My Cold CEO (Cinta Seluas TataSurya)

My Cold CEO (Cinta Seluas TataSurya)
Pernikahan Dini dan Hendro


__ADS_3

Waktu berjalan begitu cepat, kini usia kandungan Tata sudah berjalan lima bulan. Meskipun berat, namun sampai dititik ini Tata masih sanggup menjalani hidupnya dalam kondisi hamil yang sudah mulai membesar tanpa Surya disisinya. Dini yang sedang sibuk mempersiapkan pernikahannya pun kini cuti kuliah dan fokus untuk mempersiapkan rumah tangganya kelak.


"Apa kau yakin bisa bekerja dengan kondisimu yang sedang hamil seperti ini?" Dini meragukan kondisi kesehatan janin di dalam kandungan Tata saat mengetahui Tata masih nekad bekerja hingga tengah malam di cafe.


"Aku baik-baik saja, kau jangan khawatir!" Tata tersenyum untuk meyakinkan sahabatnya itu.


"Tapi Ta!?" Dini masih merasa tidak yakin.


"Kalau aku tidak bekerja, lalu siapa yang akan memenuhi semua kebutuhan hidupku dan anakku?" Tata menunjukkan semangatnya.


"Aku dan Hendro akan membantumu memenuhi kebutuhan kalian, setelah kami menikah, aku bisa membantumu menjaga anakmu dan menganggapnya seperti anakku sendiri, jadi lebih baik kau istirahat saja sampai melahirkan nanti!" Dini memberi saran.


"Tidak, aku tidak mau merepotkan siapapun, aku akan berusaha semampuku memenuhi kebutuhan kami kelak, lagi pula sebelum ini aku sudah terbiasa kok melakukan semuanya sendiri!" Tata yang sudah terbiasa hidup susah merasa bahwa hal ini tidaklah masalah.

__ADS_1


"Itu kan berbeda Taaa, kalau dulu kau hanya sendiri, tapi sekarang kau mempunyai bayi di dalam rahimmu, kalau kau kelelahan lalu sakit, bagaimana dengan bayimu?" Dini mengingatkan dengan keras.


"Percayalah, aku pasti baik-baik saja!" Tata tidak mau kalah.


"Hufffff kau ini keras kepala sekali sih!" akhirnya Dini menyerah.


..........


"Terima kasih ya Ta, karena bantuanmu semuanya bisa berjalan dengan lancar" Dini memeluk Tata dengan erat.


"Sama-sama sayangku, kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku juga, apapun akan aku lakukan selama aku mampu melakukannya!" Tata membalas pelukan sang sahabat yang sudah ia anggap seperti saudara kandungnya sendiri.


"Din sudah siap belum?" sang mama masuk ke dalam kamar pengantin.

__ADS_1


"Iya ma sudah" Dini gugup.


"Tata sayang, terima kasih ya sudah mau membantu Dini mempersiapkan semuanya dengan baik, tante sangat bahagia Dini punya sahabat seperti Tata" Mama Dini memeluk Tata yang sejak awal membantu mempersiapkan seluruh keperluan pesta pernikahan.


"Sama-sama tante, Tata seneng kok bisa membantu" Tata tersenyum.


"Kalau Tata butuh bantuan jangan sungkan ya nak, bilang sama Dini dan tante, kami pasti akan bantu, apalagi kalau untuk anak manis ini" Mama Dini mengelus perut buncit Tata.


"Pasti tante, nanti kalau ada apa-apa Tata pasti minta tolong kok, makasih sebelumnya ya tante" Tata menggenggam tangan Mama Dini. Ia bersyukur karena mama Dini seperti titisan sang mama yang sudah pergi meninggalkannya sendiri di dunia ini.


"Sama-sama sayang. Ya sudah yuk kita ke bawah, Hendro pasti sudah menunggu" Mama Dini kemudian menggandeng sang putri di sebelah kanannya, sementara Tata di sebelah kirinya.


Pesta pernikahan Dini dan hendro pun berlangsung begitu meriah. Seluruh keluarga, sahabat dan rekan kerja dari kedua mempelai hadir memenuhi undangan dan berbaur dalam kebahagiaan pesta. Mereka begitu terhanyut dalam lantunan musik merdu dan juga makanan lezat yang disajikan untuk menemani pesta. Tata pun cukup menikmati pesta yang di gelar, namun karena kondisi perutnya yang sudah mulai membesar dan ruang geraknya mulai terbatas, maka ia memilih untuk mencari posisi duduk yang agak di ujung ruangan dan jauh dari keramaian sehingga bisa lebih leluasa duduk dengan lebih santai tanpa terekspose oleh tamu undangan lainnya.

__ADS_1


__ADS_2