My Cold CEO (Cinta Seluas TataSurya)

My Cold CEO (Cinta Seluas TataSurya)
Saling Terbuka Satu Sama Lain


__ADS_3

"Awwwww" Tata menjerit saat tiba-tiba saja Surya menggendongnya setelah mereka keluar dari dalam mobil dan membuka kunci pintu ruang tamu.


"Turunkan aku, nanti dilihat tetangga!" Tata malu karena daerah sekitar rumahnya cukup padat penduduk.


"Memangnya kenapa? kita kan suami istri yang sah, jadi tidak masalahkan?" Surya tidak peduli dengan komentar orang lain.


"Tapi kan malu!" Tata tidak mau jadi bahan gunjingan oleh tetangganya lagi. Cukup kemarin saja dia digosipkan hamil tanpa suami dan dicap sebagai wanita nakal.


"Aku tidak peduli, biarkan saja!" Surya makin mempererat gendongannya dan berjalan dengan santai menuju ke dalam rumah.


"Lepaskan aku, nanti saja di dalam kamar!" Tata benar-benar malu jika sampai ada orang yang melihat mereka berpose seperti ini di ruang tamu yang posisinya langsung menghadap ke jalan.


"Memangnya kau minta diapakan nanti di dalam kamar hemmm?" Surya malah makin menggoda sang istri.


"Ihhhh kau ini benar-benar memutar balikkan fakta ya?" Tata memajukan bibirnya, ia kesal karena seolah-olah menjadi wanita yang meminta jatah duluan kepada sang suami.


"Tapi kau suka kan?" Surya mengerlingkan matanya dengan genit.


"Apa sihhhhh" Tata memalingkan wajahnya karena malu.


Setelah tadi mereka saling menyatakan perasaan masing-masing di cafe tempat Tata bekerja, kini keduanya terlihat semakin romantis. Tata sudah tidak lagi menunjukkan sikap dingin dan marahnya. Hal itulah yang membuat Surya semakin mabuk kepayang dan tergila-gila kepada sang istri.


"Apa boleh aku menjenguk anak kita?" Surya yang sudah sangat ingin dimanjakan oleh Tata bertanya dengan tatapan penuh damba.

__ADS_1


"Aku tidak tau boleh atau tidaknya, sepertinya kita harus konsultasi dulu dengan dokter kandungan, kau bersabar dulu ya?" Tata sesungguhnya merasa tidak enak menolak Surya, namun ia juga takut bayinya kenapa-kenapa jika mereka nekad melakukan tanpa konsultasi dan persetujuan dari sang dokter.


"Baiklah, tidak apa-apa, aku akan bersabar demi anak kita" Surya akhirnya mengalah dan kemudian mengecup perut sang istri dengan penuh kelembutan. Baginya kini Tata dan anak mereka adalah prioritas utama di dalam hidupnya yang perlu didahulukan diatas apapun, termasuk keinginan dan kebutuhannya sendiri.


"Terima kasih ya sayang, kau sangat pengertian" Tata mengelus kepala sang suami yang masih setia menempel di perut buncitnya.


"Oya, bagaimana kalau jadwal cek kandungannya kita majukan saja menjadi besok? selain untuk berkonsultasi cara berhubungan yang aman, aku juga sangat penasaran ingin melihat rupa anak kita melalui USG!" Surya yang sama sekali belum pernah mendampingi Tata periksa ke dokter sangat penasaran.


"Memangnya kau besok tidak bekerja?" Tata bertanya.


"Tidak, aku sudah menyerahkan semua pekerjaanku pada Adhi untuk satu minggu ini supaya kita bisa bersama terus!" Surya ingin menebus segala kesalahan yang sudah dibuatnya beberapa bulan belakangan ini dengan lebih banyak meluangkan waktu dengan Tata di rumah mertuanya.


"Apa tidak akan ada masalah?" Tata khawatir.


"Baiklah terserah kau saja kalau begitu" Tata pada akhirnya setuju.


Malam itu mereka habiskan dengan berbicara dari hati ke hati tentang bagaimana perasaan masing-masing sejak mereka berdua saling bertemu untuk yang pertama kalinya. Setelah selama ini Tata dan Surya saling memendam perasaan masing-masing, akhirnya semua terbuka tanpa ada lagi yang ditutupi sama sekali. Perasaan marah, benci, cinta dan sayang mereka utarakan satu persatu dengan sangat detail, hingga mereka menyadari bahwa sesungguhnya mereka berdua memang sama-sama saling membutuhkan dan tidak bisa hidup tanpa kehadiran satu sama lain.


"Berjanjilah padaku, mulai saat saat ini kita harus terus saling terbuka satu sama lain" Surya berbicara dengan lembut sambil memeluk Tata.


"Iya, aku janji akan selalu jujur padamu, tapi kau juga jangan pernah membohongi aku ya" Tata menatap suaminya.


"Iya sayang, aku janji aku akan mengatakan semuanya dengan jujur kepadamu mulai saat ini!" Surya sudah bertekad untuk memulai semuanya dari awal dengan berlandaskan kejujuran.

__ADS_1


"Terima kasih ya sayang, aku sangat bahagia kau mau menerimaku dan memberiku kesempatan kedua untuk memperbaiki segala kesalahan yang sudah aku buat sebelumnya" Surya mengecup kening sang istri.


"Aku juga mau berterima kasih karena kau sudah mau mengatakan semuanya dengan jujur" Tata tersenyum menatap sang suami.


"Aku sangat mencintaimu Talitha Clarissa" Surya mengecup bibir mungil Tata.


"Aku juga sangat mencintaimu Surya Putra Angkasa" kini Tata yang mengecup Surya balik.


Mereka pun kemudian saling berpagut dalam buaian cinta untuk menyalurkan perasaan yang sudah tidak bisa terbendung lagi sejak lama.


"Ayo kita tidur, kau kan sangat lelah hari ini, kasihan anak kita juga pasti sangat lelah" Surya kemudian meletakkan kepala Tata ke dadanya.


"Selamat malam suamiku sayang, mimpi indah ya" Tata yang sudah berbaring di dada Surya kemudian meraih pinggang suaminya untuk dipeluk.


"Selamat malam juga sayang, mimpi indah juga ya" Surya membalas dengan kecupan di pucuk kepala Tata.


Keduanya terlarut dalam pelukan pasangannya hingga menuju alam mimpi yang sangat indah.


..................


Halo semua, terima kasih karena masih setia dengan Tata dan surya. Mohon dukungannya ya melalui like, komen, favorit, share, hadiah dan juga vote (mumpung hari senin nih baru dapet vote heheheheh)


Happy reading all..

__ADS_1


Luv Luv..


__ADS_2