
"Papa lagi sibuk ya?" Tata yang melihat sang suami sedang memegang tabletnya di atas tempat tidur bertanya.
"Kenapa ma?" spontan Surya menengok ke arah Tata yang berbicara kepadanya.
"Enggak, mama cuma mau bilang terima kasih aja, karena papa sudah berbuat baik sama keluarganya Adhi dan Hendro" wanita cantik itu mendekati Surya.
"Itu tidak ada apa-apanya ma dibandingkan pengabdian mereka kepada kita selama ini, terutama saat Menta diculik dulu, kalau tidak ada mereka entah apa jadinya keluarga kita sekarang tanpa Menta" Surya mengenang tragedi di kebun binatang itu.
"Iya pa, makanya mama sangat sayang sama Dini dan Sekar, mereka itu meskipun bukan keluarga, tapi rasanya sudah seperti darah daging sendiri, bahkan dulu saat mama masih hidup susah pun keluarga mereka yang selalu ada disamping mama" Tata mengenang masa-masa sulitnya dulu saat berjuang hidup sendiri setelah kepergian kedua orang tuanya.
"Semoga kita bisa terus bersahabat dan bersaudara sama mereka sampai tua ya ma" doa Surya.
"Amin" Tata mengamini doanya.
"Oya pa, mama juga punya hadiah buat papa" kata ibu satu anak itu kepada Surya.
"Wahhh apa itu?" Surya selalu saja bersemangat jika mendapat hadiah dari sang istri.
"Tutup mata dulu" perintahnya.
"Oke" Surya langsung memejamkan matanya secara spontan mengikuti perintah sang istri.
__ADS_1
"Ini, papa boleh buka mata sekarang" Tata meletakkan sebuah kotak kecil ke tangan suaminya.
"Ma!?" mata Surya tiba-tiba menggenang, air mata tak bisa ditahannya dan menetes begitu saja saat membuka kotak kecil yang diberikan oleh istrinya itu.
"He em, Menta akan punya adik" Tata tersenyum dan mengangguk.
"Terima kasih sayang, akhirnya doaku selama ini terkabul" Surya memeluk erat tubuh mungil sang istri yang kini sedang mengandung anak keduanya.
Semoga hadiahnya bisa membuat papa senang ya" Tata membalas pelukan suaminya tidak kalah erat.
"Tentu saja, bagi papa ini bukan hanya sekedar hadiah tapi ini adalah anugrah terindah dalam hidup papa" ia mengecupi setiap jengkal wajah sang istri, membuat yang dikecup mejadi kegelian.
"Papa ihhhh geliiii" Tata tergelak menerima serangan sang suami.
"Ishhh papa modus" Tata memukul gemas dada sang suami.
"Papa kangen maaaa" Surya memasang wajah memelas.
"Memangnya kapan sih papa gak kangen, setiap malam juga bilangnya selalu gitu" lagi-lagi pukulan manja mendarat di dada bidang pria tampan itu.
"Tapi mama suka kan?" kerlingan mata Surya sangat nakal.
__ADS_1
"Emmmmmhhhhh paaaaaaa" Tata bergelinjang ketika tangan pria itu sudah berada di area sensitifnya, sementara bibirnya sibuk bermain-main di daerah terkenyal.
"Ahhhhhhhhhh paaaaa sudahhhh cukuuuppppp" letupan cinta membuat wanita itu bergetar dengan sangat hebatnya.
"Paaaaaa eugggghhhhhhhhh" kali ini jari Surya semakin bergerak dengan brutalnya, membuat Tata tidak bisa mengendalikan diri dengan baik.
"Papa masuk ya ma" Surya memberi kode.
"Pelan-pelan ya pa, biar dedek gak kesakitan" Tata mengkhawatirkan kandungannya yang masih sangat muda.
"Pasti sayang, papa pasti pelan-pelan" kemudian dengan sekali hentakan Surya menerobos masuk ke dalam istana yang hanya menjadi miliknya itu. Pompaan demi pompaan dilakukan Surya sedemikian rupa, membuat sang istri benar-benar kewalahan dan pasrah dalam kungkungan pria bertubuh bidang itu.
"Ahhhhhh papa, mama sudah tidak kuat lagi ahhhhhhhhh isshhhhhh" Tata menuju puncak cintanya.
"Ayo ma kita bersama" Surya mempercepat irama gerakannya, namun demikian ia tetap menjaga agar tidak terlalu berlebihan mengingat Tata sedang mengandung buah cinta mereka.
"Awwwwwww papaaaaaaaaa" Tata bergetar luar biasa saat berada diatas awan.
"Argggggghhhhhhhh" Sepersekian detik kemudian Surya pun mengikuti Tata mencapai puncaknya.
"I love you so much ma" Surya yang sudah tidak bertenaga langsung merebahkan dirinya disebelah sang istri dan menarik lembut tubuh wanita kesayangannya itu ke dalam dekapannya.
__ADS_1
"I love you too papa sayang" Tata membalas pelukan suaminya dan mengecup dada polos itu dengan begitu lembut untuk menunjukkan rasa cintanya kepada sang suami.
Setelah pergulatan panjang dan melelahkan yang menguras energi keduanya, akhirnya mereka pun terlelap dalam mimpi indah hingga pagi menjemput.