My Cold CEO (Cinta Seluas TataSurya)

My Cold CEO (Cinta Seluas TataSurya)
Permintaan Maaf Surya Untuk Tata


__ADS_3

Setelah perjuangan panjang membujuk Tata, akhirnya mereka pun sepakat untuk kembali ke rumah mewah milik Surya.


"Selamat datang kembali nyonya" Alia sang pelayan meneteskan air matanya saat melihat sang majikan kembali bersama-sama setelah beberapa bulan sama-sama pervi dari rumah mewah itu.


"Mbak Alia apa kabar?" Tata sangat senang bisa bertemu dengan asisten rumah tangganya lagi. Bagi Tata, Alia adalah salah satu orang yang bisa ia andalkan dan tulus terhadapnya.


"Saya baik-baik saja nyonya, hanya saja rumah ini sangat sepi tanpa kehadiran nyonya dan tuan selama beberapa bulan belakangan ini" Alia mencurahkan isi hatinya.


"Maaf ya mbak dan terima kasih juga karena suda mau menjaga rumah ini selama kami tidak ada" Tata memeluk Alia.


"Ehemmmmm" Surya memberi kode kepada Tata agar melepaskan pelukannya.


"Astaga sayang, mbak Alia kan perempuan, masa kau masih cemburuan juga sih!" Tata geleng-geleng kepala melihat tingkah sang suami yang sangat posesif.


"Sudah aku bilang kan aku tidak suka kau berpelukan dengan siapapun kecuali aku!" Surya cemburu.


"Lalu kalau anak kita nanti lahir bagaimana? apa dia juga tidak boleh aku gendong dan peluk?" Tata protes.


"Kalau itu pengecualian!" Surya menekankan.

__ADS_1


"Isshhh dasar suami posesif! dulu Dini yang kau larang, sekarang mbak Alia besok siapa lagi?" Tata cemberut.


"Sudah jangan berdebat lagi, lebih baik kita ke kamar, aku sudah sangat rindu dengan kamar kita!" Surya lalu merangkul pinggang sang istri dan mengajaknya naik ke lantai atas.


"Mbak, kami naik dulu ya" Tata berkata dengan ramah kepada Alia.


"Iya nyonya silahkan beristirahat, jika butuh sesuatu anda bisa panggil saya" kata Alia.


"Iya, terima kasih ya mbak" Tata menganguk.


"Sama-sama nyonya" Alia merasa sungguh bahagia melihat kedua majikannnya bisa bersatu kembali dan semakin romantis dari sebelumnya.


"Semoga tuan dan nyonya bisa hidup rukun sampai tua bersama dengan keturunan mereka kelak"doa Alia di dalam hatinya.


..........


"Sayang ini aku punya sebuah hadiah untukmu" Surya memberikan sebuah berkas kepada Tata.


"Apa ini?" Tata bertanya kepada suaminya.

__ADS_1


"Buka saja!" Surya tersenyum.


"Sayang ini?" Tata terbelalak ketika melihat sebuah surat keterangan yang menyatakan bahwa Cafe tempat Tata bekerja kini menjadi miliknya.


"Sekarang Cafe itu menjadi milikmu, aku sudah membelinya atas namamu sebagai tanda permintaan maafku karena kau sudah menderita selama menjalani hidup sendiri dengan kondisi hamil saat kita berpisah" Surya masih merasa berdosa setiap kali mengingat betapa bodohnya ia yang menyia-nyiakan istri dan anaknya.


"Sayang aku tidak pernah meminta ini semua, seharusnya kau tidak perlu melakukan ini semua!" Tata merasa Surya sangat berlebihan.


"Apapun akan aku lakukan untuk dapat menebus segala penderitaan kalian beberapa bulan belakangan ini!" Surya benar-benar menyesal.


"Tapi bagaimana dengan pemilik sebelumnya?" Tata tidak enak dengan sang owner.


"Aku sudah membayarnya dengan layak dan mereka setuju dengan itu, jadi tidak ada masalah. Lagi pula bukankah kau kemarin bilang masih ingin tetap bekerja di Cafe supaya tidak jenuh sepanjang hari di rumah saja? jadi sebagai solusinya adalah kau bekerja sebagai pemilik yang hanya perlu mengawasi kinerja anak buahmu. Kau masih bisa tetap bekerja tapi juga tidak terlalu lelah dan tidak perlu juga datang setiap hari! Semua timnya masih sama, jadi seharusnya tidak ada masalah yang perlu kau khawatirkan jika kau hanya sesekali saja bekerja di Cafe!" Surya memberi penjelasan.


"Sayang terima kasih ya, kau baik sekali, aku sangat mencintaimu" Tata melingkarkan tangannya di leher Surya dan kemudian mengecup bibir itu dengan lembut.


"Aku yang seharusnya berterima kasih karena kau sudah mau memaafkan aku dan menerimaku kembali. Terima kasih sayangku aku sangat mencintaimu!" Surya meraih pinggang sang istri yang sudah mulai tidak pas di tangannya.


Mereka begitu larut dalam kebahagiaan cinta layaknya pengantin baru yang sedang mengecap manisnya madu asmara.

__ADS_1


__ADS_2