My Cold CEO (Cinta Seluas TataSurya)

My Cold CEO (Cinta Seluas TataSurya)
Beri Aku Waktu


__ADS_3

Setelah selesai makan mereka langsung pulang ke rumah orang tua Tata kembali. Tata berniat istirahat siang sebelum nanti sore ia harus kembali bekerja di cafe.


"Kenapa kau tidak pulang?" Tata menatap Surya yang berjalan mengekor dibelakangnya.


"Memangnya aku harus pulang ke mana lagi?" Surya memasang wajah lugu.


"Ya ke rumahmu!" kata Tata datar.


"Rumahku adalah tempat dimana istri dan anakku tinggal, jadi kalau kalian tinggal di sini, maka ini pun adalah rumahku dan aku akan tinggal disini selama yang kau inginkan!" Surya menjelaskan dengan detail.


"Ini bukan rumahmu, ini adalah rumah orang tuaku!" Tata ketus.


"Iya aku tau, ini memang bukan rumahku, tapi rumah mertuaku, orang tua dari istriku yang sangat aku cintai!" Surya meraih dan memeluk pinggang Tata yang sudah mulai melebar karena kehamilannya dengan mesra.

__ADS_1


"Ck, gombal!" Tata melepaskan pelukan Surya dan langsung berjalan dengan cepat menuju kamar serta menutup pintunya.


"Sayang, jangan begitu, aku sungguh-sungguh" Surya mengejar Tata ke arah kamar.


Tok Tok Tok,,


"Buka pintunya sayang, biarkan aku masuk, aku sangat merindukanmu!" Surya benar-benar dibuat kalang kabut oleh sikap Tata yang kadang baik kadang judes.


Ceklek,,, ternyata pintu kamar tidak dikunci, Tata hanya menutupnya saja, sehingga Surya bisa dengan mudah membukanya hanya dengan sekali menekan gagangnya.


"Terserah!" Tata kemudian merebahkan dirinya di tempat tidur dan memunggungi Surya.


"Apa kau tau selama kita berpisah aku sama sekali tidak bisa tidur dengan nyenyak? aku selalu merindukan pelukanmu!" Surya melingkarkan tangannya ke pinggang Tata dan mengendusi leher sang istri dengan lembut, membuat jantung Tata berdesir hebat.

__ADS_1


"Bisakah kita mulai semuanya dari awal lagi? aku mohon beri aku kesempatan sekali lagi!" Surya membalikkan tubuh sang istri menghadap dirinya.


Tatapan mereka saling bertemu, baik Tata mau pun Surya sama-sama merasa jantung mereka berdetak dengan sangat kencang. Secara perlahan Surya mulai mengecup bibir Tata dengan lembut, ia berusaha menerobos dengan cara yang sangat manis sehingga Tata pun terbuai oleh perlakuan sang suami dan hanya bisa pasrah saja.


"Aku mencintaimu, sangat mencintaimu!" Surya menatap mata Tata dengan tatapan penuh damba dan cinta, namun Tata masih diam membisu.


"Beri aku waktu, akan aku buktikan betapa besarnya rasa cintaku kepadamu!" Surya kembali memagut sang istri dengan penuh cinta. Tanpa disadari oleh dirinya sendiri, Tata pun membalas Surya dengan penuh damba, membuat Surya bahagia merasakan respon sang istri yang sudah mulai mencair. Mereka berpagut cukup lama untuk menyalurkan rasa rindu yang sudah berbulan-bulan lamanya terpendam.


"Anak papa yang pintar, tolong bantu papa dong bilang sama mama supaya kita bisa tinggal bersama-sama lagi seperti dulu, kita pasti akan jadi keluarga yang paling bahagia!" Surya membujuk Tata melalui titik lemahnya.


"Nanti kalau kau sudah lahir, kita akan menghabiskan waktu luang kita dengan bermain dan belajar bersama yaaa" tak henti-hentinya Surya mengecup perut buncit Tata, sementara Tata hanya tersenyum melihat betapa Surya sangat menyayangi anak mereka.


Tata dan Surya menghabiskan waktu istirahat siang hingga sore menjelang dengan saling berpelukan di atas tempat tidur. Meskipun Tata belum banyak berekasi, namun Surya merasa bahwa peluangnya untuk bisa bersama dengan Tata semakin terbuka lebar. Hal ini bisa ia rasakan melalui bahasa tubuh Tata yang selalu meresponnya dengan positif dan tidak adanya penolakan saat Surya melakukan kontak fisik seperti kecupan atau pagutan.

__ADS_1


"Semoga kita bisa kembali bersama selamanya" Surya berdoa di dalam hatinya.


__ADS_2