My Cold CEO (Cinta Seluas TataSurya)

My Cold CEO (Cinta Seluas TataSurya)
Mentari Putri Angkasa


__ADS_3

"Sayang, sepertinya kontraksiku semakin sering" Tata membangunkan suaminya yang tengah tertidur pulas dini hari.


"Apa kau sudah mau melahirkan?" Surya mulai panik.


"Sepertinya begitu" jawab Tata sambil meringis menahan sakit yang semakin lama durasinya semakin cepat dan intens.


"Tunggu sebentar" Surya langsung bangun dari tempat tidurnya dan segera menggendong sang istri.


Dengan sigap Surya membawa Tata berjalan ke arah halaman menuju tempat mobilnya biasa di parkir.


"Selamat malam tuan" satpam yang berjaga malam itu menyapa Surya.


"Cepat panggil pak supir, istriku sudah mau melahirkan" Surya memerintah satpam yang sedang berjaga malam.


"Baik tuan" satpam itu pun langsung berlari menuju kamar sang supir.


"Duduk disini sebentar ya" Surya meminta Tata duduk di bangku yang berada di halaman depan saat menunggu sang supir besiap-siap.


"Apa tidak bisa lebih cepat lagi?" Surya yang panik karena Tata sudah semakin banyak mengeluarkan keringat dingin karena menahan kontraksinya menegur sang supir.


"Ini sudah paling cepat tuan" meskipun Surya sudah menegurnya, namun sang supir tidak mau terlalu ngebut karena khawatir mengalami kecelakaan.


Setelah melakukan perjalanan beberapa saat mereka pun akhirnya tiba di rumah sakit.


"Tolong istri saya dokter, dia mau melahirkan" Surya berkata kepada dokter jaga yang menyambutnya di ruang persalinan.


"Coba saya cek dulu ya tuan" kemudian sang dokter memeriksa bukaan Tata.


"Bagaimana dokter?" Surya bertanya kepada sang dokter.


"Bukaannya sudah besar, tinggal tunggu sebentar lagi" jawab sang dokter.


"Tapi istri saya sudah pucat dok" Surya semakin panik kala melihat Tata yang sudah semakin tak berdaya.


"Sabar ya tuan, kita hanya bisa menunggu sampai bukaannya penuh" sang dokter menenangkan.


"Sayang aku sudah tidak tahan lagi" Tata menggenggam tangan Surya dengan erat.

__ADS_1


"Sebentar lagi ya sayang" Surya yang tidak tau harus bagaimana hanya bisa mengecup kening Tata.


"Ayo nyonya kita bersiap, silahkan dorong yang kalau saya perintahkan" kata sang dokter.


"Ayo nyonya tarik nafas, dorong perlahan ya, satu dua tiga dorong" sang dokter mengarah kan.


"Eughhhh" Tata berusaha mendorong sekuat tenaganya.


"Ahhhhhhh" Dengan terengah-engah Tata terus berjuang demi bayinya.


Beberapa saat Tata harus mengejan dengan kuat agar sang bayi terlahir.


"Owekkkk owekkkk" seorang bayi perempuan pun lahir.


"Selamat tuan, nyonya, bayinya perempuan dan normal" kata salah seorang perawat yang membantu Tata bersalin.


"Sayang terima kasih" Surya langsung mengecup sang istri, ia bisa melihat bagaimana Tata berjuang dengan segala upayanya melahirkan buah hati mereka. Bagi Surya itu adalah sebuah kebahagiaan tersendiri karena Tata sudah membuktikan cintanya terhadap dirinya dengan bertarung nyawa.


..........


"Sayangku" Tata tersenyum bahagia melihat sahabatnya datang.


"Selamat tuan, akhirnya anda resmi menjadi seorang ayah" Hendro mengucapkan selamat kepada Surya.


"Terima kasih ya" Surya begitu bahagia. Hidupnya kini semakin sempurna sejak ia menyandang status sebagai seorang ayah.


"Apa sudah diberi nama?" Adhi yang juga menyempatkan diri datang ke rumah sakit sebelum ke kantor bertanya kepada atasannya.


"Mentari Putri Angkasa" Surya lansung menyebutkan nama panjang sang putri dengan sangat lugas.


"Wahhhh nama yang cantik, semoga kelak kalau sudah besar kau bisa bersinar terang dan menghangatkan angkasa raya yang sayang" Dini mengelus pipi bayi mungil yang sedang dipeluk oleh mamanya itu.


"Terima kasih tante Dini" jawab Tata dengan suara khas anak kecil, membuat semuanya tergelak.


Tok Tok Tok,,


"Tata" Ananda melongok dari balik pintu.

__ADS_1


"Kak Nanda" Tata tersenyum bahagia.


"Selamat ya, aku senang karena akhirnya calon menantuku lahir" Ananda membelai kepala bayi mungil itu.


"Terima kasih kak" jawab Tata.


"Tata selamat ya" Ayu dan Maya pun tak kalah bahagianya melihat bayi mungil itu berada dipelukan sang mama.


"Tuan Surya, selamat ya, anda sekarang sudah bisa dinobatkan menjadi pria sejati yang sesungguhnya, karena sudah menjadi seorang ayah!" Mike memeluk koleganya yang sudah cukup akrab itu.


"Terima kasih Tuan Mike" Surya membalas pelukan Mike.


"Semoga Putrimu bisa menjadi kebanggaan ya Tuan!" George pun mengucapkan doa terbaiknya.


"Amin, terima kasih Tuan George" Surya mengamini doa baik itu.


"Selamat menyambut puasa yang sangat panjang Tuan!" kata Ron dengan senyum usilnya.


"Ck" Mike dan George berdecak berbarengan melihat Ron yang selalu saja mencari kesempatan menjahili orang lain.


"Jangan dengarkan Ron, dia itu memang usil" kata Mike.


"Loh aku berkata apa adanya kok" Ron membela diri.


"Tapi tidak perlu dibahas juga kali, bikin mental orang down saja!" George membantu Mike.


"Tenang saja tuan Surya, kau tidak perlu khawatir puasa sendirian, aku bisa membantumu mendapatkan teman puasa kok, tinggal sebut saja mau ditemani berapa hari, iya kan Daddy?" Ayu yang selalu kesal dengan sikap konyol suaminya menatap Ron dengan tatapan tajam.


"Maksud Mommy?" Ron bingung.


"Mommy hanya ingin membantu tuan Surya saja, kalau memang dia butuh teman puasa, Mommy akan siapkan temannya, yaitu Daddy! Kan puasa atau tidaknya Daddy tergantung Mommy!" Ayu memang selalu punya akal mematahkan keusilan Ron.


"Mom!?" Ron langsung menciut dan menelan salivanya, membuat semua yang ada di dalam ruangan terbahak-bahak melihat ekspresi Ron.


Suasana bahagia pun terpancar di dalam ruang rawat VVIP yang ditempati oleh Tata. Kelahiran Mentari membuat semua orang-orang hebat berkumpul dan membaur menjadi satu dalam suasana yang hangat dan ceria.


"Semoga kehadiranmu di dunia ini akan selalu membawa cahaya terang dan kehangatan bagi semua orang yang mengenalmu ya sayang" batin Tata kepada putri kecilnya.

__ADS_1


__ADS_2