
Setelah dua hari dua malam Surya memaksa Tata melayaninya di dalam kamar tanpa ampun, akhirnya pada hari yang ke tiga Surya akan kembali beraktivitas seperti biasa di kantor.
"Besok pagi aku akan kembali bekerja seperti biasa, kau harus melayani semua keperluanku mulai dari menyiapkan pakaian yang akan aku pakai sampai makanan yang hendak aku makan, layaknya istri melayani suami, apa kau paham?" kata Surya dengan tegas setelah pertempuran terakhir mereka selesai dan sebelum akhirnya Surya tertidur.
"Iya baik" Tata yang sudah pasrah dengan nasibnya hanya menjawab sesuai dengan yang diinginkan Surya supaya urusannya tidak menjadi panjang.
"Good girl" Surya menyeringai penuh kemenangan.
"Tidurlah sudah malam, supaya besok tidak terlambat bangun" kata Surya sambil menarik tubuh Tata ke dalam pelukannya.
"Iya tuan" jawab Tata dengan lirih sambil merebahkan kepalanya di dada bidang milik Surya dengan hati yang hambar.
..........
Tata yang merasakan sakit di sekujur tubuhnya karena serangan bertubi-tubi dari Surya selama dua hari non stop seperti tidak memiliki tenaga sama sekali untuk bergerak.
"Awwwwww" rintihnya saat hendak bergerak turun dari tempat tidur dan menyiapkan segala keperluan Surya ke kantor.
Setelah mengambil pakaian barunya yang ternyata sudah di sediakan oleh Surya di lemari pakaian mereka, Tata pun akhirnya turun ke dapur dan mulai memasak sarapan untuk sang suami.
"Selamat pagi nyonya" sapa seorang pelayan.
"Selamat pagi" Tata tersenyum ramah kepada sang pelayan.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya sang pelayan.
__ADS_1
"Ah tidak udah, aku hanya memasak nasi goreng saja kok" Tata yang terbiasa memasak sendiri merasa bahwa ini adalah pekerjaan mudah yang bisa ia lakukan sendiri.
"Nyonya jangan sungkan, jika butuh sesuatu biar saya saja yang mengerjakan" kata sang pelayan.
"Tidak apa-apa, aku biasa mengerjakan ini sendiri kok sebelum menikah" Tata masih menolak bantuannya.
"Oya, mbak siapa namanya?" Tata yang benar-benar baru, tidak mengenal sama sekali orang-orang di rumah mewah ini yang sekarang sudah menjadi rumahnya.
"Saya Alia nyonya" jawab pelayan itu dengan hormat.
"Salam kenal ya mbak Alia" Tata mengangguk sopan membuat Alia merasa tersanjung.
"Salam kenal juga nyonya, saya siap melayani anda" Alia merasa sangat senang mendapatkan majikan yang ramah dan sopan.
"Terima kasih mbak Alia atas bantuannya" Tata kembali tersenyum.
"Tuan bangun, sudah pagi" Tata menepuk lembut bahu Surya.
"Emmmhhh" Surya yang masih terpejam menarik Tata ke dalam pelukannya.
"Tuan, sudah pagi, apa anda tidak jadi ke kantor?" Tata mengguncang-guncangkan tubuh Surya.
"Sebentar lagi" Surya tetap tidak membuka matanya.
"Sebenarnya Anda itu sangat tampan tuan, andaikan saja sikap Anda tidak arogan, pasti aku sudah jatuh cinta padamu!" batin Tata sambil menatap wajah suaminya yang masih terlelap dengan intens.
__ADS_1
"Tuan, ayo bangun" Tata masih terus berusaha membangunkan suaminya.
Setelah cukup lama membangunkan Surya, akhirnya pria itupun bangun dan mandi. Sementara Tata menyiapkan pakaian yang hendak dipakai oleh Surya.
"Kau siapkan sarapan apa pagi ini?" tanya Surya dengan cuek.
"Nasi goreng tuan" jawab Tata sambil memasangkan dasi.
"Hemmmmm" Surya tidak memberi reaksi berlebihan.
"Sudah siap tuan" Tata memastikan bahwa pakaian Surya sudah sempurna.
"Good job!" Surya menatap dirinya di depan cermin sebelum keluar dari kamar.
"Silahkan tuan" Tata mempersilahkan Surya menuju ruanh makan.
"Tunggu, mulai sekarang jangan panggil aku tuan, karena kau sudah menjadi istriku" Surga menatap Tata dengan tajam.
"Lalu harus memanggil apa?" tanya Tata bingung.
"Sayang saja supaya terdengar romantis di telinga orang lain" Surya tersenyum licik.
"Baik tuan, eh sayang" jawab Tata dengan canggung.
"Satu lagi, jika di depan orang lain, kita harus terlihat mesra, aku tidak mau kalah orang curiga bahwa pernikahan ini adalah pernikahan terpaksa!" kata Surya.
__ADS_1
"Baik sayang" Tata hanya mengangguk.
"Ayo turun bersama!" Surya menggandeng tangan Tata keluar dari kamar mereka.