
"Sayang" Surya yang sudah tidak tahan diabaikan oleh sang istri sepanjang hari akhirnya mencoba merayu kembali saat malam hari menjelang tidur.
"Sana ah, jauh-jauh, jangan dekati aku!" entah mengapa belakangan ini emosi Tata begitu tidak stabil.
"Sayang maafkan aku ya" Surya menguyel-uyel punggung sang istri dibalik selimut.
"Kau jahat hiks hiks" Tata sudah tidak bisa membendung air matanya lagi.
"Maaf" Surya sangat panik melihat sang istri tiba-tiba menangis.
"Aku kan kesepian, sepanjang hari di rumah sendiri, sementara kau sibuk di kantor dari pagi hingga sore kadang bahkan sampai malam" Tata merajuk.
"Maaf, aku memang salah" hanya kata maaf yang bisa diucapkan oleh Surya.
"Aku kan ingin keluar rumah sekali-kali untuk menghilangkan kejenuhan, tapi kau malah tidak mengijinkannya!" Tata benar-benar sedih.
"Maaf ya, aku janji kalau kau ingin keluar lagi aku pasti akan mengijikannya, aku juga akan menemanimu" Surya mencoba membalikkan tubuh Tata yang memunggunginya dengan perlahan.
"Hiks hiks" hanya isak tangis yang keluar dari mulut Tata.
__ADS_1
"Sayang maaf ya, aku memang tidak peka dengan perasaan istriku sendiri" Surya memeluk Tata.
"Kau harus dihukum" ibu hamil itu menatap suaminya dengan wajah berlinang air mata.
"Baik, katakanlah aku akan menerima semua hukuman yang kau berikan padaku" Surya mengeringkan wajah sang istri dengan lembut.
"Pijiti aku" Tata menyodorkan tangannya untuk dipijit.
"Dengan senang hati yang mulia ratu" Surya tersenyum bahagia dan mulai memijit sang istri.
"Kenapa disitu, aku kan hanya minta tangan saja!" Tat protes ketika Surya mulai bergeser memijit bagian yang lain.
"Itu bukan bonus tapi modus" Tata memukul suaminya dengan manja, ia kini sudah lupa dengan rasa kesalnya kepada sang suami.
"Tapi kau suka kan?" Surya mengerlingkan matanya dengan genit.
"Ihhhh apa sihhhh" Tata malu-malu.
"Kau sangat membuatku tergila-gila sayang" Surya mulai tidak bisa mengkondisikan dirinya.
__ADS_1
"Dasar kau mesum!" Tata sudah tidak bisa menolak lagi. Pertempuran pun terjadi cukup lama.
"Terima kasih sayang, kau sudah mau memaafkan segala kesalahanku. Maaf ya aku belum bisa jadi suami dan ayah yang baik bagimu dan anak kita, tapi aku janji akan belajar lebih baik lagi demi kalian" Surya memeluk Tata dan mengecup keningnya.
"Terima kasih juga ya kau sudah mau berubah lebih baik demi kami, aku sangat mencintaimu Surya Putra Angkasa" Tata mengecup lembut bibir suaminya.
"Aku juga sangat mencintaimu Talitha Clarissa" Surya membalas kecupan Tata dengan penuh cinta.
"Oya, bagaimana kalau besok kita undang Dini dan Hendro makan malam di sini?" Surya memberikan usul agar Tata merasa terhibur.
"Apa boleh?" Tata bersemangat.
"Tentu saja, kalau perlu ajak mereka menginap di sini beberapa hari kalau kau mau" Surya lebih memilih orang lain yang datang ke rumahnya dari pada harus Tata yang pergi ke luar rumah.
"Sayanggggg kau baik sekali" Tata kembali menghujani bibir suaminya dengan kecupan.
"Aku akan melakukan apapun yang membuatmu bahagia sayangku" Surya membelai pipi Tata dengan lembut.
"Terima kasih sayang" Tata sangat terharu. Ia tidak menyangka bahwa Surya sangat mencintainya begitu besar. Bahkan ia rela mengundang sahabatnya demi membuatnya bahagia. Padahal sebelumnya Surya adalah orang yang tertutup, dia tidak pernah mengijinkan siapa pun datang ke rumahnya tanpa ijin bila tidak ada keperluan yang penting atau mendesak.
__ADS_1