My Cold CEO (Cinta Seluas TataSurya)

My Cold CEO (Cinta Seluas TataSurya)
Ibu Hamil Ngambek


__ADS_3

"Sayang kita mau kemana sih?" Surya yang memaksa ikut berbelanja keperluan bayi bertanya. Ia yang melihat tubuh istrinya sudah mulai membengkak terutama di bagian kaki merasa tidak tega kalau harus melepasnya jalan di mall sendirian. Akhirnya dengan terpaksa ia tidak bekerja ke kantor dan menemani istrinya berbelanja ke mall.


"Aku mau membeli beberapa barang yang lupa aku beli kemarin saat jalan sama Dini" jawab Tata sambil berjalan menuju pintu masuk toko perlengkapan bayi.


"Kenapa tidak kau list dari rumah saja biar nanti pelayan yang membelinya? atau kalau perlu aku belikan sama tokonya sekalian saja jadi kau tidak perlu repot datang dan memilih, biar semua isi toko dibawa pulang!" dengan entengnya Surya menyebut 'membeli toko' membuat sang istri membelalakkan matanya.


"Sayang aku hanya ingin beli beberapa barang yang tertinggal saja, kenapa jadi harus membeli tokonya segala?" Tata tidak habis pikir dengan cara suaminya berfikir.


"Memangnya kenapa? membeli toko ini kan tidak akan membuatku jatuh miskin!" dengan entengnya pria itu menjawab.


"Ck, dasar orang kaya!" Tata menggelengkan kepalanya.


"Sudah cepat pilih lalu kita pulang" Surya tidak mau istrinya berlama-lama di luar rumah dalam kondisi perut dan tubuh yang sudah semakin membesar. Ia merasa dunia luar akan menjadi ancaman bagi sang istri dan calon anaknya yang terlihat begitu lemah.


"Tapi aku masih mau lihat-lihat sebentar" Tata merengek.


"Sayang, kau itu sedang hamip besar, lihat saja perutmu itu, kakimu juga bengkak, aku yang melihatnya saja ngeri sekali!" Surya menjadi over protect belakangan ini.


"Kau itu kenapa sih? aku kan hanya sedang hamil, bukan terkena penyakit parah dan mematikan!" Tata sebal karena diperlakukan layaknya seorang yang sedang mengidap penyakit langka.


"Bukan begitu sayang, aku hanya tidak mau kau dan anak kita kenapa-kenapa" Surya mulai ciut jika Tata sudah menunjukkan ekspresi kesalnya.

__ADS_1


"Tapi aku kan bosan terus-terusan di rumah setiap hari, dulu kau bilang aku boleh bekerja di cafe lagi, tapi nyatanya sekarang aku pun dilarang!" Tata mencurahkan isi hatinya.


"Bukan melarang, tapi menunda sampai kau lahiran dan kondisi fisikmu kembali seperti semula" Surya memeluk sang istri dan mengecup bibirnya di depan umum.


"Ihhh lepaskan, ini kan tempat umum!" Tata malu karena semua mata menuju ke arah mereka.


"Biar saja, aku tidak peduli!" Surya masih tetap dalam posisi memeluk Tata.


"Sayang ihhhh" Tata menepuk bahu Surya.


"Tapi janji jangan ngambek lagi ya?" Surya ingin memastikan istrinya tidak marah lagi.


"Iya, sudah lepaskan!" Tata memberontak minta dilepaskan.


Setelah menyelesaikan transaksinya, Tata kemudian mengajak Surya berkeliling untuk melihat-lihat.


"Apa lagi yang mau kau beli?" Surya yang sudah mengikuti Tata berkeliling tanpa membeli apapun mulai malas.


"Tidak ada" jawab Tata dengan enteng.


"Ya sudah kita pulang saja yuk" Surya membujuk.

__ADS_1


"Tapikan aku masih mau lihat-lihat" Tata kembali menunjukkan wajah kesalnya.


"Memangnya kau tidak lelah?" entah mengapa Tata terlihat seperti tidak ada lelahnya.


"Tidak, lagi pula kan aku jarang sekali keluar rumah, jadi aku harus memanfaatkannya dengan baik, entah kapan lagi aku akan bisa keluar lagi!" seloroh Tata sambil menyindir suaminya, sementara yang disindir tidak merasa sama sekali.


"Ya sudah, tapi jangan lama-lama ya, sebentar lagi saja" Surya bernegosiasi.


"Ck, kau ini, ya sudah pulang saja sekarang!" Tata langsung berjalan ke arah lift.


"Tidak jadi jalan-jalan?" Surya bertanya.


"Tidak, moodku sudah hancur!" Tata menjawab dengan ketus.


"Jangan gitu dong sayangku" Surya berusaha merayunya.


"Sana ih, jangan dekat-dekat!" Tata menolak disentuh oleh Surya.


"Sayanggggg" Surya memasang mode merajuk. namun Tata tetap tidak mau.


Sepanjang perjalanan pulang Surya terus saja membujuk sang istri agar tidak marah lagi, namun usahanya sia-sia karena Tata merasa sangat kesal.

__ADS_1


"Ya sudah terserah kau saja deh, mau marah juga tidak apa-apa, nanti juga baik sendiri, yang penting kau dan bayi kita aman!" batin Surya pada akhirnya mengalah.


__ADS_2