
Setelah seluruh tamu undangan pulang, kini tinggal Adhi, Hendro, Dini dan Sekar serta Runi yang berada di rumah mewah itu karena mereka memang diminta untuk menginap beberapa malam oleh Tata dan juga nyonya Ami.
"Ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian berdua" Surya menatap kedua wajah anak buahnya itu dengan tatapan tajam yang sulit diartikan.
"Ada apa tuan?" Adhi yang sudah lebih dari lima belas tahun mengabdi pada sang bos menatap pria itu dengan perasaan yang aneh.
"Apa kami melakukan kesalahan tuan?" tanya Hendro khawatir, karena sejauh ini dia selalu berusaha bersikap jujur dan loyal terhadap Surya.
"Aku ingin mengajak kalian ke suatu tempat" Surya bermain teka-teki.
Tanpa banyak bicara, ketiga pria itu pun berjalan menuju tempat yang dimaksud oleh Surya, diiringi oleh istri masing-masing.
"Kita mau kemana?" Adhi yang sangat penasaran bertanya kembali.
"kau lihat saja nanti" Surya tersenyum misterius, membuat Adhi bergidik ngeri.
"Tuan kenapa kita tidak naik mobil?" Hedro yang melihat Surya membuka gerbang utama rumahnya bertanya.
"Dekat, jalan kaki juga sampai" jawabnya sambil berjalan ke arah kanan dari gerbang rumahnya.
__ADS_1
"Ini rumah siapa?" Adhi kembali melayangkan pertanyaan saat mereka masuk ke sebuah rumah mewah yang posisinya tepat di sebelah kanan rumah Surya.
"Ayo kita lihat-lihat dulu" Surya mengajak mereka berkeliling.
"Bagaimana?" Surya menatap kedua anak buahnya secara bergantian. Sementara ketiga wanita itu masih sibuk berkeliling untuk mengagumi interior design rumah mewah itu.
"Bagus, sangat mewah dan keren, apa ini rumah baru anda?" tanya Hendro.
"Nanti aku jawab, Ayo sekarang kita ke tempat yang satunya lagi" Surya kemudian mengajak mereka ke rumah yang berada persis di sebelah kiri rumahnya.
"Apa anda berencana memperluas rumah anda lagi dengan membeli dua rumah di kiri dan kanannya?" Adhi benar-benar tidak paham dengan jalan pikiran bosnya itu, padahal rumah yang Surya tinggali saja dulunya adalah hasil gabungan dari dua rumah yang dipugar mejadi satu, sehingga menjadi rumah yang paling besar dan mewah diantara semua rumah di kompleknya dan hanya bisa disetarakan dengan rumah milik Mike dan Ron Anderson yang juga tidak kalah mewah dan luasnya.
"Kalau yang ini bagaimana?" Surya tidak menanggapi pertanyaan Adhi.
"Oke, kalau begitu ayo kita kembali ke rumahku" setelah berkeliling di kedua rumah itu, mereka pun kemudian kembali ke rumah mewah milik Surya dan Tata.
"Kalau kalian disuruh memilih, kalian lebih pilih yang kiri atau yang kanan?" Surya menatap keduanya secara bergantian.
"Kanan" kata Adhi.
__ADS_1
"Kiri" kata Hendro.
"Yes, sesuai perkiraanku, kalau begitu, mulai besok kemasi barang-barang kalian dan segera pindah ke rumah yang kalian pilih tadi!" Surya memberi titah.
"Masud tuan?" Hendro tidak paham.
"Pindah?" Adhi juga sama tidak pahamnya.
"Ini, sekarang rumah itu menjadi milik kalian, Adhi yang ada disebelah kanan, sementara Hendro yang ada di sebelah kiri" Surya menyodorkan surat tanah dan bangunan kepada keduanya.
"Tuan?" Adhi terperanjat.
"Apa ini tidak terlalu berlebihan?" Hendro tidak menyangka.
"Tidak, ini adalah hadiah khusus untuk kalian berdua dari aku dan Tata, ini tidak seberapa dibandingkan kesetiaan kalian yang sudah lebih dari sepuluh tahun bersama denganku, jika dibandingkan dengan pengorbanan diri kalian yang bahkan mempertaruhkan nyawa demi keluargaku saat Menta di culik waktu bayi dulu, ini tidaklah sepadan, aku harap kalian mau menerimanya" Surya tersenyum tulus.
"Tuan?" Adhi dan Hendro berkaca-kaca, bagi mereka bisa menjadi orang kepercayaan Surya dan menikmati segala fasilitas mewah di kantor saja sudah membuat mereka cukup bahagia, apalagi bisa mendapat hadiah rumah mewah, rasanya seperti mimpi.
"Ambillah, ini adalah tanda terima kasihku karena kalian sudah mau menjadi sahabat kami" Surya menyodorkan kepada masing-masing pemilik barunya.
__ADS_1
"Terima kasih tuan" Adhi dan Hendro merasa sangat bersyukur.
Malam itu mereka pun bersuka cita, hubungan yang terjalin diantara ketiga keluarga itu memang tidak hanya sekedar hubungan pekerjaan, namun juga persahabatan dan persaudaraan yang erat.