My Cold CEO (Cinta Seluas TataSurya)

My Cold CEO (Cinta Seluas TataSurya)
Aditya


__ADS_3

Setelah perjuangan panjang untuk memiliki anak, akhirnya Sekar dan Adhi pun mendapatkan apa yang diharapkan oleh mereka.


"Sayang, perutku sakit" Sekar memberitahu sang suami saat mereka sedang berada di rumah.


"Apa kau sudah mau melahirkan?" tanya Adhi saat melihat sang istri kesakitan.


"Sepertinya begitu" Sekar mengangguk dengan lemah.


"Kalau begitu ayo kita ke rumah sakit" Adhi menggendong sang istri dengan hati-hati menuju mobil mereka.


"Dokter tolong, istri saya ingin melahirkan" setibanya di rumah sakit Adhi langsung meminta tim medis untuk menangani sang istri.


"Aku sudah tidak kuat lagi, ini terlalu sakit" Sekar mengeluh.


"Sebentar lagi sayang, tahan ya" kata Adhi sambil mengelus perut sang istri untuk menenangkannya.


"Bukaannya sudah lengkap, ayo nyonya kita coba ya, tarik nafas lalu dorong" sang dokter memberikan instruksi.


"Arghhhhhhh" Sekar mendorong bayinya agar keluar.


"Sekali lagi nyonya, ayo dorong, kepalanya sudah muncul" dokter itu memberi semangat.


"Sayang pegang tanganku dengan erat, dorong bayinya ya" Adhi yang tidak bisa membantu apapun hanya bisa memberi dukungan moral saja.


"Uuuuuuuuuuhhhhhhhh" Sekar terus mendorong hingga akhirnya bayi itu lahir.


"Owekkkk owekkkk" seorang bayi laki-laki lahir dengan selamat.


"Selamat tuan dan nyonya, bayinya laki-laki dan sangat sehat" Sang dokter memberikan informasi kepada Adhi.

__ADS_1


"Terima kasih dokter atas bantuannya" Adhi menjabat tangan sang dokter.


"Sama-sama tuan, kalau begitu saya permisi dulu ya, setelah nyonya dan bayinya dibersihkan oleh perawat, mereka akan segera dipindah ke ruang rawat" sang dokter kemudian berpamitan.


"Baik dokter, sekali lagi saya ucapkan terima kasih banyak" Adhi sangat bahagia.


..........


"Sayang, selamat ya, akhirnya jadi mama juga" Tata memeluk Sekar.


"Terima kasih kak" Sekar tersenyum bahagia.


"Bayinya sangat tampan" Dini yang sedang menatap sang keponakan pun tersenyum saat melihat wajah tampan bayi mungil itu.


"Tante Sekar selamat ya" Menta dan Runi memberikan ucapan secara serentak sambil berdiri di sebelah box bayi.


"Terima kasih kakak Menta dan kakak Runi" jawab Sekar kepada kedua gadis cilik itu.


"Terima kasih tuan" Adhi yang sudah menanti bertahun-tahun, akhirnya bisa merasakan juga rasanya menjadi seorang ayah.


"Akhirnya keponakanku lahir juga, selamat bro" Hendro sang sahabat, sekaligus kakak ipar Adhi juga memberikan selamat kepada pria tampan itu.


"Terima kasih bro" Adhi membalas pelukan kakak iparnya itu.


"Ngomong-ngomong siapa namanya?" tanya Surya antusias.


"Belum ada, kalau tuan berkenan saya ingin tuan yang memberi nama untuk anak kami, seperti dulu anda memberi nama kepada Arunika" Adhi berharap putranya mendapatkan nama dari sang atasan yang sudah ia anggap seperti kakaknya sendiri.


"Hemmmm, bagaimana kalau namanya Aditya? artinya matahari, sama seperti Mentari dan juga Arunika!" Surya memang sangat terobsesi dengan nama-nama bayi yang memiliki sinonim dengan namanya.

__ADS_1


"Nama yang bagus dan mudah diingat" Adhi sangat setuju.


"Betul, lagi pula nama panggilannya bisa mirip denganmu sayang, yaitu Adhi dan Adit" Sekar juga senang dengan usulan nama dari Surya.


"Oke, kalau begitu terima kasih tuan" Adhi bahagia.


"Huekkkk" tiba-tiba Tata mual saat mereka sedang asik mengobrol di kamar rawat milik Sekar.


"Kau kenapa?" Dini melihat wajah sahabatnya agak sedikit pucat.


"Tidak apa-apa hanya mual saja, biasa morning sickness" jawab Tata.


"Hah, morning sickness?" Dini terkejut.


"Kakak hamil?" Sekar juga tidak kalah terkejutnya.


"He em" Tata mengangguk.


"Woahhhhh" Dini terlonjak bahagia.


"Selamat ya kak" Sekar pun ikut merasakan hal yang sama.


"Terima kasih" jawab ibu hamil itu dengan senyum yang tak henti-hentinya.


"Bos selamat ya" Hendro memeluk Surya.


"Terima kasih" balas Surya.


"Semoga baby boy ya bos, agar bisa jadi teman mainnya Adit" Adhi pun memeluk atasannya itu.

__ADS_1


"Amin, semoga saja" Surya mengamini doa sang anak buah.


Mereka pun kemudian mengobrol dengan serunya seputar kelahiran baby Aditya dan juga calon bayi Tata dan Surya. Suka cita berlipat ganda terlihat di ruangan tersebut saat tiga keluarga itu berkumpul bersama layaknya keluarga besar yang sangat harmonis.


__ADS_2