
"Bagaimana arisannya?" tanya Surya saat Tata baru saja pulang.
"Menyenangkan, aku bertemu dengan beberapa orang yang sangat ramah" jawab Tata sambil merebahkan dirinya di atas sofa ruang keluarga.
"Benarkah?" Surya tidak percaya karena dugaan ssbelumnya ia mengira sang mama akan mempermalukan Tata di depan teman-teman arisannya.
"He em, aku berkenalan dengan beberapa nyonya besar dari keluarga Anderson, kata kak Ananda malah suaminya dan kau sudah lama saling bekerja sama" Tata menatap Surya yang duduk di sebelahnya.
"Ohhh maksudmu istrinya tuan Mike Anderson?" Surya tersenyum lega ketika mengetahui bahwa ada keluarga Anderson yang menjadi anggota arisan kompleknya.
"Iya, dia malah bercerita tentang sindrom simpatik dan morning sicknessmu beberapa bulan lalu segala" kata Tata sambil tersenyum geli membayangkan bagaimana tersiksanya Surya.
"Kenapa kau tersenyum seperti itu?" Surya menatap Tata yang tersenyum geli sambil merebahkan dirinya di pangkuan sang istri.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, hanya saja aku membayangkan kalau wajahmu pasti sangat lucu ketika itu terjadi" Tata mengelus rambut suaminya dengan lembut dan penuh kasih sayang.
"Apa kau tau kalau aku saat itu sangat menderita karena aku tidak tau apa yang terjadi sesungguhnya pada diriku. Dokter bilang aku sehat-sehat saja, hasil leb dan semuanya bagus, tapi hampir tiap pagi aku seperti orang sekarat seperti mau mati. Ternyata itu adalah karena dia, ikatan batin kita bertiga yang membuatku merasakan semuanya meskipun aku saat itu belum tau kalau kau sedang hamil" Surya membayangkan masa-masa suramnya sambil mengelus perut buncit Tata serta menghujaninya dengan kecupan bertubi-tubi.
"Terima kasih" Tata tersenyum manis saat mendengar perjuangan Surya menggantikannya ngidam.
"Terima kasih untuk apa?" tanya Surya yang tidak paham.
"Terima kasih karena kau sudah mau mewakilkan aku mengidam" Tata mengelus dada bidang Surya dengan lembut.
"Kenapa kau bilang begitu, kalau kau kehilangan nyawamu, lalu siapa yang akan menjaga kami selanjutnya?" ekspresi Tata berubah menjadi sedih dan berkaca-kaca.
"Sayang jangan menangis, maafkan aku, baiklah aku ralat, aku akan panjang umur untuk menjaga kalian selama sisa hidupku kelak" Surya kembali ke posisi duduk dan menghadap ke wajah sang istri.
__ADS_1
"Iya, kau harus sehat dan panjang umur agar bisa terus berada di sisiku merawat anak-anak kita kelak" Tata menangkupkan tangannya ke wajah Surya dan mulai mengecup bibir pria tampan itu dengan lembut.
"Berjanjilah jangan pernah pergi dariku" Tata menunjukkan jari kelingkingnya di depan Surya.
"Iya aku janji" kata Surya sambil menautkan kelingkingnya itu.
"Aku sangat mencintaimu Tuan Surya Putra Angkasa" Tata tersenyum penuh cinta kepada sang suami.
"Aku juga sangat mencintaimu Nyonya Surya Putra Angkasa yang sangat cantik jelita" Surya mengerlingkan matanya.
"Ishhhh dasar gombal" Tata tersipu malu.
"Aku tidak pernah gombal, aku serius, kau adalah satu-satunya wanita yang membuatku gila, bagiku kau sangat cantik dan juga seksi, apalagi setelah kau hamil besar begini, kau semakin membuatku kecanduan" Bisik Surya ditelinga Tata.
__ADS_1
"Sayang ihhhh mesummmm" wajah Tata merah merona, membuat Surya tergelak melihat ekspresi sang istri yang seperti anak remaja kasmaran.
Meskipun saat ini mereka sudah saling memahami isi hati masing-masing, namun tetap saja Tata selalu tersipu malu saat Surya sedang merayunya. Bagi Tata masa-masa setelah mereka rujuk kembali adalah masa dimana paling membahagiakan karena hubungan mereka seperti layaknya ABG yang baru saja mengenal cinta dan selalu berbunga-bunga sepanjang hari.