
"Sayang kau nanti malam mau makan apa?" Tata bertanya sambil memasangkan dasi ke leher suaminya ketika pagi hari telah tiba.
"Apa saja" jawab Surya singkat dengan mode dinginnya.
"Kalau aku masak sup iga sapi saja bagaimana?" Tata memang lebih senang memasak sendiri semua makanan yang dikonsumsinya, selain bisa sesuai dengan selera, ia juga bisa menghabiskan waktunya agar tidak terlalu jenuh berdiam diri terus di dalam rumah.
"Terserah" Surya sama sekali tidak acuh.
"Apa kau sakit?" Tata menatap Surya dan memegang dahinya, sementara sang suami membuang mukanya.
"Tidak" tetap menjawab dengan singkat.
"Kau kenapa sih? apa marah padaku?" Tata melingkarkan tangannya ke leher Surya dan mengecup bibir sang suami dengan lembut setelah memastikan dasi Surya sudah terpasang dengan sempurna.
"Aku sudah terlambat" Surya melepaskan tangan Tata dan segera meraih tas kerjanya kemudian berjalan keluar kamar tidur meninggalkan Tata dengan kebingungan yang teramat sangat.
"Kenapa sih dia? tidak biasanya begitu, sedingin-dinginnya Surya tidak pernah sama sekali ia mengabaikan aku jika aku sedang merapikan dasinya, bahkan tadi dia tidak merangkul pinggangku dan menggerayangi tubuhku seperti biasanya!" Tata bermonolog dalam hati sambil mengekor di belakang Surya yang sudah menuruni anak tangga.
"Kau tidak memakan sarapanmu dulu?" Tata menarik tangan Surya saat suaminya berjalan begitu saja melewati ruang makan.
"Aku ada meeting penting pagi ini, jadi nanti saja sarapannya di kantor!" sambil melepaskan tangan Tata yang menahannya.
Tata yang sudah kehabisan akal membujuk, akhirnya hanya bisa pasrah melepas suaminya berangkat kerja dengan sikap yang begitu misterius.
__ADS_1
..........
"Kenapa belum pulang juga sih?" Tata yang sudah menunggu hampir tiga jam di meja makan terlihat begitu gelisah karena Surya tak kunjung pulang, padahal waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.
"Kenapa kau tidak mengangkat telponku?" Tata yang sejak tadi berusaha menhubungi nomor ponsel Surya pun seperti kalang kabut sendiri.
Setelah merasa lelah menunggu tanpa hasil, akhirnya Tata pun memutuskan untuk menunggu Surya sambil meletakkan kepalanya di atas meja makan dengan bertumpu pada tangannya hingga akhirnya ketiduran.
"Ck, dasar bodoh, kenapa dia malah tidur disini?" Surya berdecak ketika melihat Tata tertidur dengan posisi duduk di kursi makannya.
"Maaf tuan, dari tadi nyonya begitu cemas dan gelisah menunggu Anda pulang, nyonya bahkan belum makan malam sama sekali karena berharap bisa makan bersama dengan Anda" kata Alia sang pelayan.
"Tolong bawa ini ke kamarku" Surya menyodorkan tas dan jas kerjanya kepada Alia.
"Baik tuan" Alia menerima dengan hormat.
"Apakah ada yang perlu saya siapkan tuan?" Alia bertanya saat mereka sudah berada di kamar.
"Tidak terima kasih, kau boleh keluar!" Surya memberi kode.
"Baik, kalau begitu saya permisi dulu" pelayan itu menunduk dengan hormat sebelum akhirnya keluar dari dalam kamar.
"Sebenarnya apa yang ada di dalam hati dan pikiranmu saat ini? kalau kau membenciku dan tidak bahagia menikah denganku, lalu kenapa tadi Alia bilang kau begitu cemas dan gelisah menunggu ku pulang?" Surya bertanya kepada Tata yang sedang tertidur pulas.
__ADS_1
Ia yang sudah selesai membersihkan diri kemudian merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan menatap wajah sang istri yang sedang tertidur dengan lelap sambil mengusap wajah cantik nan mungil itu dengan lembut.
"Selamat malam sayang, semoga mimpimu indah malam ini!" Surya mengecup bibir Tata dan kemudian memeluk tubuh mungil yang kini sudah menjadi candu baginya dengan sangat erat.
..........
"Euggghhhhh" Tata yang sudah bangun terkejut ketika mendapati dirinya berada di atas tempat tidur.
"Loh kok aku ada disini?" ia juga terkejut ketika sadar bahwa hari sudah pagi.
"Mbak Alia, apakah semalam tuan pulang? dimana tuan sekarang?" Tata yang mendapati Surya tidak ada di kamar langsung berlari menuju lantai bahwa dan bertanya kepada asisten rumah tangganya.
"Tuan semalam pulang sangat larut dan tadi berangkat pagi-pagi sekali nyonya" Alia menjelaskan kepada Tata.
"Apa tuan yang memindahkan aku ke dalam kamar?" Tata bertanya dengan penasaran.
"Benar, semalam saat melihat Anda tertidur di ruang makan, tuan seperti merasa sangat bersalah, ia memindahkan Anda dengan sangat hati-hati agar Anda tidak terbangun" Alia menjelaskan.
"Kenapa dia tidak membangunkan aku ya?" Tata merasa heran dengan perubahan sikap Surya.
"Saya juga kurang tau nyonya, mungkin karena tuan tidak mau Anda terganggu" Alia hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Baiklah, kalau begitu aku mau mandi dulu ya mbak" Tata kemudian kembali ke dalam kamarnya.
__ADS_1
"Baik nyonya" Alia menunduk hormat.
"Mereka berdua itu sangat romantis sekali, nyonya sangat gelisah menunggu tuan sampai tertidur dan melewatkan makan malamnya, lalu tuan yang ditunggu tidak mau membangunkan nyonya dan malah menggendong ke kamar dengan sangat hati-hati. Semoga saja kehidupan pernikahan tuan dan nyonya selalu langgeng sampai maut memisahkan, amin" Alia berbicara dengan tulus dalam hatinya.