
"Wah kau sangat cantik, aku yakin tuan Adhi pasti akan semakin bertekuk lutut dihadapanmu" Ananda menatap Sekar yang sudah didandani layaknya seorang putri kerajaan.
"Terima kasih kak" kata Sekar dengan malu-malu.
"Jangan tegang gitu dong wajahnya, tanganmu juga sangat dingin seperti es" goda Ayu sambil mengerlingkan mata.
"Aku sangat grogi kak" Sekar tidak bisa menutupi perasaannya.
"Jangan khawatir, semua pasti akan berjalan dengan lancar" Maya menenangkan calon mempelai wanita itu.
"Amin" Sekar hanya bisa mengamini saja.
"Apa kau sudah siap Sekar? ayo, acaranya sudah mau dimulai" Dini muncul dari balik pintu kamar hotel.
"Sini biar aku bantu" Tata pun muncul setelahnya untuk membantu sang mempelai wanita berjalan dari dalam kamar menuju ballroom hotel.
Rombongan pengantin wanita pun kemudian masuk ke dalam lift yang menghubungkan kamar pengantin dengan ruang pesta diadakan.
..........
"Heyyy jangan lupa kedip, lihatlah matamu itu sudah seperti mau loncat saja dari tempatnya!" Surya menggoda anak buahnya yang terpesona melihat calon istrinya yang datang dari arah pintu lift ballroom.
"Dia sangat cantik tuan, rasanya aku sudah tidak sabar lagi ingin memilikinya secara utuh" Adhi berbicara apa adanya.
"Ini dia efek dari kelamaan menjomblo, sekalinya dapat yang cantik langsung deh seperti orang kerasukan" Hendro geleng-geleng kepala.
"Tenanglah, aku sudah siapkan obat kuat sebagai hadiah pernikahan untukmu, kau bisa memakainya nanti saat kalian bermain" Ron menggoda calon pengantin prianya.
__ADS_1
"Ck, kau ini kapan sih tidak berpikiran mesum?" Mike berdecak mendengar perkataan adiknya yang menjurus.
"Loh aku kan hanya membantunya membuat malam pertama mereka jadi lebih berkesan" Ron membela diri.
"Tapi itu terlalu vulgar!" Mike menjawab.
"Sudah-sudah, kalian ini selalu saja, lihatlah, mempelai wanitanya sudah dekat!" George yang selalu menjadi penengah bagi keduanya terpaksa harus turun tangan.
..........
"Sayang, kau sangat cantik, aku jadi semakin mencintaimu" Bisik Adhi ditelinga Sekar saat mereka berjalan di karpet merah menuju pelaminan layaknya raja dan ratu sehari.
"Ihhhh kakkkk kau itu gombal sekali sih, bikin aku jadi malu saja!" Sekar mencubit lengan pria yang sebentar lagi akan resmi menjadi suaminya itu.
"Aku tidak gombal, aku serius sayang" kalau tidak ingat mereka sedang berada di depan orang banyak, Adhi sudah pasti akan menerkamnya dengan ganas sampai habis.
"Tunggu sampai nanti malam ya" Seringai jahil tersungging di wajah pria tampan itu.
"Dasar!" katanya sambil malu-malu tapi mau.
Acara pernikahan pun berjalan lancar. Adhi dan Sekar mengucap janji sucinya di hadapan Tuhan disaksikan oleh seluruh keluarga, sahabat dan juga tamu undangan yang hadir.
..........
"Sayang kau sedang?" Adhi bertanya kepada Sekar saat mereka sudah ada di kamar hotel pada sore harinya.
"Aku mau mandi kak, badanku sudah lengket semua" jawab Sekar sambil membuka koper dan mencari pakaian gantinya.
__ADS_1
"Ayo" Adhi dengan sigap menggendong sang istri.
"Loh kok?" wajah bingung menghiasi wanita yang kini sudah menyandang status nyonya Adhi itu.
"Kita mandi bersama" kerlingnya dengan wajah yang sangat genit.
"Kaakkkkkk" Sekar benar-benar dibuat malu.
"Kenapa hemmm?" Adhi masih terus menggendong sang istri berjalan menuju kamar mandi.
"Aku malu" Sekar membenamkan wajahnya di bahu sang suami.
"Kita kan sudah sah, kenapa malu segala? cepat atau lambat aku akan melihat dan memilikinya sayang" Adhi mendudukan Sekar di tepian bathup yang sudah berisi air mandi dengan bertabur bunga.
"Ahhhhhh kakkk" Sekar terpekik saat Adhi melepaskan gaun Sekar dengan lihainya.
"Kau membuatku gila sayang" Adhi yang sudah tidak sabar langsung beraksi.
"Kakkkk geliiiii" Sekar yang kegelian bergelinjang saat tangan sang suami menjelajah ke seluruh bagian tubuhnya yang selama ini tertutup rapat dan belum pernah terjamah oleh siapapun.
"Can i?" Adhi meminta ijin kepada sang istri.
"He em" ia hanya bisa mengangguk pasrah karena sang suami sudah membuatnya tak berdaya.
Pergulatan panjang pun terjadi diantara keduanya untuk yang pertama kalinya. Adhi yang mengetahui bahwa Sekar masih suci dan benar-benar bersegel merasa sangat bahagia dan bersyukur.
"Terima kasih sayang, kau sudah membuat hidupku menjadi semakin lengkap, I love you so much" kata Adhi sambil mengecup kening sang istri setelah pertempuran mereka yang sudah kesekian kalinya terjadi sepanjang sore hingga malam dan berpindah tempat dari kamar mandi ke tempat tidur berakhir.
__ADS_1
"I love you too sayang" Sekar membalas ungkapan cinta sang suami sambil membenamkan dirinya dipelukan suaminya itu.