My Cold CEO (Cinta Seluas TataSurya)

My Cold CEO (Cinta Seluas TataSurya)
Dini dan Hendro Menginap


__ADS_3

"Diniiii" Tata memeluk sahabatnya yang baru saja tiba di rumahnya bersama sang suami.


"Kak Hendro silahkan masuk" Tata mempersilahkan suami sahabatnya itu untuk masuk.


"Terima kasih nyonya" jawab Hendro dengan sopan.


"Kenapa masih panggil nyonya sih, panggil nama saja kak" Tata protes karena Hendro terlalu sopan.


"Tapi kan anda istri dari atasan saya nyonya" Hendro mengingatkan tentang posisinya.


"Tapi kita kan sedang di rumah, jadi panggil saja Tata" Tata tidak mau kalah.


"Baiklah kalau begitu, Tata" Hendro sungkan.


"Nah begitu lebih baik hehehe" Tata terkekeh melihat bagaimana Hendro sangat sungkan.


"Kalian sudah datang?" Surya yang baru selesai mandi langsung menghampiri ketiganya.


"Selamat malam tuan" Dini dan Hendro menyapa Surya dengan hormat.


"Selamat malam" Surya membalas dengan senyuman.


"Ayo kita langsung saja ke ruang makan" Tata menggandeng Dini, meninggalkan Surya dan Hendro yang berjalan mengikutinya dari belakang.


"Silahkan dimakan, jangan sungkan ya" Tata mempersilahkan kedua tamunya untuk memakan hidangan yang sudah tersaji.

__ADS_1


"Terima kasih" jawab Hendro dan Dini bersamaan.


"Ngomong-ngomong kau akan lahiran secara normal atau operasi?" Dini bertanya kepada Tata.


"Rencananya normal, makanya sekarang aku sedang banyak melakukan latihan pernafasan agar nanti saat waktunya tiba sudah tidak kaget lagi" jawab Tata dengan penuh harap.


"Kalau kau sendiri apakah sudah direncanakan?" tanya Tata kepada sahabatnya, mengingat kandungan Dini yang masih muda.


"Dokter bilang kalau semua baik-baik saja, aku pun bisa normal" Dini juga sama berharapnya.


"Semoga kita berdua bisa melahirkan secara normal ya" Tata sangat antusias menyambut kelahiran anaknya.


"Iya, amin" Dini pun mengamini.


Tata dan Dini makan malam diiringi dengan obrolan yang ringan seputar kehamilan dan rencana melahirkan. Sementara Surya dan Hendro yang tidak paham hanya menjadi pendengar setia saja.


"Ini kamar kalian, istirahat yang nyenyak ya, kalau ada apa-apa kalian bisa panggil kami di lantai atas pintu pertama sebelah kanan" Tata menunjukkan letak kamarnya.


"Terima kasih ya karena sudah mengundang kami menginap di sini, kami jadi seperti liburan di villa mewah secara gratis hihihi" Dini yang merasa bahwa rumah sahabatnya lebih mirip istana itu sangat bahagia.


"Kau ini ada-ada saja sih hehehehe" Tata terkekeh mendengar perkataan Dini.


"Sudah ya, aku tinggal dulu, selamat malam, selamat beristirahat" kata Tata sambil berjalan meninggalkan Dini dan Hendro.


"Selamat malam" sepasang suami istri itu menjawab secara bersamaan. Mereka pun kemudian masuk ke dalam ruangan yang akan menjadi kamar mereka hingga besok sore.

__ADS_1


..........


"Apa mereka sudah di kamar?" tanya Surya yang melihat Tata masuk ke dalam kamar. Ia sudah lebih dulu berada di dalam kamar untuk mengecek beberapa dokumen penting dari email kantornya.


"Iya, sudah" Tata menghampiri sang suami yang berada di atas tempat tidur.


"Sini" Surya kemudian menutup pekerjaannya dan menaruh tabletnya di atas nakas agar bisa memeluk sang istri.


"Apa pekerjaanmu sudah selesai?" Tata merebahkan kepalanya di dada bidang sang suami dan memeluknya dengan mesra. Bagi Tata kini dada bidang itu adalah tempat ternyaman untuk merebahkan diri. Semakin hari Surya semakin seperti medan magnet yang membuatnya ingin terus menempel dan tidak mau lepas lagi.


"Pekerjaanku itu tidak akan ada habisnya jika terus dilakukan, maka aku sendiri yang harus mengaturnya agar ratuku yang paling cantik ini tidak merasa terabaikan lagi" Surya yang sangat sibuk memang harus pintar-pintar mengatur waktunya agar sang istri tetap mendapatkan perhatian.


"Sayanggggg" Tata semakin mempererat pelukannya, ia tersanjung dengan sikap Surya yang semakin hari semakin memanjakannya.


"Anak papa sedang apa di dalam?" Surya mengelus perut buncit sang istri.


"Mau bobok" Tata menjawab dengan suara anak kecil.


"Anak pintar, mau bobok sama mama dan papa ya?" Surya menanggapi ocehan Tata.


"He em, mau dikelonin sama papa" Tata menjawab lagi.


"Oke, yuk kita bobok" Surya kemudian mengecup bibir sang istri dengan lembut.


"I love you papa sayang" Tata mengelus rahang kokoh suaminya.

__ADS_1


"I love you more mama sayang" Surya tersenyum bahagia melihat bagaimana sikap sang istri yang semakin hari semakin romantis terhadap dirinya.


Mereka kemudian terlelap dalam buaian mimpi indah tentang cinta mereka berdua dengan saling berpelukan mesra hingga pagi menjelang.


__ADS_2