My Cold CEO (Cinta Seluas TataSurya)

My Cold CEO (Cinta Seluas TataSurya)
Tyo Tertangkap


__ADS_3

Suasana sore di IGD rumah sakit seketika terasa sangat tegang karena ketiga pria tampan yang melawan gerombolan penjahat itu terluka cukup parah dan harus mendapatkan penanganan medis. Tata tidak henti-hentinya menangis sambil terus memeluk putrinya dengan erat. Melihat sang istri yang begitu ketakutan, Surya pun akhirnya meminta pihak rumah sakit untuk menggabungkan kamar rawatnya dengan Hendro dan Adhi, sehingga Tata merasa terhibur dan nyaman karena ada Dini dan Sekar yang juga menjaga kedua laki-laki itu. Ruangan paling besar di rumah sakit yang awalnya adalah aula pertemuan bagi para staff pun kemudian disulap menjadi kamar rawat yang super besar dan mewah dengan tiga tempat tidur super nyaman dan sofa empuk dibagian tengahnya. Penjagaan juga diperketat dan hanya orang-orang tertentu saja yang bisa masuk ke dalam sana. Semua ini sengaja Surya lakukan agar sang istri merasa nyaman.


"Bagaimana hasilnya?" Surya yang meminta pengacara handal untuk mengurus kasus penculikan sang putri menunggu perkembangannya sementara ia sendiri di rawat.


"Para pelaku sudah ditetapkan menjadi tersangka dengan pasal berlapis tuan" kata pengacara yang menangani kasus tersebut.


Setelah kejadian penculikan di kebun binatang yang menyebabkan trauma mendalam bagi sang istri, kini rasa benci Surya kepada kakak iparnya semakin bertambah menjadi dua kali lipat dari sebelumnya. Ia bertekad untuk menjebloskan Tyo ke dalam penjara, mengingat tindakannya yang sudah membahayakan nyawa istri dan anaknya.


"Aku mau mereka dihukum dengan berat, jangan pernah biarkan mereka lolos, terutama Tyo. Selama ini dia sudah membuat hidup istriku menderita, aku tidak mau kalau sampai kedepannya dia membuat kekacauan lagi dan melukai orang-orang yang aku cintai!" kata Surya dengan tegas.


"Baik tuan, kemungkinan hukuman penjara yang akan diterima oleh Tyo adalah lima belas tahun, ia dikenakan pasal berlapis, jadi bisa dipastikan bahwa pria itu akan di penjara" jawab sang pengacara.

__ADS_1


"Bagus!" Surya merasa puas dengan tuntutan yang diberikan.


..........


"Kak ayo makan dulu, nanti keburu dingin" Sekar membujuk Tata untuk memakan menu makan malamnya.


"Aku tidak lapar" Tata masih diliputi rasa cemas.


"Sayang?" tiba-tiba Tata tersadar dengan kondisi suaminya yang terluka akibat sabetan benda tajam milik anak buah Tyo. Seketika ia langsung berjalan menuju tempat tidur Surya dan menatap tubuh suaminya yang penuh dengan luka. Air matanya kembali bercucuran melihat kondisi pria yang sangat ia cintai babak belur.


"Aku baik-baik saja" Surya tersenyum saat sang istri membelai wajahnya.

__ADS_1


"Maafkan aku" Tata kembali terisak saat menyadari bahwa kondisi suaminya tidak baik-baik saja.


"Maaf karena aku terlalu khawatir dengan Menta hingga mengabaikanmu" bayangan belati yang hampir menyayat leher putrinya membuat akal sehat Tata tidak bekerja dengan baik, ia tidak bisa membayangkan kalau saja tadi Tyo sampai melukai putrinya sehingga ia mengabaikan kondisi Surya yang juga sama menyedihkannya.


"Tidak ada yang perlu dimaafkan, aku malah sangat bahagia karena kau sangat memperhatikan putri kita" Surya menghapus air mata sang istri dengan tangan yang lukanya lebih ringan.


"Jangan banyak bergerak, istirahatlah" Tata meraih tangan Surya dan meletakkannya ke tempat semula.


"Kau juga ya, sekarang makanlah, titipkan dulu Menta pada Sekar, disini sudah aman, aku sudah memerintahkan banyak pengawal untuk menjaga kita di depan pintu, jadi putri kita pasti akan baik-baik saja" Surya mencoba meyakinkan sang istri.


"He em" Tata mengangguk dan mengikuti perkataan suaminya.

__ADS_1


Akhirnya malam itu mereka semua terpaksa harus menginap di rumah sakit hingga beberapa hari ke depan untuk memastikan bahwa luka akibat benda tajam yang dibawa oleh para penjahat itu tidak berakibat fatal dan membuat infeksi ketiga pria tersebut.


__ADS_2