
"Sayang" Tata duduk menghampiri Surya yang sedang fokus dengan laptopnya.
"Hemm" Surya menjawab dengan mode datar seperti biasa.
"Apa kau masih sibuk?" Tata mencuri pandang ke layar laptop Surya.
"Lumayan" masih dengan mode datar.
"Baiklah, nanti saja kalau sudah selesai" Tata menggeser duduknya dan mengambil ponselnya.
"Kau tidak mau merayuku?" Surya melirik sang istri dengan wajah usil.
"Memangnya kau mempan di rayu? bukankah selama ini kalau aku merayumu pasti kau tau kalau aku sedang modus?" Tata memajukan bibirnya yang sontak membuat Surya merasa gemas.
"Jaga bibirmu baik-baik, jangan begitu kalau tidak mau aku lahap habis sampai bersih" Surya tetap sok fokus di depan laptop, padahal hati kecilnya sudah ingin sekali menghabisi sang istri dengan ganas.
"Akuuu" Tata spontan menutup bibirnya dengan telapak tangannya yang membuat Surya tergelak saking gemasnya.
"Kemari, katakan apa maumu?" Surya meletakkan laptopnya dan menarik Tata dalam pangkuannya.
"Aku dan Dini sudah menentukan waktu dan tempatnya" Tata menjelaskan sambil mengalungkan kedua tangannya di leher sang suami dengan manja.
"Oke" Surya menjawab singkat.
"Kau bisa?" Tata berbinar-binar.
"Tidak masalah" jawab Surya dengan enteng.
"Terima kasih sayang, kau baik sekali" Tata mengecup bibir Surya.
"Kau harus membayarnya, karena ini tidak gratis" jawab Surya dengan seringai dibibirnya.
"Dengan senang hati" Tata yang paham akan maksud sang suami langsung bergerilya.
"Kau semakin pintar ya" Surya mengecup bibir sang istri dengan lembut setelah permainan mereka selesai.
__ADS_1
"Kan aku berguru padamu" Tata membalas kecupannya.
..........
"Sayang, kau mau tidak pakai baju couple?" Tata menunjukkan sepasang kaos yang ia beli secara online kepada Surya saat mereka bersiap-siap menemui Dini.
"Hemmmm" Sesungguhnya Surya tidak suka dengan gaya couple T-shirt seperti itu, tapi berhubung Tata yang sudah menyiapkannya khusus untuk mereka maka ia pun mau memakainya.
"Terima kasih" Tata kemudian mulai memakaikannya ke tubuh sang suami.
"Cocok, tampan!" Tata tersenyum melihat tampilan Surya yang berbeda dari biasanya.
"Benarkah?" Surya mengernyitkan dahinya saat melihat tampilannya di depan kaca.
"Tentu, kau jadi terlihat lebih muda dan macho" Tata tersenyum mengagumi ketampanan Surya yang sangat sempurna.
"Apa kau menyukainya?" Surya menarik pinggang sang istri ke dalam pelukannya.
"Tentu saja, kau jadi tidak terlihat kaku seperti robot" Tata mengelus dada bidang suaminya yang terbentuk sempurna dibalik kaos yang tidak ketat tapi juga tidak longgar itu.
"Apa kau tidak mau menikmatinya lagi?" Surya memberi kode.
"Hahahahaha, baiklah, kalau begitu lanjut setelah pulang dari bertemu temanmu itu ya" Surya yang moodnya cukup baik tertawa dengan lepas.
"Astaga, kenapa kau begitu tampan, bisa meleleh aku kalau begini terus" batin Tata dalam hati melihat Surya yang tertawa.
"Ayo" Surya menggandeng Tata menuju halaman depan.
"Iya, ayo" Tata mengangguk dan mengikuti langkah sang suami.
..........
"Sayangkuuu" Tata dan Dini yang baru saja bertemu setelah sekian lama berpelukan erat dalam waktu yang cukup lama.
"Ehem ehemm, pelukannya tidak usah lama-lama" Surya protes melihat sang istri berpelukan dengan orang lain.
__ADS_1
"Astaga sayangggg, diakan Dini sahabatku" Tata gelang-geleng.
"Tetap saja aku tidak suka ada yang memelukmu selain aku" Surya posesif.
"Tapi dia kan perempuan sayang" Tata menunjuk Dini.
"Meskipun perempuan sama saja, aku tidak suka" jawab Surya tegas.
"Baiklah, iya-iya maaf" Tata mengalah dari pada mood Surya rusak.
Sementara Dini yang baru pertama melihat interaksi keduanya merasa bahwa mereka sangat serasi, meskipun berdasarkan cerita dari Tata belum ada cinta diantara keduanya.
"Oh ya silahkan duduk" Dini mempersilahkan keduanya duduk.
"Maaf ya toiletnya penuh, jadi baru kembali" seorang pria yang tidak lain adalah kekasih Dini datang setelah kembali dari toilet.
"Tidak apa-apa" jawab Tata sopan.
"Tuan Surya?" pria itu terkejut.
"Hendro?" Surya sama terkejutnya.
"Kalian saling kenal?" Tata bertanya kepada keduanya.
"Saya karyawan di perusahaan Tuan Surya nyonya" jawab Hendro dengan sopan.
"Wahhh dunia sempit sekali ya" Tata merasa takjub dengan kebetulan ini.
"Jadi Dini ini kekasihmu?" tanya Surya.
"Iya tuan, kami baru menjalin hubungan" jawab Hendro.
"Hemmmm kebetulan sekali" Surya manggut-manggut.
Hendro adalah kepala HRD di perusahaan pusat milik Surya. Ia adalah salah satu karyawan berprestasi yang cukup berkompeten dibidangnya.
__ADS_1
"Oya, kita mau pesan apa?" Tata kemudian memanggil pelayan dan memesan beberapa menu kesukaan Surya. Begitupun Dini dan Hendro yang juga memesan menu mereka masing-masing.
Mereka cukup lama mengobrol. Tata yang sudah lama tidak mengobrol dengan Dini merasa sangat bahagia bisa kembali ngobrol meskipun tidak sebebas saat ia belum bersama Surya karena topik pembicaraan mereka terbatas pada hal umum saja. Sementara Surya pun yang awalnya mengira akan bosan, menjadi lebih terhibur karena ada Hendro yang bisa diajak bicara seputar pekerjaan.