My Cold CEO (Cinta Seluas TataSurya)

My Cold CEO (Cinta Seluas TataSurya)
Maafkan Aku!


__ADS_3

"Astaga!!" Tata terpekik karena kaget saat Surya tiba-tiba merangkulnya dari belakang ketika Tata sedang memasak di dapur.


"Apa yang kau lakukan? membuat kaget saja!" Tata berusaha melepaskan pelukan Surya.


"Jangan lepas, aku mohon sebentar saja" Surya menaruh dagunya di bahu Tata dan kemudian mengelus perut buncit wanita itu dengan penuh kasih sayang.


"Kau mau apa? apa kau tidak melihat kalau aku sedang memasak?" Tata bertanya dengan ketus.


"Aku sangat merindukanmu" Surya mengendusi leher jenjang Tata, membuat wanita itu merasakan sensasi geli.


"Kita sudah tidak ada hubungan apapun, sebaiknya jaga jarak!" Tata mengingatkan status mereka pada Surya, namun pria itu tetap tidak peduli.


"Bagaimana kalau kita kembali bersama seperti dulu?" Surya memohon.

__ADS_1


"Pernikahan bukanlah sebuah permainan, kau tidak bisa menarik ulur sesukamu seperti sebuah layangan!" Tata melepaskan tangan Surya dari tubuhnya lalu berjalan menjauh.


"Maafkan aku yang sudah menyakitimu berulang kali, aku mohon beri aku satu kesempatan lagi untuk membuktikan keseriusanku akan hubungan kita!" Surya berusaha merayu.


"Kalau kau ingin kembali padaku hanya karena anak ini, lebih baik urungkan saja niat itu!" Tata menatap mata Surya dengan tajam.


"Apakah tidak ada sedikit pun cinta di hatimu untukku?" pertanyaan Surya sontak membuat Tata tersentil.


" Cinta? kau berbicara tentang cinta? memangnya apa yang kau tau tentang cinta hah?" Tata berkacak pinggang.


"Aku terlalu tenggelam dalam cintaku sendiri tanpa memikirkan perasaanmu yang harus menikah paksa demi menebus hutang Tyo, sampai akhirnya aku mengetahui fakta bahwa kau tertekan dengan cintaku dan pernikahan kita. Aku memang begitu bodoh!" Surya menitikkan air matanya karena hatinya begitu pedih.


"Lebih bodohnya lagi aku memintamu bercerai disaat kau sedang mengandung anak kita. Aku memang pria bodoh dan bejat, aku pantas dihukum!" Surya menampar wajahnya sendiri begitu keras hingga mengelurkan darah segar dari sudut mulutnya.

__ADS_1


"Hentikan, kenapa kau bertindak bodoh!" Tata menarik tangan Surya agar tidak melukai dirinya lagi.


"Aku mohon maafkan aku, maafkan segala kebodohanku yang sudah membuatmu menderita, ijinkan aku menebus segala kesalahan yang telah aku buat dalam hidupmu!" Surya menarik Tata dalam pelukannya dan menangis dengan terisak, namun Tata tetap tidak bergeming.


"Aku akan siapkan sarapan untukmu, beristirahatlah di kamar, aku akan menyusul segera" Tata berkata dengan lembut setelah Surya lebih tenang, kini ia lebih melunak dari sebelumnya.


"Baik" Surya yang melihat Tata sudah mulai melunak pun tidak ingin membantah perkataannya dan segera mengikuti perintah itu.


"Ini makanlah" Tata menyuapi Surya dengan telaten.


"Apa kau masih demam?" Tata menyentuh kening Surya untuk mengeceknya setelah sarapan pria itu habis.


"Minumlah obat sekali lagi agar kondisimu semakin membaik" Tata menyerahkan obat dan gelas kepada Surya.

__ADS_1


"Terima kasih untuk semuanya" Surya berseru sebelum Tata keluar kamar sambil membawa piring bekas makan.


"Sama-sama, istirahatlah!" Tata kemudian pergi menuju ke dapur, meninggalkan Surya yang tersenyum bahagia karena sikap Tata sudah mulai mencair dari pada sebelumnya.


__ADS_2