My Cold CEO (Cinta Seluas TataSurya)

My Cold CEO (Cinta Seluas TataSurya)
Baskara


__ADS_3

"Kak, kau kenapa?" Sekar bertanya kepada sang sahabat ketika mereka sedang berjalan di tepian danau.


"Aku merasa mulai kontraksi" Tata mengelus perutnya yang mulai terasa mulas.


"Benarkah? kalau begitu ayo kita ke rumah sakit! aku akan menghubungi suamimu" Dini kemudian memapah Tata menuju parkiran mobil, sementara Sekar yang menggendong Adit, menggandeng Menta dan juga Runi mengikuti dari belakang.


Setibanya di rumah sakit, Tata langsung dibawa ke ruang bersalin dengan menggunakan brankar.


"Sayang, apa kau baik-baik saja?" Surya begitu cemas saat melihat tubuh sang istri berbaring dengan lemah.


"Aku baik-baik saja, hanya kontraksinya mulai intens" Tata menjawab.


"Dokter tolong istri saya dok!" Surya memohon kepada sang dokter yang menangani persalinan Tata.


"Kami akan melakukan yang terbaik tuan, doakan semoga ibu dan bayinya sehat selalu ya tuan" sang dokter tersenyum untuk menenangkan Surya.


"Ayo nyonya kita bersiap-siap, bukaan anda sudah lengkap, ikuti arahan saya ya, tarik nafas lalu dorong" dokter itu memandu Tata.


"Hemmmmmpppppppp" Tata mendorong sekuat tenaga.


"Sekali lagi nyonya" Dokter kembali membimbing Tata.


"Arrrrgggggghhhh" Tata menjerit sambil meremas tangan sang suami serta mencakarnya untuk menahan rasa sakit dan nyeri saat sang buah hati melalui jalan lahirnya.


"Owekkk owekkkkk" bayi berjenis kelamin laki-laki terlahir dengan selamat.


"Wah bayinya laki-laki dan sehat" kata salah satu perawat yang membantu persalinan.


"Selamat tuan dan nyonya, bayinya laki-laki" Sang dokter memberi ucapan yang dijawab anggukan oleh Surya disertai senyum bahagia di bibirnya.


"Terima kasih sayang, sekarang hidup papa sudah sangat lengkap dan bahagia karena mama sudah memberikan sepasang hadiah terindah" Surya meneteskan air mata saat melihat perjuangan sang istri melahirkan putra kedua mereka.


"I love you mama" Surya tak henti-hentinya memberikan kecupan sayang kepada sang istri, sementara yang dikecup hanya bisa tersenyum bahagia melihat bagaimana sang suami bersuka cita atas kelahiran putra mereka.


..........


"Sayangku, selamat ya, akhirnya yang dinanti lahir juga" kata Dini sambil memeluk Tata.

__ADS_1


"Kak, selamat ya" Sekar pun ikut memeluk Tata.


"Terima kasih ya" Tata sangat bahagia karena berada di tengah-tengah keluarga dan sahabat yang begitu menyayanginya.


"Siapa namanya tuan?" Adhi bertanya.


"Baskara Putra Angkasa" jawab Surya dengan lantang.


"Wah nama yang keren" Hendro terkagum-kagum.


"Baskara itu artinya matahari, sama seperti Surya, Mentari, Seruni dan Aditya" Surya menjelaskan arti namanya.


"Aku berharap kelak nanti jika anak-anakku sudah besar, mereka akan menjadi seperti matahari yang selalu menyinari dan menghangatkan seluruh isi bumi, begitu pun dengan anak-anak kalian" Surya menatap kedua anak buahnya yang juga sudah ia anggap seperti saudara sendiri.


"Amin" Adhi dan Hendro mengamini doa Surya dengan tulus.


..........


Tok Tok Tok


"Kak Nanda, Bu Maya, kak Ayu" Tata tersenyum melihat kehadiran ketiga nyonya besar keluarga Anderson.


"Selamat ya sayang" Ananda memeluk Tata.


"Akhirnya sepasang ya" Ayu pun ikut memeluk.


"Anakmu sangat tampan" Maya memeluk sambil memuji.


"Terima kasih" Tata selalu merasa terhormata dengan kehadiran ketiganya.


"Oya, ini hadiah untukmu dari kami" Ron menyodorkan sebuah kotak kardus.


"Apa ini?" Surya penasaran.


"Bukalah" Ron menyeringai jahil.


"Ck, itu hanya dari Ron ya, bukan dari aku" Mike tidak mau terlibat dan disalahkan oleh sang istri.

__ADS_1


"Aku juga tidak ikut-ikutan loh" George menatap sang istri untuk memberi penegasan.


"Permen coklat?" Surya menatap Ron.


"Isinya 40 buah, kau bisa memakannya 1 buah 1 hari untuk membantu berhitung masa nifas istrimu hehehe" Ron terkekeh.


"Oh begitu ya?" Surya hanya manggut-manggut.


"Oh astaga Daddy, sempat-sempatnya kau ini" Ayu menatap suaminya dengan kesal.


"Aku kan teman yang baik mom" Ron membela diri.


"Ayu, aku sarankan kau membelinya juga untuk suamimu, bukankah teman yang baik itu seharusnya menemani dalam suka dan duka? berarti Ron bisa juga membantu tuan Surya menghitungnya dengan sama-sama ikut berpuasa!" kata Mike dengan seringai jahil.


"Ide yang bagus, nanti aku saja yang membelikannya, gratis untuk sahabat terbaikku Ronald Anderson" George menimpali.


"Tidak perlu, nanti biar kami saja yang beli, aku akan beli tiga kotak sekaligus untuk kalian bertiga" Ananda menatap ketiga pria Anderson itu dengan senyum liciknya.


"Setuju, nanti sepulang dari sini kita bisa mampir ke swalayan" Maya pun mengangguk.


"Loh kok jadi blunder gini sih? ayah kan tidak ikutan bun" Mike protes.


"Papa juga tidak ma" kata George.


"Tapi kalian ikut memprovokasi" Ananda menjawab.


"Dan berhubung kalian bertiga adalah sahabat kental, maka berjuanglah bersama-sama" Maya menambahkan.


"Betulllll" Ayu semangat.


"Astaga, tau begitu aku tidak beli tadi deh, senjata makan tuan ini namanya" Ron menepuk jidatnya dan menyesali perbuatannya itu, membuat seisi ruangan tergelak menyaksikan penderitaan yang akan dialami oleh ketiga penguasa perusahaan Anderson itu.


Suasana bahagia terpancar dari keenam pasang suami istri yang berada di dalam ruang rawat VVIP Tata. Mereka semua berbaur menjadi satu layaknya keluarga besar yang sangat akrab dan harmonis. Kedekatan dua kerajaan bisnis itu tidak hanya terasa saat mereka menjalin kerja sama bisnis saja, melainkan juga saat mereka menjalin persahabatan seperti saat ini.


"Terima kasih Tuhan untuk setiap hal yang sudah terjadi dalam hidupku, terima kasih karena sudah menghadirkan seorang Surya Putra Angkasa sebagai pelindung dan cinta sejatiku, semoga hidup kami semua selalu dilimpahi kebahagiaan, amin" begitulah doa ucapan syukur serta permohonan Tata.


...THE END...

__ADS_1


__ADS_2