
"Sayangku" Dini sengaja datang lebih awal bersama dengan Hendro untuk menghadiri acara tujuh bulanan Tata.
"Dini aku kangen" Tata langsung memeluk sahabatnya itu dengan bahagia.
"Ayo masuk" Tata menarik Dini ke ruang tamu yang sudah diubah sedemikian rupa menjadi ruang pesta.
"Wahhh kau sekarang benar-benar menjadi nyonya besar ya, kaya raya hehehe" Dini mengedarkan pandangannya ke setiap sudut rumah Tata dan Surya dengan kagum. Ini adalah pertama kalinya Dini main ke rumah mereka, biasanya jika ingin ketemuan Tata dan Dini akan janjian di cafe milik Tata.
"Apa sih, ini kan semuanya punya suamiku, aku tetap Tata yang dulu" Tata memang tidak pernah memikirkan tentang harta benda.
"Oya bagaimana dengan anak cantik ini?" Dini mengelus perut Tata yang sudah sangat buncit.
"Sehat-sehat, kau sendiri bagaimana? apakah ada gejala ngidam?" Tata mengelus perut Dini juga.
"Tidak, dia anak yang pintar, aku tidak pernah ada keluhan sama sekali" Dini yang sudah hamil enam minggu menjelaskan kondisinya.
"Aku sangat senang mendengar kau hamil juga, nanti kalau mereka besar pasti bisa jadi sahabat seperti kita karena usianya tidak jauh heheheh" Tata terkekeh.
"Iya, bedanya hanya sekitar lima bulan lebih ya" Dini pun sangat bahagia bisa hamil bareng dengan sahabatnya.
Tata dan Dini akhirnya mengobrol dengan seru tentang kehamilan mereka sambil menunggu para tamu undangan yang lain berdatangan. Sementara Surya, Hendro dan Adhi sibuk berbincang tentang pekerjaan yang ada di kantor.
..........
__ADS_1
"Kak Nanda, Kak ayu, Bu Maya, terima kasih ya sudah menyempatkan hadir di acara tujuh bulananku" Tata merasa sangat bahagia karena ketiga nyonya besar ini menyempatkan diri hadir di acaranya.
"Sama-sama Tata, semoga kalian sehat-sehat terus sampai hari persalinan nanti ya" Ananda mengelus perut Tata dengan lembut.
"Amin, terima kasih doanya kak" Tata tersenyum.
"Kalau butuh sesuatu jangan sungkan bilang sama kami ya" Maya juga mengelus perut buncit itu.
"Iya bu Maya, terima kasih banyak" Tata mengangguk.
"Benar, pokoknya jangan sungkan sama kami ya, sering-seringlah bermain bersama kami" Ayu mengundang Tata bermain agar lebih akrab.
"Apa boleh aku main ke rumah kakak?" Tata yang tidak kenal baik dengan orang lain di komplek rumahnya sangat antusias.
"Terima kasih banyak, kalian baik sekali" Tata terharu.
Tata merasa sangat bersyukur karena keluarga yang paling terpandang di lingkungan sosial mereka sangat ramah kepadanya. Awalnya ia memang ada sedikit keraguan untuk bisa membaur dengan nyonya-nyonya besar di sekitarnya, mengingat status sosialnya yang berasal dari keluarga sederhana, namun setelah bertemu dengan ketiga wanita ramah ini Tata benar-benar jadi merasa memiliki teman baik.
..........
Terima kasih atas kehadiran bapak dan ibu sekalian ke acara tujuh bulanan kandungan istri saya Tata pada hari ini, mohon maaf bila penyambutan yang kami lakukan kurang berkenan dan mohon doanya juga untuk istri saya dalam menjalani kehamilannya sampai nanti melahirkan" Surya memberikan kata sambutannya.
Acara tujuh bulanan memang digelar cukup sederhana. Hanya beberapa kerabat dan sahabat dekat saja yang diundang oleh Tata dan juga Surya. Bagi mereka bukan kemeriahan yang diinginkan, melainkan lantunan doa dari para tamu untuk ibu dan calon bayinya.
__ADS_1
"Selamat ya tuan, semoga semua lancar sampai nanti istri anda melahirkan" George menjabat tangan Surya.
'Terima kasih tuan George atas doanya" Surya membalas jabatan tangan George.
"Oya, bagaimana dengan sindrom simpatiknya, apa masih tetap muncul sampai sekarang?" Mike bertanya.
"Tidak tuan Mike, saya hanya mengalaminya di awal-awal istri saya hamil saja, setelah menginjak lima bulan sindromnya sudah mulai tidak muncul lagi" jawab Surya sambil mengenang masa dimana ia berada di titik yang paling lemah, karena hampir setiap hari mual dan muntah tanpa sebab yang jelas. Namun ia juga sangat bersyukur karena dengan mengalami sindrom itu dia jadi tau bahwa dirinya sangat memiliki ikatan batin dengan Tata dan anak mereka yang masih di perut meskipun ia sudah berpisah jauh dengan Tata.
"Apa anda sudah mempersiapkan diri untuk masa 'puasa' setelah melahirkan nanti?" Ron berbisik.
"Puasa?" Surya yang masih buta dengan masalah kehamilan dan proses melahirkan bingung sendiri.
"Aku sarankan mulai sekarang anda harus mempersiapkan diri untuk 'berpuasa' setelah istri anda melahirkan nanti" Ron kembali berbisik sambil tersenyum jahil.
"Hey Ron, kau jangan bikin mental orang jadi down!" Mike menegur adiknya.
"Aku bukan ingin membuat mentalnya down, hanya saja aku ingin membuatnya memiliki persiapan yang matang!" Ron memang selalu usil.
"Jangan dengarkan Ron, dia itu memang suka bercanda" George menepuk bahu Surya.
"Tidak apa-apa tuan, aku pun suka bercanda hahahaha" Surya sangat senang berada di tengah mereka bertiga yang memang sangat hangat meskipun terkadang muncul perdebatan unik antara Mike dan Ron.
Seluruh rangkaian acara tujuh bulanan berjalan dengan lancar. Meskipun tanpa kehadiran nyonya Ami yang memang sengaja menghindarinya dengan alasan pergi ke luar negeri, namun Surya tidak peduli dengan semua itu, karena ia sudah paham benar dengan tabiat sang mama. Ia lebih peduli dengan kondisi kehamilan Tata dan juga bayi mereka. Meskipun tidak bisa hidup berdampingan layaknya mertua dan menantu pada umumnya, selama mereka tidak saling menyakiti satu sama lain, Surya sudah cukup senang.
__ADS_1