
"Tuan, bagaimana keadaan anda hari ini?" Adhi yang sudah direpotkan oleh penyakit misterius Surya selama kurang lebih satu bulan belakangan ini merasa cemas melihat kondisi bosnya yang semakin hari semakin terlihat kacau.
"Masih seperti kemarin" Surya merasa sangat lemas, tubuhnya begitu lemah hingga tidak bertenaga sama sekali.
Sudah hampir sebulan Surya mengalami penyakit aneh yang tidak ada sebabnya. Setiap pagi hari menjelang siang, Surya pasti muntah-muntah dan begitu mual mencium aroma makanan. Tubuhnya pun menjadi sangat lemah dan mudah sakit. Ia lebih banyak membawa pekerjaan kantornya ke apartemen, tempat tinggalnya yang baru setelah berpisah dengan Tata.
"Apa tidak sebaiknya anda di rawat di rumah sakit saja?" Adhi menyarankan.
"Tidak, percuma saja, bukankah kau sudah tau kalau penyakitnya tidak ditemukan!" Surya menolak.
"Baiklah" Adhi hanya bisa menghela nafas saja.
"Apa agenda kita hari ini?" tanya Surya.
"Kita akan bertemu dengan tuan Mike dari perusahaan Anderson untuk membahas proyek kerja sama properti terbaru kita" jawab Adhi.
"Baiklah, kalau begitu aku siap-siap dulu" Surya memaksakan dirinya untuk meeting penting.
"Apa anda yakin kuat? bagaimana kalau kita minta ijin saja dengan tuan Mike?" Adhi mengusulkan.
"Apa kau gila? tuan Mike itu adalah pengusaha hebat, waktunya sangat berharga, dia pasti sudah mengatur jadwalnya sedemikian rupa demi meeting ini, aku tidak akan mengecewakannya!" Surya bersikeras.
__ADS_1
"Maaf tuan" Adhi menundukkan kepala.
Setelah perjuangan panjangnya pagi ini melawan mual dan muntah, akhirnya Surya bisa sampai di lokasi meeting.
"Selamat siang tuan Mike" sapa Surya sesopan mungkin.
"Selamat siang tuan Surya" Mike menjabat tangan Surya.
"Silahkan duduk" Surya memberi kode dengan sopan.
"Bagaimana kabar anda? sepertinya anda sedang kurang sehat? apakah anda sedang sakit?" Mike yang sudah sering bekerja sama dengan Surya pada proyek-proyek besar menelisik wajah Surya.
"Tidak, saya hanya sedikit tidak enak badan saja, entah mengapa beberapa minggu belakangan ini saya selalu mengalami mual dan muntah di pagi hari menjelang siang" Surya menjelaskan kondisinya.
"Sudah tuan" Surya mengangguk namun ia tidak menjelaskan bahwa kini mereka sudah berpisah.
"Mungkinkah itu sindrom simpatik?" Mike menebak-nebak.
"Apa itu sindrom simpatik?" Surya penasaran.
"Ahhhh itu adalah kondisi dimana suami yang mengalami gejala ngidam saat sang istri mengandung. Tujuh tahun lalu waktu istri saya mengandung putra kami, saya sempat mengalaminya, persis seperti yang anda alami" kata Mike dengan detail.
__ADS_1
"Begitukah?" Surya langsung membayangkan bahwa Tata sedang mengandung anak mereka.
"Iya begitu" Mike mengangguk.
"Ohhhh" Surya hanya bisa manggut-manggut karena setiap kali memikirkan Tata hatinya langsung kacau balau.
"Baiklah mari kita lanjutkan tujuan kita" Mike kemudian kembali ketopik mereka untuk membahas proyek besarnya.
"Oh iya maaf, saya jadi bikin pembahasan kita ngelantur" Surya jadi tidak enak.
"Ah tidak masalah, kita ini kan teman baik, sudah sepatutnya saling berbagi kisah" Mike sangat ramah.
"Terima kasih" Surya sangat bersyukur mendapatkan rekan bisnis yang begitu baik seperti Mike.
Mereka pun akhirnya membahas detail proyek yang akan dilakukan sampai waktu menunjukkan sore hari.
"Jadi sudah deal ya?" Mike menjabat tangan Surya ketika kesepakatan dibuat.
"Deal!" Surya mengangguk dan membalas jabatan tangan Mike dengan bersemangat.
Setelah berpamitan dan keluar dari ruang meeting, Surya memutuskan untuk langsung kembali ke apartemennya. Semenjak perpisahan dirinya dan Tata, kini Surya lebih memilih untuk tinggal di Apartemen, sekalipun ia tidak pernah menginjakkan kakinya di rumah mewah itu. Rasa sakit akibat kehilangan wanita yang sangat dicintainya membuatnya ingin membuang semua hal yang berhubungan dengan Tata dalam hidupnya.
__ADS_1
"Apa mungkin Tata hamil?" Surya bermonolog saat perjalanan pulang.
Surya tergelitik oleh ucapan Mike tadi. Ingin rasanya ia menghampiri Tata, namun ia takut hatinya goyah dan kembali membuat Tata menderita karenanya. Akhirnya ia pun memutuskan untuk tidak lagi bertemu dengan Tata.