembali langsung meminta maaf kepada Tata dan Surya.
"Sudah beres?" Surya bertanya.
"Iya tuan, sudah" angguk Adhi dengan yakin.
"Ayo kita jalan kalau begitu" Surya kemudian mendorong stroller milik putrinya semetara Tata berjalan di bagian depan bersama Dini dan Sekar sambil menggedong Menta.
"Menta lihat itu namanya gajah" Tata menunjuk gajah yang sedang makan sayuran saat mereka sudah cukup lama berkeliling area kebun binatang dan melihat berbagai macam jenis binatang yang ada di sana.
"Besar ya" imbuh Tata lagi.
Meskipun belum bisa bicara, namun Menta yang sudah berusia delapan bulan sudah bisa merespon uncapan Tata dengan senyum dan melihat ke arah jari yang di tunjuk oleh sang mama.
"Sini Menta gantian papa yang gendong" Surya yang juga tidak mau kehilangan momen bersama sang putri kemudian mengambilnya dari tangan sang istri, sementara Tata bergantian membawa stroller Menta yang dipenuhi oleh perlengkapan bayi itu.
"Kita istirahat di sana saja, sambil menggelar tikar dan makan siang" setelah berfoto bersama untuk mengabadikan moment bahagia mereka, Adhi kemudian menunjuk sebuah area kosong yang langsung berhadapan dengan panggung hiburan.
"Oke" Surya dan Hendro menjawab dengan kompak.
Adhi yang memang bertugas membawa perlengkapan piknik kemudian menggelar tikar dan menata makan siang mereka dibantu oleh Sekar. Sementara dua keluarga kecil itu sibuk masing-masing dengan anak mereka.
"Terima kasih ya Sekar sudah mau membantu" Adhi merasa mendapat kesempatan bicara berdua saja setelah sejak tadi mereka selalu membaur dengan keluarga Surya dan Hendro.
"Iya kak, sama-sama" Sekar mengagguk sambil tersenyum manis.
"Aku senang banget loh kamu ikut piknik ini" Adhi mencoba peruntungannya.
__ADS_1
"Memannya kenapa? pasti karena takut jadi obat nyamuk ya melihat mereka berdua punya pasangan masing-masing? hahahaha" Sekar berkata sambil terkekeh.
"Tidak bukan itu, aku memang senang karena kamu bisa ikut, aku senang bisa sering ketemu sama kamu dan jadi lebih dekat sama kamu!" Adhi menatap serius kepada Sekar, membuat yang ditatap jadi salah tingkah.
"Ah kak Adhi bisa aja heheheheh" Sekar tertawa untuk menghilangkan groginya.
"Selamat datang bagi para pengunjung yang baru saja memasuki area bersantai ini, selamat menikmati hiburan dari kami" sang MC yang baru naik ke atas panggung menyambut rombongan Tata dan Surya yang sudah menggelar lapak mereka tepat di depan panggung.
"Lagu pertama dari kami siang ini berjudul In case you didn't know dari Brett Young. Lagu ini khusus di request oleh seseorang yang tadi datang menghampiri kami dan bercerita bahwa siang ini ia akan menyatakan perasaannya kepada gadis pujaan hatinya. Selama beberapa bulan belakangan ini pria tersebut hanya memendam perasaannya karena ia tidak yakin bahwa dirinya pantas, semoga dengan untaian lirik yang akan dibawakan ini, gadis tersebut bisa memahami perasaanya dan menerima cintanya dengan tulus. Tanpa membuang waktu lagi mari kita saksikan penampilan dari the loverz band, selamat menikmati" band lokal itu pun kemudian memainkan musiknya dengan merdu.
I can't count the times
I almost said what's on my mind
But I didn't
And just the other day
I wrote down all the things I'd say
But I couldn't
I just couldn't
Baby, I know that you've been wonderin'
Mm, so here goes nothin'
Baby, I'm crazy 'bout you
And I would be lyin' if I said
That I could live this life without you
Even though
I don't tell you all the time
You had my heart a long, long time ago
The way you look tonight
That second glass of wine
That did it
Mm
There was somethin' 'bout that kiss
Girl, it did me in
Got me thinkin'
I'm thinkin'
One of the things that I've been feelin'
__ADS_1
Mm, it's time you hear 'em
Ditengah lantunan lagu tersebut, sang MC menghampiri Sekar dan mengajak gadis itu naik ke atas panggung. Hal tersebut sontak membuat Sekar terkejut, namun demikian ia hanya bisa mengikuti arahan sang MC dan mengikutinya berjalan ke depan panggung.
"Hari ini, kita akan menjadi saksi sejarah dimana seorang pria akan menyatakan perasaan yang selama ini ia pendam, mencintai dalam diam dan memuja gadis impiannya dalam hati saja. Bagi tuan Adhi, dipersilahkan waktu dan tempatnya" sang MC menatap ke arah Adhi.
"Terima kasih" Adhi menerima mic dari tangan MC.
"Sekar, mungkin ini terlihat agak sedikit norak dan kampungan, tapi inilah isi hatiku yang sesungguhnya, sejak pertama aku melihatmu hati ini langsung menjadi milikmu. Sudah cukup lama aku memendamnya, seperti lantunan lirik lagu ini, selama ini aku tidak punya keberanian sama sekali untuk menyatakannya, namun saat ini, disini, aku ingin kau tau betapa aku sangat mencintaimu Sekar, aku ingin menjalani hari-hari di hidupku dan menikmati sisa umurku hanya bersamamu. Will you be my future? Maukah kau menjadi istriku dan ibu bagi anak-anakku kelak?" Adhi menyatakan perasaannya diiringi oleh lantunan musik akustik nan syahdu.
"Kak Adhi?" Sementara Sekar yang ditanya hanya bisa ternganga sambil menutup mulutnya. Hatinya begitu bergemuruh antara senang, malu dan juga takut. Ia senang karena rasa kagumnya terhadap Adhi selama ini ternyata berbalas. Namun ia juga takut jika ini hanyalah sebuah prank dan nantinya jika ia menjawab 'iya' kemudian Adhi mempermalukannya di depan umum.
"Will you marry me?" Adhi berlutut di hadapan Sekar sambil menyodorkan sebuah kotak berisi cincin bertahtakan berlian.
"Kak?" Sekar masih syok.
"Please??" Adhi menatap Sekar dengan wajah menunggu dan cemas.
"He em" Sekar akhirnya mengangguk dengan malu-malu.
"Yesssss" Adhi melonjak kegirangan. Ia kemudian langsung memasangkan cincin di jari manis gadis itu serta mengecup bibirnya dengan lembut.
"Terima kasih ya" Adhi memeluk Sekar di hadapan semua orang. Sontak tepuk tangan riuh terdengar saat kedua sejoli itu akhirnya resmi menjalin asmara.
Baby, I'm crazy 'bout you
And I would be lyin' if I said
That I could live this life without you
Even though
I don't tell you all the time
You had my heart a long, long time ago
You got all of me
I belong to you
Yeah, you're my everything
I'm crazy 'bout you
I would be lyin' if I said
That I could live this life without you
Even though
I don't tell you all the time
You had my heart a long, long time ago
Yeah, you had my heart a long, long time ago
Mm
__ADS_1
No, no
Lantunan lagu kembali membuat suasana romantis begitu terasa. Tata dan Dini yang baru mengetahui skenario ini langsung meneteskan air mata bahagia. Sementara Surya dan Hendro hanya tersenyum puas melihat Adhi berhasil menakhlukan hati gadis pujaannya itu.