
"Halo kak Ayu" Tata mengangkat panggilan video dari Ayu.
"Tata kau dimana?" Ayu yang ingin mampir ke cafe milik Tata menanyakan keberadaan wanita hamil itu.
"Aku sedang di rumah kak, apa ada sesuatu?" Tata khawatir.
"Ohhh tidak, hanya saja aku, kak Nanda dan Bu Maya ingin ke cafe mu" jawab Ayu.
"Benarkah? kapan?" Tata merasa terhormat dan bersemangat saat mendengar ketiga wanita dari keluarga Anderson itu ingin berkunjung ke cafe miliknya.
"Kalau siang ini apa bisa?" Ayu menjawab dengan cepat.
"Tentu saja bisa kak, kapan pun kakak mau, aku akan dengan senang hati menyambut kakak" Tata tersenyum lebar.
"Baiklah, kalau begitu kita bertemu di cafe milikmu ya" Ayu melambaikan tangannya.
"Iya kak, sampai jumpa ya" Tata membalas melambaikan tangan.
"Bye" Ayu kemudian memutuskan sambungannya.
"Siapa?" tanya Dini yang masih menginap di rumah Tata.
"Ini kak Ayu, yang waktu itu ada di acara tujuh bulananku itu loh, dia mau datang ke cafe bersama kak Nanda dan Bu Maya" kata Tata.
"Ohhh yang katamu keluarga paling kaya di komplek ini ya?" Dini manggut-manggut.
"Iya, mereka adalah keluarga paling kaya di komplek ini, tapi mereka juga yang paling ramah diantara semuanya" jelas Tata lagi.
"Beruntung sekali ya kau ini, sudah punya suami kaya, punya teman-teman kaya dan ramah juga" Dini sangat kagum dengan keberuntungan nasib Tata.
"Tapi bagiku kau adalah yang paling baik dan setia, kau tidak hanya ada dikala aku senang saja, tapi juga setiap saat, bahkan ketika aku terpuruk dan tidak punya apa-apa, kau selalu ada disampingku" Tata memeluk Dini dengan erat untuk membuktikan bahwa ia sangat menyayangi sahabatnya itu.
"Uhhhhh sayangku" Dini membalas pelukan Tata.
"Lagi pula aku bisa seperti sekarang kan proses nya sangat panjang, kau tau kan kalau di awal pernikahanku dulu hidupku tidak sebahagia sekarang?" Tata mengenang bagaimana dulu dirinya harus bertahan dalam pernikahan yang tidak pernah ia harapkan sama sekali.
"Iya benar, ini semua adalah buah kesabaran yang memang pantas kau terima karena sudah menjalankan semua cobaan hidupmu dengan penuh ketabahan" Dini semakin kagum dengan perjuangan hidup Tata.
"Oya ngomong-ngomong aku harus minta ijin sama suamiku dulu untuk pergi ke cafe" Tata kemudian menelpon Surya.
"Ya sayangku" Surya mengangkat telpon dari sang istri dengan suara paling manis.
__ADS_1
"Sayang, aku mau pergi ke cafe ya siang ini?" Tata to the point.
"Loh bukannya ada Dini di rumah kita?" Surya yang sengaja mengundang Dini ke rumahnya agar Tata betah di rumah merasa terkejut.
"Baru saja kak Ayu Anderson menelponku, katanya dia dan kak Nanda serta Bu Maya ingin ke cafe siang ini, jadi aku berencana mengajak Dini sekalian ke cafe, boleh ya?" Tata menjelaskan.
"Apa tidak sebaiknya mereka saja yang main ke rumah kita?" Surya masih tidak rela kalau Tata harus pergi keluar rumah.
"Sayang, kau kan sudah janji padaku kalau aku mau keluar rumah kau akan mengijinkan!" Tata mengungkit janji Surya tempo hari.
"Iya baiklah, kalau begitu aku ijinkan, tapi kau hanya boleh duduk mengawasi karyawan dan mengobrol saja ya, jangan bekerja atau melakukan apapun di sana!" Surya yang paham tabiat sang istri yang tidak pernah bisa diam jika melihat pekerjaan di cafe menumpuk mengingatkannya.
"Iya aku janji, aku hanya akan duduk mengawasi dan mengobrol dengan mereka" Tata menyetujui syarat dari sang suami.
"Oke, kalau begitu pergilah" Surya memberikan ijin.
"Oya, aku ingin bicara dengan Dini, berikan ponselnya pada Dini" Surya meminta Tata memberikan ponselnya pada sang sahabat.
"Buat apa?" Tata curiga.
"Aku ingin dia mengawasimu dengan ketat!" Surya memberi penekanan.
"Sayang aku kan bukan anak kecil lagi!" Tata tidak terima karena sang suami tidak percaya padanya.
"Hufff kau ini!" Tata menggerutu, namun demikian ia tetap saja menyerahkan ponselnya pada Dini.
"Apa?" Dini yang disodori ponsel oleh Tata bingung.
"Suamiku ingin bicara denganmu" Tata memajukan bibirnya.
"Hah?" Dini tidak paham.
"Sudah angkat saja!" Tata mendekatkan ponselnya ke telinga Dini.
"Halo?" Dini berbicara dengan gugup.
"Halo Dini, tolong jaga Tata selama kalian berada di cafe ya, jangan biarkan istriku melakukan pekerjaan apapun, pastikan kalau dia hanya duduk mengawasi karyawan dan mengobrol dengan kau dan para nyonya Anderson!" Surya memberondong Dini dengan banyak permintaan tolong.
"Oh iya, baik, nanti aku akan ingatkan Tata" Dini menjawab dengan kikuk.
"Oke, kalau ada sesuatu tolong langsung kabari aku ya, ponselku selalu standby, jadi jangan ragu untuk menghubungiku segera!" Surya berkata lagi.
__ADS_1
"Iya, baik" Dini bisa merasakan bahwa Surya sangat mencintai Tata dengan sepenuh hatinya.
"Terima kasih Dini, boleh aku bicara lagi dengan istriku?" Surya meminta Dini memberikan ponselnya kepada Tata.
"Halo" Tata berbicara kembali.
"Aku sudah memberikan arahan pada Dini, jadi kau harus nurut sama Dini ya!" Surya seperti seorang ibu yang memberi wejangan kepada putri kecilnya.
"Ishhh kau ini, kenapa sih over protect sekali!" Tata sebal.
"Karena aku sangat mencintaimu sayangku, aku tidak mau kau dan anak kita sampai kenapa-kenapa!" Surya berkata dengan lembut.
"Tapi aku kan hanya pergi ke cafe saja, bukan ke medan perang!" Tata masih tidak terima.
"Iya aku tau, tapi kau kan lagi hamil besar, aku hanya ingin memastikan kau tidak kelelahan dan jatuh sakit" Surya memberi pengertian.
"Iya baiklah, aku janji tidak akan melakukan apapun" Tata akhirnya menyerah.
"Nah gitu dong, itu baru namanya nyonya Surya Putra Angkasa yang cantik jelita!" Surya memuji sang istri.
"Dasar gombal!" Tata tersipu.
"Ya sudah ya, aku mau siap-siap dulu" Tata mengakhiri panggilan telponnya.
"Oke, hati-hati di jalan sayangku!" Surya memberi pesan terakhirnya.
"Iya sayang, I love you" jawab Tata.
"I love you more" akhirnya sambungan pun terputus.
"Uhhhh so sweetttt" Dini yang melihat interaksi keduanya di telpon sangat senang.
"Apa sihh" Tata merona.
"Kau sungguh beruntung Tata, aku bahagia melihatmu bahagia seperti ini" Dini tersenyum.
"Terima kasih" Tata yang melihat senyum tulus sang sahabat kemudian memeluknya.
"Ayo kita siap-siap berangkat" ajak Tata.
"Oke, ayo" Dini kemudian mengikuti Tata.
__ADS_1
Mereka pun akhirnya berangkat menuju cafe dengan menggunakan mobil pribadi super mewah yang sudah di siapkan oleh Surya untuk Tata lengkap dengan supirnya.