
Setelah pulang dari rumah sakit, Hendro dan Dini mengadakan acara syukuran kecil-kecilan atas kelahiran Arunika. Mereka memang sengaja hanya mengundang beberapa kerabat dekat dan rekan kerja saja.
"Hai adik Runi" Tata yang sengaja datang lebih awal bersama Surya dan Mentari ke rumah Dini dan Hendro menyapa Arunika yang sedang berada digendongan sang mama di kamar tidur sang bayi.
"Hai kakak Menta" Dini menjawab dengan menirukan suara anak kecil.
"Bagaimana kondisimu sekarang?" tanya Tata kepada sahabatnya.
"Aku sudah baik-baik saja, sudah bisa beraktivitas seperti biasa lagi" Dini berkata.
"Syukurlah kalau begitu" Tata senang.
"Dimana Hendro?" Surya bertanya pada Dini.
"Ada di kamar kak, sedang ganti pakaian sebentar" jawab Dini.
"Ohhhh" Surya hanya ber oh ria saja.
"Halo semua" Adhi yang tiba tidak lama setelah Surya dan Tata pun menyapa semuanya.
"Halo Om Adhi" jawab Tata dan Dini secara bersamaan, membuat semuanya tergelak karena kekompakan dua sahabat itu.
"Ehhhh Kak Tata, Kak Surya dan Kak Adhi sudah datang ya?" Sekar yang baru selesai menata konsumsi di ruang makan menyapa ketiga orang itu.
"Iya baru saja" angguk Tata.
"Hai cantik, siapa namanya?" wajah Sekar berbinar-binar saat melihat Mentari yang imut dan menggemaskan.
"Nama aku Mentari Putri Angkasa tante Sekar, tapi biasanya dipanggil Menta saja" jawab Tata mewakili sang putri.
"Wahhhh nama yang cantik ya, secantik orangnya" kata Sekar sambil mencowel-cowel pipi Menta yang gembul dengan gemas.
"Terima kasih tante" kata Tata.
__ADS_1
"Boleh aku gendong tidak kak?" Sekar ingin sekali menggendong bayi mungil itu.
"Tentu boleh dong" Tata kemudian menyerahkan putrinya ke tangan Sekar.
"Uhhhhh gemesssss" Sekar sangat senang bisa menggendong Menta.
"Udah cocok loh punya anak" Tata kemudian menggoda Sekar.
"Cocok dari mana, pacar aja belum ada" seloroh gadis itu dengan polosnya.
"Masa sih gadis secantik ini belum punya pacar?" Tata penasaran, sementara yang ditanya hanya geleng-geleng kepala sambil tetap fokus bermain dengan Menta.
"Kalau misalnya ada laki-laki yang naksir sama Sekar, Sekar mau tidak?" Surya bertanya sambil menatap Adhi.
"Tergantung" jawabnya santai.
"Tergantung apa?" Surya memicingkan mata.
"Ohhhh jadi maksudnya kamu hanya mau sama laki-laki yang serius saja gitu?" Surya menatap Adhi dengan senyum penuh arti, sementara yang ditatap menjadi salah tingkah.
"Perempuan kan sukanya dikasih kepastian, kalo cuma di PHP doang sih buat apaan" Sekar memang suka ceplas ceplos.
"Hemmmm berarti kamu itu sangat berpendirian teguh ya, kerennnn" Surya manggut-manggut.
"Ehhh sudah ramai toh" tiba-tiba Hendro muncul.
"Nah ini dia yang ditunggu dari tadi" Surya menepuk bahu Hendro.
"Maaf ya tuan, saya baru habis mandi, tadi beberes ruangan dulu soalnya" kata Hendro.
"Tidak masalah, kami juga baru datang kok" jawab Surya. Semenjak menikah dengan Tata, Surya memang menjadi pribadi yang lebih hangat serta bersahabat.
"Oya, bagaimana kalau kita duduk di depan saja? kalau disini kan harus berdiri" Hendro mengarahkan tamunya ke ruang tamu.
__ADS_1
"Oke" Surya dan Adhi pun kemudian mengikuti langkah Hendro menuju ruang tamu. Sementara Tata, Dini dan Sekar tetap berada di kamar bersama kedua bayi itu.
..........
Brukkkk
"Aduhhhhhh" Sekar yang sedang berjalan dengan cepat ke arah dapur untuk mengecek stok konsumsi menabrak seseorang dengan sangat kencang dan kehilangan keseimbangan.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya orang yang ditabrak Sekar sambil memeluknya untuk menahan tubuh gadis itu agar tidak terjatuh.
"Eh kak Adhi, maaf kak, aku tidak sengaja" Sekar yang tersadar bahwa orang yang ditabraknya adalah Adhi langsung meminta maaf.
"It's okay, apa ada yang terluka?" Adhi masih memeluk erat pinggang Sekar.
"Tidak kak" geleng gadis itu sambil menatap wajah tampan Adhi. Seketika jantungnya berdegup kencang karena menyadari bahwa Adhi ternyata begitu tampan dan mempesona.
"Syukurlah" Adhi tersenyum dan menatap balik wajah cantik Sekar dengan sangat intens.
"Emmmm maaf kak" Sekar melonggarkan pelukan Adhi yang begitu erat untuk menghilangkan rasa gugupnya.
"Oh maaf" Adhi pun spontan melepaskannya.
"Aku permisi dulu ya kak, mau ke dapur melihat stok konsumsi" Sekar kemudian berjalan menuju dapur, meninggalkan Adhi yang masih tersenyum sambil memandangi gadis cantik itu menjauh darinya.
"Hey, kau sedang apa?" Hendro bertanya kepada Adhi yang masih menatap Sekar dari jauh.
"Ah tidak kok" Adhi salah tingkah, ia layaknya ABG yang sedang jatuh cinta.
"Ya sudah ayo kalau begitu kita ke depan, tuan Surya sudah menunggu" ajak Hendro.
"Ayo" Adhi pun mengikuti Hendro berjalan menuju ke ruang tamu.
Acara syukuran atas kelahiran Arunika pun berjalan dengan lancar. Semua tamu berdatangan memberi doa terbaiknya bagi putri Hendro dan Dini. Mereka turut berbahagia atas kelahiran bayi cantik itu.
__ADS_1